Kisah Kartun Dari Buleleng

suluhnusa.com_ Tujuan kartun hanya satu membuat orang tertawa, minimal tersenyum, sekalipun itu pahit.

Kartun kerap hadir membawa pesan. Kartun yang hadir baik dalam bentuk pameran atau melalui media cetak memang menarik untuk diperhatikan. Sebab, kehadiran kartun sungguh menyita perhatian. Bukan cuma kritik-kritiknya yang nyelekit lantaran pahit, tetapi penggunaan medium kartun itu sendiri.

Kartun telah lama hadir di media massa cetak baik koran, tabloid maupun majalah. Kartun yang dihadirkan pada media massa cetak sebagai penyeimbang berita.

Saat ini kartun tidamk hanya hadir pada media massa cetak tetapi pada berbagai media lainnya. Tujuan utamanya memberi nuansa humor pada soal-soal yang dinilai menyita perhatian publik lantaran isunya menyangkut orang banyak. Tujuannya hanya satu membuat orang tertawa, minimal tersenyum, sekalipun itu pahit.

Awal tahun 2014 ini, ada kisah kartun tentang Bu Blayag vs Pak KoFCe. kisah pada kartun ini member setidaknya memberi pesan bahwa masyarakat Bali dan Buleleng  pada khususnya saat ini sedang beradu kekuatan. Beradu kekuatan untuk tetap bertahan di pada zaman yang serba instan ini. Blayag adalah makanan khas dari Buleleng sementara KFC itu makanan instan dari Amerika.

Lain lagi cerita dibalik pesan kartun yang unik dan lucu, nyetrik mengundang senyum, hasil karya para kartunis yang tergabung dalam Pecinta Kartun Bali Utara atau keren di singkat Pakar Baut.

Kartun memang sudah akrab di kalangan masyarakat, termasuk masyarakat Bueleleng. Penampilan yang lucu dan menghibur membuat banyak orang yang cinta pada kartun. Kartun juga bisa digunakan sebagai alat penyampaian perasaan, aspirasi, konflik, dan tren yang ada di masyarakat.

Pameran ini digelar oleh PAKAR BAUT (Pecinta Kartun Bali Utara) yang disponsori oleh Yayasan Manik Bumi.  Pameran yang digelar di Galiran Bakti Seraga jalan ke pantai Penimbangan di Markas Yayasan Manik Bumi. Yayasan Manik Bumi merupakan yayasan yang bergerak di dalam lingkungan hidup, budaya, dan sosial.

Inisiator berdirinya Yayasan Manik Bumi  yang sudah berpengalaman di bidang pameran di Jerman yang memiliki nama lengkap Luh Gede Juli Wirahmini ini mengatakan bangga sekali adanya pameran kartun di Singaraja. Aktivis yang akrab disapa July ini menilai pameran ini berhasil sukses.

“Saya menilai ini sudah sangat berhasil, baik dari penataan juga dekorasinya.  Apalagi merupakan kali pertama digelar. Harapan kami pameran seperti ini bisa sering dilakukan guna merangsang kreativitas sehingga pameran kesannya tidak monoton”, pungkas July, kepada suluhnusa.com, di Singaraja, 3 Januari 2014

“Hal yang melatar belakangi kegiatan pameran ini adalah beberapa orang dari Manik Bumi dengan Dian. Karena kami tahu karya-karya Dian ini cukup bagus, maka kami Yayasan Manik Bumi mendukung sepenuhnya kegiaan ini. Dan kebetulan saya juga pekerjaannya memang berkecimpung di dalam exhibitions, sehingga yayasan mendukung sepenuhnya adanya pameran ini untuk mendukung kreativitas seniman kartun Buleleng”, jelas July.

Pameran yang diikuti oleh 8 kartunis yang sebagian besar seniman Buleleng dan beberapa di antaranya dari Denpasar dan Tabanan. Pameran ini merupakan kegiatan pertama kali di Buleleng yang berhasil menyuguhkan 35 buah karya disamping ada figura-figura lain yang ikut juga dipajang.

Pameran yang mengambil tema Buleleng Smile ini digelar selama sepekan yaitu tanggal 3-11 Januari 2013 yang dibuka dari jam 18.00-22.00 wita. Hal ini disebabkan ada beberapa kartunis merupakan mahasiswa dan ada juga yang dalam ikatan kerja.  Buleleng Smile digunakan sebagai tema ini mampu mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang ada di Buleleng. Karya-karya yang ditampilkan tidak monoton hasil print, tetapi juga ada yang lukisan tangan juga cat air.

Harapan dari kegiatan ini adalah bisa mengikuti setiap event-evant yang ada. Dengan mengikuti event-event, diharapkan bisa memasyarakatkan kartun dan  nanti bisa melahirkan seniman kartun yang baru. Karya-karya yang ditampilkan bisa dibeli oleh pengunjung yang senang terhadap hasil karyanya.  Dengan demikian kartunis juga bisa mendatangkan hasil.

“Alangkah bagusnya kalau hobi bisa mendatangkan hasil. Di kartun ini kita bisa promosikan Buleleng, seperti misalnya sampi gerumbungan, kuliner khas Buleleng, dan sebagai kritik sosial masyarakat seperti masalah sampah, mengenai permasalahan bandara, dan sebagainya”, Jelas Dian yang memberikan nama Deant cartoon pada setiap karyanya.

Dian yang bernama lengkap Putu dian Ujiana asal Banyuning, Buleleng ini berharap agar sering ada event yang bisa melibatkan kartun dan dibuatkan wadah mencurahkan seni mereka.

“Harapan kami kepada pemerintah adalah terciptanya wadah untuk komunitas kartun di Singaraja, semacam majalah karun gratis. Majalah ini memberikan peluang kartunis berapresiasi mengenai kehidupan dan seni mereka. Kartun bisa sebagai media informasi mengenai isu yang seang ada, penyampaian aspirasi masyarakat, dan sebagai hiburan”, harap Dian.

Kartun bisa dinikmati oleh semua kalangan sebab kartun mudah dicerna, ditangkap maknanya disamping kesannya lucu yang menghibur. Dan saatnya Buleleng tersenyum pada bibir Pakar Baut. Sebab, ini sejarah, PAKAR BAUT menorehkan cerita tentang Buleleng melalui kartun.  (ni nyoman sunuasih)

GALLERY:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *