lembar lembar kusam
telah mencatat semua janjimu
engkau yang datang saat pagi
berkalung kenanga
meski ada api di dadamu
barangkali akan tetap sama
bermain seluncur dalam ombak
atau memahat dinding perapian
wajah wajah itu
tetap terbelenggu dalam duka
namun kau.yakin
darahmu atau.mereka
akan membasuh tanah ibu
mungkin sampai lebam lenyap di hatimu
atau sampai pucuk pucuk lontar itu
menyisakan tetes terakhir
berapa banyak mimpi kau tebarkan
pada tanah kering berbatu
pada biru laut selimut.negerimu
tapi jiwamu kandas
di suatu.sore
engkau.kalah
lentera tak.lagi menyala
laut surut, angin berdiam.diri
“musim tak.berpihak padaku
tapi kapalku tak.pernah.karam”
aku tahu
suatu.hari, di suatu pagi
angin akan membawa kapalmu
berlayar kembali
widyastuti