Karena Kesehatan Warga Itu Penting, PDIP NTT Bagi Masker Saat Ili Lewotolok Sedang Erupsi

Masker ini sangat membantu karena sudah menyelamatkan nyawa masyarakat yang setiap hari menghirup debu vulkanik

LEWOLEBA – Gunung api Ili Lewotolok terus erupsi sejak November 2020 silam. Masyarakat sekitar terpapar debu erupsi. Dan PVMBG merekomendasikan agar menggunakan masker demi menjaga kesehatan. Dan PDIP dalam safari kemanusiaan melihat, kesehatan masyarakat itu penting lalu mereka membagi masker untuk warga terdampak di daerah terdampak erupsi.

Ketua DPD Partai Indonesia Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yunus Takandewa bersama jajaran pengurus melakukan safari kemanusiaan di Kabupaten Lembata.

Safari kemanusiaan ini sebagai bentuk kepeduliaan partai terhadap masyarakat terdampak erupsi gunung Ili Lewotolok dengan membagi masker di dua desa yaitu Desa Kolontobo Kecamatan  Ile Ape da  Desa Lamawolo di Tanah Merah Kecamatan Ile Ape Timur.

Kehadiran Yunus Takandewa selain memberikan bantuan masker juga bantuan untuk pembangunan gereja St. Petrus Ohe, Paroki Bintang Laut Waipukang, 19 September 2026.

Wakil ketua DPRD Lembata, Gewura Fransiskus Langobelen mengungkapkan kehadiran Yunus Takandewa selain sebagai Ketua DPD PDIP juga sebagai anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menurut Frans Gewura, sejak terjadi gempa Flores M7.7 PDIP, Ketua Umum Megawati Soekarno Putri memberi perintah kepada semua kader untuk turun dan membantu masyarakat kecil.

Dan Lembata menjadi salah satu daerah yang sedang terjadi erupsi Gunung api Ili Lewotolok sejak September 2020 silam.

“Bagi PDIP apapun bencanannya masyarakat harus diperhatikan. Instruksi Ibu Ketua Umum Megawati kepada semua kader PDIP untuk turun ke lapangan bertemu masyarakat membantu korban bencana alam termasuk Lembata karena erupsi Ili lewotolok”, ungkap Frans Gewura.

Selalu Ada Gotongroyong dari PDIP Bantu Korban Bencana

Selain Frans Gewura hadir dalam kunjungan tersebut anggota Fraksi PDIP Lembata, Sebastianus Muri dan Florentinus Ola Kia. Sementara dari pengurus DPD I hadir Wakil Bendahara DPD I, Mega; Wakil Ketua DPD I Rudy Tokan dan Gusti Breon. Hadir juga pengurus DPC PDIP Lembata, Rafael Ratu dan Felmi.

Yunus Takandewa saat tatap muka bersama umat Stasi St. Petrus Ohe, menungkapkan kehadiran dirinya mewakili ketua Umum Megawati Soekarno Putri yang selalu menaru perhatian terhadap masyarakat kecil yang terdampak bencana.

Ia menjelaskan PDIP selalu bergotongroyong meringankan beban masyarakat terdampak bencana.

“Dan kami hadir disini walaupun hanya membawa masker tetapi semoga bisa bermanfaat. Erupsi gunung Ili Lewotolok sudah lama kami pantau dan sejak pulang dari Flores saya berkeinginan untuk berkunjung ke Lembata dan bertemu dengan  ina ama sekalian”, ungkap Yunus.

Bantuan masker juga diberikan kepada petugas Kesehatan di Desa Lamawolo.

Kepala Desa Lamawolo, Anwar Wahang memberikan apresiasi atas kepedulian PDIP NTT dan jajarannya.



Masker dan Nilai Keselamatan Nyawa

Ketua Dewan Stasi, Vinsensius Kou Halimaking juga memberikan apresiasi kepada PDIP yang sudah memberikan bantuan masker untuk menjaga kesehatan  warga.

Menurut Vinsen, masker saat ini sangat dibutuhkan  karena setiap hari masyarakat Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur hidup dengan debu vulkanik dari Gunung Ili Lewotolok.

“Masker ini sangat membantu karena sudah menyelamatkan nyawa masyarakat yang setiap hari menghirup debu vulkanik”, ungkapnya.

Informasi Erupsi G. Ili Lewotolok

Berdasarkan laporan PVMBG telah terjadi erupsi G. Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 19 September 2026 pukul 12:24 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 2.023 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi ± 42 detik.

Erupsi disertai gemuruh lemah Saat ini G. Ili Lewotolok berada pada Status Level II (Waspada) dan PVMBG  merekomendasikan asyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dan 3 km sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok.

Selain itu Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut G. Ili Lewotolok.

“Masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit serta menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya, serta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik”, tulis PVMBG dalam laporannya. +++


sandro.wangak


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *