Membangun Kota Kupang Berbasis Siaga Bencana

suluhnusa.com_Daerah NTT secara Nasional merupakan salah satu wilayah rawan bencana. Karena itu akan lebih baik setiap pembangunan yang akan dibangunan didasari dengan pola siaga bencana.

Hal ini dimaksudkan guna mengurangi resiko terjadinya bencana. Misalnya, warga diberikan arahan atau pengetahuan agar tidak membangun rumah tinggal pada lokasi longsor, bantaran sungai dan lainnya serta luas jalan lorong minimal enam meter ketika membuka jalan baru. Dengan maksud agar memudahkan mobil pertolongan saat memberi bantuan.

Demikian dikatakan Drs Tini Thadeus Kepala Pelaksana BadanNasional Penanggulangan Bencana Propinsi Nusa Tenggara Timur, saat membuka kegiatan Sosialisasi Mitigasi dalam rangka Perlindungan Lokasi rawan bencana di Aula Kantor Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang Jumat, 05 September 2014.

Dikatakannya, Kota Kupang termasuk Kelurahan Bello, merupakan salah satu daerah rawan bencana tanah longsor sebagaimana dilaporkan Pemda Kota Kupang.

Karena itu BNPB Propinsi NTT memandang perlu memberikan sosialisasi kepada seluruh warga termasuk perangkat RT/RW agar memiliki pengetahuan yang cukup tentang upaya dini pencegahan bencana. “Masyarakat termasuk perangkat RT/RW perlu dibekali dengan pengetahuan tentang pencegahan/penangggulangan dini bencana,” jelas Thadeus.

Sementara itu Camat Maulafa Corinus Tuan,SH yang turut hadir memberikan sekapur sirih dalam kegiatan itu mengatakan, Kecamatan Maulafa merupakan wilayah Kota Kupang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kupang, setiap tahun dilanda longsor di wilayah RT dan juga setiap tahun pada musim kemarau sering terjadi bencana kebaran hutan yang turut menghanguskan tanaman pertanian milik warga seperti jambu mete, pisang, ubi, kepala dan lainnya.

Camat Maulafa Corinus Tuan, SH (tegah ) dan Kepala BNPB NTT Drs Tini Thadeus (kiri) serta Lurah Bello Marthen Benu (kanan)- (foto:goristakene)
Camat Maulafa Corinus Tuan, SH (tegah ) dan Kepala BNPB NTT Drs Tini Thadeus (kiri) serta Lurah Bello Marthen Benu (kanan)- (foto:goristakene)

Karena itu Corinus Tuan selaku camat menyatakan trimakasihnya kepada Pemda NTT khususnya BNPB NTT yang memberikan sisialisasi tersebut agar diketahui segenap warga. Karena itu ia mengharapkan agar kegiatan tersebut diikuti dengan sungguh.

“Upayakan yang dilakukan Pemda NTT melalui BNPB saat ini perlu diikuti sehjingga dipahami segenap warga guna memiliki pengetahuan yang cukup tentang kiat penangggulangan resiko bencana,”tandas Corinus.

Acara tersebut menghadirkan sejumlah pemateri diakhiri dengan aksi praktek pembangunan tenda dari sejumlah Taruna Siaga Bencana dari BNPB NTT di hjalaman Kantor Kelurahan itu. (goris takene)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *