Atakore Kampung Damai dan Beradat, Jaga Bae Bae

SULUH NUSA, LEWOLEBA – Penjabat Kepala Desa Atakore,  Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata mengajak seluruh elemen di Desa Atakore untuk menyukseskan Pilkades dengan nuansa kedamaian.
Pemilihan kepala desa langsung serentak bakal berlangsung dalam waktu dekat. Momentum demokrasi ini tidak boleh melahirkan prahara dan luka batin  bagi tanah ini. Tanah ini,  tanah beradat penuh rasa persaudaraan. Sebagai kultur bangsa yang paling kecil, kita memiliki nilai historis pertanian darah satu turunan. Tidak boleh ada diantara kita yang memanfaatkan pesta demokrasi ini untuk menghasilkan pertikaian dan ketetapan.  Mari kita sukseskan Pilkades dengan nuansa kedamaian di tanah Atakore. Jaga Bae Bae Atakore.
Ajakan itu disampaikan Penjabat Kades Hermanus Topi Matarau ketika menghadiri seremonial penetapan, penarikan nomor undian dan Deklarasi Damai di tana Atakore, Rabu,  13 Oktober 2021. Hadir pada kesempatan itu, Ketua dan Anggota BPD Atakore,  tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda,  tokoh wanita dan tokoh pendidikan se Atakore.
Manto Matarau menyampaikan proficiat dan terima kasih kepada panitia Pilkades Atakore  yang berhasil meliwati tahapan penetapan dan penarikan nomor undian, seraya juga mengucapkan selamat berkompetisi kepada ke empat calon yang telah ditetapkan.
Menurutnya penetapan dan  pengundian nomor urut serta Deklarasi Danai Pilkades Atakore seakan membuka lembaran politik bagi demokrasi dan khalayak untuk membangun kekuatan secara dini,  menentukan pilihan politik dalam pesta demokrasi ini.
Matarau mengatakan, pilihan politik secara fakta akan ditentukan oleh realitas sosial dari masing- masing figur yang sudah tentu mengandung sejumlah nilai. Karakter, latar belakang, kemampuan intelektual, kemampuan finansial, kematangan emosional, religius dan hubungan persusif dengan masyarakat yang selama ini dijalin.
” Setidaknya inilah moment  politik mengukur diri. Karena di sini, khalayak akan bertindak sebagai wasit dan menilai secara personal kemampuan masing masing calon. Kemampuan itu menyangkut kemampuan managerial, kemampuan intelektual, kemampuan religius, integritas dan akuntatabilitas serta hubungan antar sesama, ” tegasnya.
“Saya tahu bahwa suhu politik dan tensi demokrasi Pilkades di tanah ini pasti berubah. Berubah drastis, karena masing masing kita, setiap kita di tanah Atakore ini mulai menghitung secara matematika politik untuk menentukan pilihan. Pilihlah calon yang menurut masyarakat telah matang dan memiliki rasa untuk mengabdi di tanah ini,” tutur putra Todanara Ile Ape Timur ini.
Keempat calon kepala desa Atakore  yang ditetapkan sesuai nomor urut masing masing adalah 1. Nikolaus Labi,  2. Yoakim Wato Lajar, 3. Alexander Demo,  4. Mateus Kenude. Penetapan itu berlangsung aman, tertib dan terkendali.
Matarau sungguh berharap agar siapapun yang terpilih nanti tetap menjaga tali kekeluargaan, kekerabatan adat, dan kedamaian di Desa Atakore. +++sultansabatani

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *