Tahun 2019, Penderita Stunting di Lembata Turun 46 Persen

suluhnusa.com – Dalam rangka percepatan eliminasi Stunting di Kabupaten Lembata. Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata melaksanakan Kegiatan Orientasi Penguatan Pencegahan Stunting dan STBM tingkat kabupaten. yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Lembata pada, Selasa (5/11/19).
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, ST,MT, yang didampingi oleh ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Lembata Yuni Damayanti, SE, Penjabat Sekda Lembata, Anthanasius Aur Amuntoda, SE, MM, para Pimpinan OPD Lingkup Pemkab Lembata, para Camat dan peserta kegiatan.
Dalam laporan ketua panitia yang dibacakan oleh ketua pokja IV Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata Maria R.D Fernandez menyebutkan, untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan partisipasi masyarakat. Untuk itu, TP.PKK bersinegi dengan pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Lembata dengan salah satu faktor pendukungnya adalah pencegahan stunting yang mempunyai pengaruh besar pada kesejahteraan masyarakat itu sendiri, paparnya.
Lanjutnya, Hal ini sangat berpengaruh pada dimensi ekonomi, kecerdasan, kualitas dan dimensi bangsa yang berdampak pada masa depan anak.  Ada sekitar (151) Kader bayi dan balita di desa dan kelurahan yang telah mendapat pelatihan konseling dalam pemberian asupan gizi pada anak.
Hal inilah yang membawa angka penurunan pada penderita stunting di Kabupaten Lembata pada tahun 2019, dari jumlah penderita (746 ) menjadi (474) penderita atau dalam angka persentase menurun (46%), tuturnya.
Sementara itu dalam sambutan Bupati Lembata mengatakan penyebab terjadinya Stunting itu disebabkan oleh banyak faktor baik internal maupun eksternal yang mengakibatkan keterlambatan tumbuh kembang pada anak.
Untuk itu, kita perlu melalui beberapa proses tahapan yakni, tahapan Reduksi, tahapan Eliminasi dan Eradikasi yang mana tahapan ini sangat berengaruh dalam suksesnya kegiatan yang kita lakukan pada hari ini, ungkapnya.
Lanjutnya, ketika kita berbicara stunting, tentu mengarah pada dua hal penting yaitu, pencegahan dan intervensi, Intervensi sendiri lebih pada teknis, ini tentu mengarah pada anggaran. Untuk itu, PKK harus mampu bekerja sama dengan OPD-OPD yang bersentuhan langsung dalam mengatasi masalah-masalah semacam ini.
Tidak hanya pada Dinas Kesehatan saja tetapi masih banyak dinas yang mempunyai tangungjawab dalam pencegahan stunting, mulai dari Linkungan Hidup, Pendidikan, Infranstruktur, Air bersih dan masih banyak lainnya.
Oleh karena itu, ada tiga kajian yang mempunyai langkah yang saling beriringan dalam mengatasi masalah stunting ialah masalah Primer, Sekunder dan Tersier dalam mencegah stunting. Untuk kajian Primer dilihat pada program 1000 hari pertama kelahiran (HPK), pada  pemberian imunisasi atau vitamin dan untuk kajian Sekunder mengarah suplemen obat tambah darah, pemberian asupan zat besi dan obat cacing.
Sedangkan untuk Tersier sendiri adalah perencanaan perkawinan, kehamilan dan bimbingan konseling. Untuk itu pemerintah menaruh perhatian besar terhadap upaya pencegahan tunting yang dimulai dari remaja-remaja putri selaku cikal bakal keluarga.
Untuk dapat melakukan semuanya, Sunur meminta agar semua TP. PKK dapat merekomendasikan action plan (rencana aksi) dalam menyukseskan pencegahan stunting di Kabupaten Lembata. Dengan dilakukan rencana aksi ini, tentu dapat memberikan dampak yang baik terhadap tujuan yang ingin dicapai dengan berorintasi pada pencegahan stunting.
Beliau juga meminta gara TP. PKK mampu berinovasi dalam dalam mengatasi masalah stunting yang sedang terjadi di Kabupaten Lembata saat ini. Dengan cara melakukan sosialisasi bernuansa tarian dolo-dolo, artinya disaat penyampaikan sosialisasi tentang stunting dikemas dalam syair pantun tarian dolo-dolo sehingga proses kegiatan terlihat dinamis dan mudah dicermati oleh masyarakat, harapnya.
Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur
Dipengujung kegiatan, Bupati Lembata yang didampingi ketua TP. PKK dan Kadis Sosial dan PMD Alosius Buto, menyerahkan bantuan dari TP. PKK Provinsi kepada TP. PKK Desa Dulitukan, Kecamatan Ile Ape sebagai desa model PKK di Kabupaten Lembata.***
Yan Moruk/Kominfo Lembata

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *