suluhnusa.com_ Tempatnya sangat sejuk, terletak di sebuah lembah yang dipenuhi dengan pohon tinggi. Tidak terlalu ramai memang, karena itu sangat cocok bagi pengunjung yang ingin mendapat ketenangan.
Berjarak sekitar satu jam dari Ubud , Bali, terdapat objek wisata yang di kenal dengan nama Tirta Empul, tepatnya di desa Tampak Siring. Tirta Empul adalah sebuah pura dengan kolam permandian yang diyakini oleh umat Hindu sebagai tempat untuk ‘melukat’ yang artinya meleburkan. Yakni melebur benda – benda dalam tubuh yang bersifat metafisika atau magis atau melenyapkan penyakit akibat terkena ilmu gaib. Percaya atau tidak ini memang satu kepercayaan .
Kolam pemandian tersebut terletak di areal jaba pura atau bagian tengah. Kolam terbagi menjadi dua bagian. Bagian kiri dan kanan. Terdapat 13 pancuran di bagian kanan dan beberapa lagi di bagian kiri . Air yang mengalir pada pancuran tersebut berasal dari mata air yang terdapat di sebelah hulu, tetapi masih di bagian tengah pura.
Jika pengunjung ingin mandi di kolam tersebut, dan mempunyai niat untuk ‘melebur’ sesuatu yang melekat di badannya, pengunjung diharuskan memakai pakaian yang sopan, terutama kain dan selendang . Bila tidak tersedia pengunjung bisa menyewa di tempat tersebut. Jika datang kesana bukan pada hari besar keagamaan , biasanya tidak terlalu ramai. Pengunjung sebaiknya melewati setiap pancuran yang berjumlah 11 di sebelah kanan, sedangkan dua lainnya tidak diperuntukkan untuk ‘melukat” tetapi untuk kegiatan keagamaan lainnya.
Kepercayaan ini , tidak terlepas dari dongeng atau cerita rakyat tentang Tirta Empul itu sendiri. Dimana dulu, ada seorang raja yang bernama Mayadenawa yang tabiatnya sangat tidak baik, yaitu kejam dan sombong, karena kesaktiannya. Raja tersebut menyuruh rakyatnya agar menyembah dirinya. Karena hal tersebut , Batara Indra menjadi marah sehingga diutuslah balatentaranya untuk menangkap raja tersebut.
Raja Mayadenawa berlari kesegala penjuru pulau Bali, salah satunya di Tampak Siring. Mengapa tempat itu disebut Tampak Siring, sebab ketika Raja Mayadenawa berlari berusaha dengan memiringkan telapak kakinya agar tidak ketahuan oleh balatentara yang mengejarnya, sehingga tempat tersebut diberi nama Tampak Siring yang artinya telapak miring.
Timbulnya mata air Tirta Empul sengaja dibuat oleh Batara Indra untuk memulihkan balatentaranya yang diracun oleh Mayadenawa agar tidak bisa mengejarnya. Itulah sebabnya mata air yang kemudian mengalir melewati beberapa pancuran diyakini sebagai tempat ‘melukat’ atau melebur segala penyakit yang disebabkan oleh kekuatan magis . Selain itu juga untuk membersihkan hati dan pikiran bagi yang meyakini. (luh dias)
