MEDIA WLN –“Ini uji coba, transisi untuk kita ke normal. Sehingga masih dalam Batasan. Kemarin sekitar 500 orang lebih, hampir semuanya saya lihat tidak pakai masker. Kalau dalam keluarga sendiri silahkan saja, tapi kalau bergaul dengan keluarga yang lain, harus dalam keadaan pakai masker. Kalau masih ada yang tidak pakai masker saya tidak segan segan tutup kembali pemberlakuan kenormalan baru atau new normal,” tegas Bupati Sunur.
Obyek wisata Desa Lewolein yang ditutuo selama masa pandemic sejak bulan Bulan Maret 2020 silam dibuka kembali.
Sejak diberlakukan New Normal atau kenormalan baru untuk Kabupaten Lembata, Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur memberi izin kepada umat untuk beribadah rumah ibadah masing masing. Beberapa pasar kembali dibuka, misalnya, pasar Balauring, Pasar Kenale, Pasar Lewotolok, Pasar Walangsawa dan Pasar Hadakewa.
Sepulang dari kunjung kerja di Kecamatan Omesuri dalam rangka memantau pasar Walangsawa, Bupati Lembata mengunjungi obyek wisata Kuliner Lewolein, Desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan.
Walau rumah ibadat, pasar, obyek wisata Pantai Lewolein dan tempat umum lainnya dibuka tetapi masyarakat diwajibkan mengindahkan protocol kesehatan, sebab pemberlakuan kenormalan baru di Lembata masih dalam tahap ujicoba.
Sayangnya, himbauan pemerintah ini tidak diindahkan oleh puluhan pelajar Ile Ape yang sedang berkunjung ke Obyek Wisata Kuliner Lewolein, Desa Dikesare. Akibatnya, mereka diusir oleh Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur.
Puluhan pelajar yang mengunjungi objek wisata, pantai Lewolein, Desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, NTT, Senin (8/6/2020), diusir dari objek wisata tersebut. Pasalnya, puluhan pelajar yang berasal dari sejumlah sekolah di Kecamatan Ile Ape itu, tidak mengenakan masker, saat bergerombolan mengunjungi objek wisata Lewolein.
Puluhan pelajar itu bermain sambil berfoto ria di sebuah lopo yang dibangun di objek wisata Lewolein, ketika rombongan Bupati juga tiba di lokasi pariwisata tersebut.
Bupati Kabupaten Lembata, Eliazer Yenjti Sunur dan rombongan yang tiba di lokasi wisata Lewolein, setelah melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Wairiang di Desa Bean, Kecamatan Buyasuri. Bupati Sunur juga melakukan kunjungan kerja ke lokasi pertanian Desa Wowong, dan membuka Pasar rakyat di Desa Walangsawa.
Setibanya di Pantai Lewolein, Bupati Sunur mendapati puluhan pelajar itu tidak mengenakan masker. Bupatipun meminta puluhan pelajar itu mengenakan masker terlebih dahulu sebelum kembali lagi ke objek wisata itu.
“Tadi saya suru pulang puluhan pelajar ini karena tidak pake masker. Para pedagang kuliner di sini harus pakai masker, sediakan sabun cuci tangan dan air. Pengunjung yang datang juga wajib pakai masker, dari pada di suruh bubar. Kasihan yang rugi nanti kan masyarakat kita sendiri. Pengelola di sini harus siapkan masker supaya di beli pengunjung,” ujar Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur.
Bupati Sunur menegaskan, pembukaan aktivitas dalam era back to normal yang digagas pemda setempat, baru dalam tahapan uji coba. Sebab transmisi lokal masih menjadi ancaman penyebaran covid-19 di Nusa Tenggara Timur.
“Ini uji coba, transisi untuk kita ke normal. Sehingga masih dalam Batasan. Kemarin sekitar 500 orang lebih, hampir semuanya saya lihat tidak pakai masker. Kalau dalam keluarga sendiri silahkan saja, tapi kalau bergaul dengan keluarga yang lain, harus dalam keadaan pakai masker. Kalau masih ada yang tidak pakai masker saya tidak segan segan tutup kembali pemberlakuan kenormalan baru atau new normal,” tegas Bupati Sunur.
Bupati Sunur menegaskan, pengetatan pelaksanaan protocol Kesehatan di area publik ini akan berangsur-angsur menurun, seiring melandainya kurva penyebaran covid-19.
“Protokol ketat ini tidak setiap saat. Bisa dilonggarkan. Sampai benar-benar normal. Tinggal kita disiplin dan sabar, ikuti arahan pemerintah,” ujar Bupati Sunur.
Sementara itu, Kepala Desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan, Rafael Suban Ikun, menjelaskan, objek Wisata Pantai Lewolein yang menawarkan kecantikan pantai dan suasana teduh yang indah itu, dibuka untuk umum sejak 19 Mei 2020.
“Ada 43 mama-mama yang jualan di kuliner Lewolein yang menggantungkan penghasilannya dari berjualan kuliner di lokasi wisata pantai Lewolein ini. Sehingga atas koordinasi dengan Camat Lebatukan selaku ketua Ketua Gugus Tugas kecamatan ditambah koordinasi dengan Bupati Lembata selaku ketua gugus tugas Covid-19 Kabupaten, akhirnya kami membuka objek wisata pantai Lewolein ini,” ujar Kades Rafael.
Dirinya sepakat akan memberlakukan protocol Kesehatan secara ketat, sehingga puluhan pelajar yang mampir tidak mengenakam masker di suruh pulang karena pihaknya belum menjual masker di lokasi itu.***
hosea/sandrowangak
