malam bulan sepenggal
rabu terakhir di bulan terakhir
angin barat masih hembuskan gigil
dalam dekapan kenangan , wajahmu pecah di udara
dimana kita bertemu
pada kata yang gegap gempita
dan puisi yang bersahutan
dengan riuh suara tawa
lalu diam diam kita berbagi malam
melantun rindu di balik awan hitam
nafasmu berserakan bagai lumpur yang sulit diterka
desahmu terbentur kaca jendela
meredam suara di balik dinding dinding kaca
mendekaplah
pada apa yang terjadi, biarkan mengalir
selama mendung belum menjanjikan hujan
biarkan awan awan hitam itu memayungi kita
asa kita akan melahirkan pucuk pucuk cinta
hujan belum lagi turun
tapi mendung selalu menyisakan tanya
hujankah atau terang hari ini ?
Widyastuti