SULUHNUSA, LEMBATA – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Lembata membuat warga yang mendiami lereng Gunung Ili Lewotolok cemas dan kuatir.
Pasalnya, Selasa,16 November 2021, hujan terus mengguyur sejak siang hari sampai malam. Laporan PVMBG Ili Lewotolok, getaran Banjir terekam di Seismograf dengan Amplitudo 0.5-1 Dominan 1 mm, dari pukul 15:35-16:00 wita, 16:20-16:45 wita. Curah hujan terhitung dari Pkl. 12.00 wita sampai malam hari 30.6 mm.
“Tetap waspada dan selalu tingkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman banjir lahar hujan terutama hindari daerah aliran yg berhulu pada puncak gunung,” ungkap Stanis Arakian, Kepala PVMBG gunung Api Ili Lewotolok.

Curah hujan yang tinggi ini, mengakibatkan banjir lumpur membawa material erupsi Gunung Ili Lewotolok mengalir ke beberapa Desa.
Kepala Desa Laranwutun terpilih, Apol Making, ketika menghubungi SuluhNus.com (weeklyline media network), 16 November 2021, membenarkan banjir beserta lumpur dan material dari Gunung Ili Lewotolok menggenangi rumah warga di desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, Lembata, NTT.
Meski tidak ada korban jiwa, namun kondisi itu membuat resah warga, karena berdasarkan informasi BMKG wilayah tersebut masih akan di guyur hujan lebat beberapa hari ke depan.
“Banjir lumpur menggenangi rumah warga di Laranwutun setinggi 20 cm,” jelas Apol.
Kiriman banjir lumpur dan material erupsi Gunung Ili Lewotolok juga menerjang desa Jontona, Lamawolo dan Lamatokan mengakibatkan jalan trans Ile Ape yang menghubungkan Desa Jontona dan Lamawolo kembali putus.
Sebelumnya diberitakan jalan yang menghubungkan Desa Jontona dan Desa Lamawolo, Kecamatan Ile Ape Timur putus total akibat kiriman banjir lahar dingin, 13 November 2021. Jalan yang putus ini diperbaiki dengan menggunakan alat berat dibantu warga setempat. Dan Selasa, 16 November 2021, putus lagi.
Selain itu Beberapa desa di kecamatan Ile Ape yang dilanda banjir lahar dingin ini yakni, Desa Tanjung Batu, Amakaka dan Napasabok. Tiga desa itu merupakan bekas bencana banjir dan tanah longsor akibat Badai Seroja 4 April 2021 lalu.
Tampak material berupa batu, tanah dan pasir dari puncak gunung terbawa menuju pesisir pantai yang merupakan hilir kali.
Akibat banjir lahar dingin ini warga Ile Ape dan Ile Ape Timur dibuat panik karena takut terjadi banjir susulan yang lebih besar.
Sampai berita ini ditulis, Apol Making mengaku belum ada tindakan tanggapa darurat dari pihak BPBD Kabupaten Lembata. +++sandrowangak
