3 Fakta Jelang Kunjungan Jokowi dan “Lembata” Yang Munafik

Jalan Berlubang dan Berdebuh

Suluh Nusa, Lembata – Jalan berlubang di Lembata sudah ada sejak Lembata masih bergabung dengan Kabupaten Induk Flores Timur. Sejak pisah dari Flores Timur, dan menjadi Kabupaten Definitif sejak tahun 1999, Lembata masih terkenal dengan jalan berlubang di mana mana termasuk dalam Kota Lewoleba. Padahal Lembata menjadi Kabupaten pertama di Indonesia yang dimekarkan sejak status otonomi daerah dicanangkan.


Ketika dalam proses evakuasi korban pemerintah daerah terkesan lamban. Namun ketika dalam proses menyambut kedatangan RI 1, pemerintah dengan cepat mengerahkan segala upaya untuk memperbaiki jalan-jalan berlubang menuju ke lokasi yang terkena Banjir bandang bahkan sampai dengan malam hari. Aneh bin ajaib. Jadi teringat dengan cerita asal mula candi Prambanan. Membangun seribu candi dalam semalam. #stopbuatDrama. #RakyatBosan

Sampai dengan kejadian Banjir bandang yang memakan korban puluhan jiwa dan kedatangan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kamis, 8 April 2021 pun masih berlubang. Terhitung sejak Lembata menjadi Kabupaten Sudah beberapa menteri dan pejabat negara mengunjungi Kabupaten ini. Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu, Mendagri Cahyo Kumolo, Mantan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti, Menteri Ignasius Jonan, Menteri Sosial Tri Rismawati, Kepala BNPB Pusat, Doni Monardo. Jalan masih berlubang dan berdebuh.


Pikir Jokowi tu bisa kena tipu dengan kamu tambal sulam tu. tambal sulam kamu punya kinerja tu ka. ugu ege buat data laga baru kaget jadi tukang kebut semalam. saya mau bilang bodoh juga kamu sekolah tinggi semua. mau bilang kebeku juga kamu makan gizi semua. fokus di pencharian dan pengungsi e ka…. tidak penting fokus tambal sulam tu, selama ini juga kami omong kamu tutup telinga bilang kami ni tidak pilih. memprihatinkan.

Ifan Pureklolon


Jelang kedatangan Presiden Jokowi, 9 April 2021, ruas jalan Ile Ape yang terkenal berlubang dan debuh itu ditambal sulam beberapa jam usai kunjungan Kapolri dan panglima TNI. Miris. Tapi itulah fakta pertama. Jalanan yang berpura pura disulam menjadi baik karena Jokowi hendak lewat.


Bahkan jalan berlubang ditambal sulam adalah titik ruas jalan di Desa Muruona dan Laranwutun, menuju ke Desa terdampak bencana Banjir bandang dan tanah longsor yakni Desa Tanjung Batu, Waowala, Amakaka dan Waimatan. Sementara ruas jalan berlubang ke arah Ile Ape Timur tidak ditambal karena tidak dilalui Presiden Jokowi, padahal ada beberapa desa yang juga terdampak bencana banjir dan tanah longsor yakni Desa Jontona dan Lamawolo menuju ke Desa Waimatan. Jokowi datang dan jalanan di Lembata yang berpura pura disulam menjadi baik. Jalan yang munafik.

 

Antrian BBM

Fakta kedua adalah antrian Bahan Bakar Minyak. Kabupaten Lembata terkenal dengan antrian bahan bakar minyak. Tercatat sejak pertengahan tahun 2017 sampai dengan 8 April 2021, antrian BBM di Lembata masihg saja berlangsung. Pantauan media ini, Kamis,  8 April 2021 malam, seperti biasa, masih terlihat deretan panjang kendaraan roda dua dan roda empat di depan APMS Lamahora. Antrian BBM di Lembata sudah seperti budaya sebab sudah berlangsung selama dua tahun sejak tahun 2017 sampai 2021.


Kita lagi berduka dgn apa yg sudah terjadi. Tdk usah berbohong. Jujur saja apa yg sudah terjadi. Kenapa musti menipu kalau kita gagal dan kurang. Jalan berlubang dan Vestifal BBM. #stoptambalkerukjalan. #Fokuspadadampakseroja
Stanis Laurentsius Ramos

Bahkan tahun 2018, 2019, 2020, sepanjang tahun, setiap hari pemandangan antrian BBM tetap berlangsung.

Jelang kedatangan Presiden Jokowi ke Lembata, 9 April 2021, Antrian BBM masih tetap terjadi.  Sudah empat tahun antrian BBM di Lembata berlangsung tanpa ada solusi.



Bahkan, Kunjungan Kapolri dan Panglima TNI, Kamis, 8 April 2021, masih menyaksikan antrian BBM di APMS Lamahora. Inilah fakta kedua.

 

Ili Lewotolok Masih Erupsi

Fakta Ketiga, adalah erupsi gunung Ili Lewotolok. Belum usai, trauma penyintas erupsi gunung Ili Lewotolok, datang lagi bencana banjir bandang dan tanah longsor  di seluruh Lembata. Parahnya, Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur yang menjadi mengelilingi Gunung Ili Lewotolok mengalami dampaj yang dashyat.

Tercatat sebanyak enam desa terdampak banjir dan tanah longsor yakni, Jontona, Lamawolo, Waimatan, Amakaka, Waowala dan Tanjung Batu.

Jokowi sebagai Presiden RI, datang berkunjung. Gemuruh gunung Ilui Lewotolok masih terdengar. Bahkan pada Kamis, 8 April 2021, sehari menjelang kedatangan Jokowi, Ili Lewotolok masih erupsi. Stromboli masih aktif. Status Ili Lewotolok masih Level III siaga.



Pengamatan visual PVMBG Ili Lewotolok melaporkan secara visual, perkembangan sejak Pkl. 06. 00 sampai pkl. 00.00 wita, 8 April 2021, Gunung Ili Lewotolok jelas. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 200-700 m di atas puncak kawah. Teramati 3 kali letusan dengan tinggi 200-700 m dan warna asap putih dan kelabu. Letusan disertai suara gemuruh lemah hingga sedang, serta lontaran material letusan sejauh lk. 500m ke arah tenggara.***sandrowangak)

One comment

  1. Artikel yg mantap dibaca… Saya sbg salah satu warga lewoleba jg merasakan munafiknya pemerintah kita..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *