suluhnusa.com_Menjelang Hari Nusantara yang akan diselenggarakan 13 Desember 2016 mendatang, pemerintah Lembata sedang mempersiapkan infrastruktur dan akomodasi.
Sayangnya, segala persiapan ini terkendala pada akomodasi penginapan yang akan menampung ribuan undangan dan peserta Harnus. Hal ini diakibatkan Hotel dan Penginapan yang ada di Lewoleba tidak akan mampu menampung ribuan peserta tersebut.
Kepala Bagian Humas Pemda Lembata, Karel Burin, kepada suluhnusa.com, di ruangan kerjanya 9 Juni 2016, mengungkapkan berdasarkan kalkusasi dan perhitungan undangan yang diterima oleh Panitia Lokal Kabupaten Lembata, yang diketuai oleh Sekda Lembata, undangan dan peserta yang hadir mengikuti kegiatan ini berjumlah sekira 5000 orang lebih.
“Undangan ini termasuk semua Menteri dan semua bupati dan Gubernur se NTT. Karena dalam kegiatan tersebut Presiden Jokowi akan melakukan rapat koordinasi dengan semua Gubernur dan Bupati/walikota di Lewoleba,” jelas Burin.
Untuk itu, Panitia Lokal bersama panitia Propinsi berpikir untuk menyiapkan beberapa rumah penduduk yang ada di Lewoleba sebagai tempat tinggal para tamu dan undangan Harnus.
“Kalau ada warga yang ingin rumahnya dijadikan pengianapa para tamu maka mulai sekarang siapkan satu atau dua kamar, tentu rumah yang dianggap layak,” tegas Burin.
Lebih jauh Burin mengungkapkan, saat ini Pemda Lembata melalui APBD murni 2016, telah menggelontorkan uang sejumlah Rp. 20 Milyar untuk membiayai kegiatan ini.
Puncak perayaan Hari Nusantara di Lembata ini, rencananya dipusatkan di Bukit Doa, Waijarang. Sementara panggung pementasan akan dilakukan di Desa Watu Miten, Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, tidak jauh dari lokasi Bukit Doa.
“Anggaran untuk panggung Harnus menjad tanggungjawab panitia Pusat yang tahun ini diketuai oleh Menteri Dalam Negeri, Cahyo Kumolo. Informasi yang kami dapat anggaran sudah disipakan 10 Milyar untuk penataaan dan pesiapan panggung pada puncak kegiatan,” ungkap Burin.
Kegiatan Harnus ini, demikian Burin, diincar oleh tiga Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yakni Flores Timur, Alor dan Lembata. Akan tetapi karena berbagai pertimbangan, salah satunya adalah Lembata sebagai daerah pemekaran baru yang membutuhkan intervensi pembangunan pada semua sektor maka, pemerintah Pusat menunjuk Lembata sebagai tuan rumah Hari Nusantara 2016 ini.
“Kegiatan Harnus ini sungguh berdampak positip secara nyata baik terhadap intervensi pembangunan pada semua bidang maupun pendapatan ekonomi masyarakat. Maka kami menghimbau agar masyarakat juga terlibat aktif dan kreatif dalam menyiapkan cinderamata bagi tamu,” tutup Burin (sandrowangak)
