Jaga Kepercayaan Pusat, SMPN 2 Ile Ape Timur Berhasil Jalankan Program Revitalisasi Sekolah

Menurut Elias berkat kepercayaan dan kerja keras semua pihak dan arahan dari tim teknis kementrian termasuk pengawasan melekat dari Dinas...

LEWOLEBA – SEBANYAK 17 sekolah Dasar dan Sekolah Menengah pertama di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur mendapat alokasi anggaran dari Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah RI untuk program Revitalisasi gedung.

Pemerintah Kabupaten Lembata, melalui Dinas pendidikan  pada tahun 2025 mendapat alokasi program revitalisasi 17 sekolah senilai 19,3 Miliar untuk 8 (Delapan) SD, 8 (Delapan) SMP dan 1 (satu) TK. Salah satunya adalah SMPN 2 Ile Ape Timur di Desa Todanara.

Pagu anggaran yang digelontorkan untuk SMPN 2 Ile Ape Timur sebesar Rp. 2.2 milyar untuk pembangunan ruangan Laboratorium IPA, Ruangan Perpustakaan, Ruangan UKS, Toilet dan rebab 5 ruangan  kelas dan ruang administrasi lengkap dengan  perabotnya. 

Semua pekerjaan tersebut dalam kontrak kerja dikerjakan dalam waktu 120 hari kalender kerja dengan swakelola oleh panitia dan komite.

Apresiasi Kepala Dinas dan Wakil Bupati Lembata

Dari 17 sekolah yang mendapat aloaksi revitalisasi setidaknya ada dua sekolah yang mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Wens. O. Pukan dan tim dari kementrian saat melakukan pengawasan secara marathon ke sekolah sekolah di seluruh Lembata.

“Untuk SMPN 2 Ile Ape Timur Sayap Waiwaru progresnya bagus. Karena saat kami melakukan kunjungan  bersa pa Wakil bupati dan Tim dari kementrian progres pembangunan sudah 90 persen, tinggal finishing saja dan pembersihan lokasi pasca pekerjaan”, ungkap Wens O. Pukan, 15 Desember 2025.

Selain SMPN 2 Ile ape Timur sekolah lain yang mendapat apresiasi juga adalah Anugerah Kasih yang progres pekerjaan sesuai kontrak kerja.

Sementara itu sekolah lain juga progresnya sudah mencapai 70 persen hanya saja butuh perbaikan beberapa item pekerjaan yang tidak sesuai. Dan harus selesai dalam tahun 2025.

“Keberhasilan pekerjaan revitalisasi 17 sekolah tahun 2025 ini menjadi garansi untuk menjaga kepercayaan pemerintah pusat agar tahun 2026 Lembata kembali mendapat alokaso program revitalisasi untuk sekolah lain. Kualitas pekerjaan di 17 sekolah ini menjadi jaminan kepercayaan”, tegas Wens Pukan. 

Dalam pekerjaan ini Dinas Pendidikan hanya sebatas mengetahui dan melakukan monitoring melekat. Tanggungjawab pekerjaan diberikan kepada Kepala Sekolah Komite dan penerjbtha desa yang melibatkan pemberdayaan masyarakat sekitar. Karena ini alikasi program untuk revitalisasi.


“Berikut nama sekolah yang sedang menjalankan proyek Fisik sekolah dan isinya; Tk Negeri 1 Nagawutun, SDK Belang, SDK Lewoeleng, SDK Buriwutung, SDK Baopukang, SDI Posiwatu, SDK Lodotofokowa, SDN Alap Atadei, SDN Waipei (skolah yang terbakar), SMPN 5 Lebatukan, SMPN 2 Atadei, SMPN 2 Ile Ape Timur, SMP Swastika Anugerah Kasih, SMP swasta st. Gregorius, SMPN Satap Ile Wutung, SMPS Sudi Mampir Buriwutung, SMPS Swastika Lewoleba”, urai Wens Pukan. 



Finishing pekerjaan di SMPN 2 Ile Ape Timur Sayap Waiwaru

Ketua Panitia pekerjaan swakelolah revitalisasi gedung SMPN 2 Ile Ape Timur Satap Waiwaru, Gregorius Geroda menjelaskan sampai dengan batas waktu, semua pekerjaan sudah selesai sesuai target.

“Kami meminta tukang kerja siang malam dan selesai sesuai target berdasarkan kontrak kerja. Saat ini sudah 90 persen sedang pekerjaan finishing”, ungkap Geroda.

Lebih jauh ia menjelaskan, dalam penyelesaian pekerjaan proyek ini pihaknya sempat mengalami kendala karena tiang listrik PLN melewati areal yang hendak dibangun gedung baru. Akan tetapi berkat koordinasi berbagai pihak dan bantuan Dinas Pendidikan, sehingga kendala tersebut bisa diatasi. Pihak PLN Lewoleba mengganti tiang lebih tinggi sehingga tidak menganggu pekerjaan.

Ucapan terimaksih

Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Ile Ape Timur, Elias Bengaman, kepada media di lokasi sekolah, 13 Desember 2025, merasa legah lantaran mampu menyerap anggaran Rp. 2.2 milyar tanpa kendala dengan mengedepankan kualitas.

Hal ini menurut Elias berkat kepercayaan dan kerja keras semua pihak dan arahan dari tim teknis kementrian termasuk pengawasan melekat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata.

“Untuk itu, saya mengucapkan terimkasih kepada kementrian pendidikan dasar dan menengah, Bupati dan Wakil Bupati Lembata, Keplaa Dinas Pendidikan Lembata, Pemdes Todanara, tim teknis kementrian, para guru, panitia swakelola dan tidak lupa untuk para tukang dan masyarakat Desa Todanara”, ungkap Elias Bengaman. +++sandro.wangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *