7 ODP di Lembata, Bupati Keluarkan Instruksi Merumahkan Siswa dan Guru

suluhnusa.com – Kabupaten Lembata sampai dengan saat ini, 20 Maret 2020, tercatat belum terpapar Coronavirus atau Covid19.

Hal ini disampaikan oleh dr. Geril Huarnoni, dihadapan Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, dalam tatap muka bersama para kepala sekolah se Kabupaten Lembata di SMP St. Pius Lewoleba, 20 Maret 2020.

Menurut dokter masyarakat jangan panik dengan Corona karena sampai dengan saat ini belum ada kasus corona.

Akan tetapi, dr. Geril meminta agar masyarakat Lembata tetap waspada dengan menjaga kesehatan, pola makan, pola hidup agar terhindar dari virus Corona.

Menjawab pertanyaan Kepala SMK Ile Lewotolok, Linus Beseng yang ikut dalam pertemuan tersebut bahwa kenapa orang dalam pengawasan dilakukan hanya 14 hari saja. Sementara virus menyebar terus dari waktu ke waktu dan dari dari satu daerah ke daerah lain.

Menurut dr. Geril, masa inkubasi virus Corona paling lama adalah 14 hari. Untuk itu langkah pemerintah pusat yang meliburkan semua sekolah dan melarang aktivitas.

Dalam pertemuan tersebut juga dibacakan instruksi Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, yang meminta kepada semua pimpinan lembaga pendidikan untuk segera merumahkan semua peserta didik dan tenaga kependidikan sejak tabggal 20 Marey sampai 4 April 2020.

Bupati Lembata juga mengintruksikan agar Menunda ujian nasional semua tingkatan serta ujian kompetensi.

Pada masa liburan atau dirumahkan, guru atau tenaga pendidikan memberikan tugas atau pekerjaan rumah kepada siswa dan akan dikumpulkan saat masuk sekolah.

Selain itu, orang tua diminta untuk menjaga anak sekolah saat sedang berada dirumah dan tidak mengizinkan untuk anak anak pergi berjalan jalan.

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday dalam kesempatan tersebut meminta agar menjaga kebersihan diri, menjaga kebersihan rumah, lingkungan termasuk menjaga kebersihan sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa dan guru.

“Selain menjaga kebersihan lingkungan, rumah, sekolah, juga perbiasakan diri untuk membawa serta air minum tetapi jangan membawa air minum dalam kemasan plastik. Perbiasakan diri membawa air minum seperti yang saya bawah. Miliki sendiri tempat air minum isi ulang yang bisa dibawah ke mana mana,” ungkap Langodai.

Pada kesempatan itu juga Langodai meminta kepada semua orang tua dan guru untuk memantau dan menjaga anak anak usia sekolah dalam menggunakan handphone android, karena memiliki pengaruh negatif yang besar.

“Jaga anak anak usia sekolah dengan sebaik sebaiknya karena masa depan Lembata 10 sampai 20 tahun ke depan ada ditangan anak anak ini,” ungkap Wabup Langodai.

Lebih jauh Wabup Lembata, mengungkapkan sampai dengan saat ini, di Lembata belum terpapar virus Corona, hanya ada 7 Orang Dalam Pengawasan tetapi Pemerintah Kabupaten Lembata, mengeluarkan instruksi merumahkan peserta didik dan guru  ***

Sandro Wangak

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *