Kolipadan dengan puluhan tanjung dan ratusan gua, menyimpan sekian rahasia. Salah satunya sudah kami sampaikan di Video Rahasia Kolipadan Part Satu.
Banyak orang baru tahu. Ternyata, laut disepanjang pantai di Kolipadan dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Salah satunya, menyembuhkan penyakit kulit. Masayarakat Kolipadan secara turun temurun meyakini, tidak hanya penyakit kulit saja, tetapi dapat menyembuhkan berbagai penyakit lainnya.
Itu, adalah rahasia pertama.
Rahasia kedua adalah, dari ratusan gua yang ada di Kolipadan, terdapat gugusan gua rumah idaman satwa laut yaitu penyu, untuk bertelur.
Ciri khas pantai di tanjung Kolipadn Kecamatan Ile ape, kabupaten Lembata, NTT adalah tebing dan gua.
Jejeran keindahan gua dan tanjung di pantai Kolipadan, Ile Ape, memang tiada habisnya.
Hampir setiap sudut menawarkan keelokan dan kekhasan masing-masing.
Kolipadan saat ini, memang masih sepi pengunjung walau sangat khas dengan pasir putih, gua, dan tebing, cocok untuk pencinta pantai yang suka bermain pasir, maupun para pemancing yang hobi melakukan rock fishing.
Pada musim tertentu, gua berpasir putih di salah satu lokasi pantai Kolipdan, menjadi rumah idaman satwa laut penyu untuk bertelur.
Sudut rumah idaman penyu untuk bertelur ini, persis di bibir pantai. Konon, salah satu dari gugusan gua ini memiliki terowongan sampai ke lokasi tempat mercusuar tua yang dibangun tepat ditanjung Kolipadan.
Selain menjadi rumah bagi penyu, hewan laut seperti ubur ubur dapat kita temui di pantai ini pada malam hari. Sesekali terlihat hewan laut kelomang yang merangkak di celah batu dan ongokan pasir putih.
Kelomang merupakan hewan laut yang tergolong dalam jenis kepiting, yang tidak memiliki cangkang yang keras. Ukuran tubuh kelomang sangat kecil dan, mereka hidup di antara gugusan pasir putih pantai Kolipadan.
Dan jika secara kebetulan atau berencana wisata ke Pantai Kolipadan, dilarang melakukan perbuatan senonoh atau mengeluarkan kata kata tidak sopan.
Tertarik untuk mengunjungi Pantai Tebing dan Gua Kolipadan ?
Berkunjunglah. Tetapi, ketika hendak pulang jangan membawa apapun kecuali kenangan tentang keindahan semesta. Jangan membunuh apapun, kecuali rindu untuk kembali dan cukup tinggalkan jejak kekaguman akan semesta.
Itu saja sudah cukup, jangan tinggalkan jejak dengan sampah plastik.
