Ketika Calon Perawat Belajar Outbond

suluhnusa.com-Minggu, (9/10/2016), bertempat di Coban Talun, Kota Batu, Jawa Timur, sebanyak 31 mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) dan Fakultas Ilmu Kesehatan dari berbagai Universitas yang berada di Jawa Timur dan Bali, serta yang tergabung dalam Ikatan Lembaga Ilmu Keperawatan Indonesia wilayah V, mengakhiri kegiatan Nursing Camp yang berlangsung selama 4 hari itu terhitung sejak Kamis hingga Minggu, (6-9/10/2016) dengan dibaluti Outbond.

Sebelumnya, Nursing Camp itu dibuka secara resmi oleh rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) yang diwakilkan oleh dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Unitri, Totok Sasongko dengan mengangkat tema, “Meningkatkan Peran Perawat Dalam Organisasi Siap Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dalam sambutannya, dekan Fikes Totok Sasongko menyampaikan dukungan yang begitu besar bagi para peserta dan panitia Nursing Camp, yang akan menggodok peserta dengan berbagai ilmu dan keterampilan yang akan diberikan secara cuma-Cuma. Sehingga ke depan setiap perawat yang akan melayani pasien, tentunya sudah siap.

“Secara pribadi saya mendukung kegiatan kalian. Ikuti apa yang diperintahkan oleh panitia. Rektor Unitri mendukung penuh kegiatan ini. Dan jadilah perawat yang baik, handal, dan profesionalisme. Junjunglah selalu nilai-nilai keprofesinalisme Anda, ketika Anda bekerja di mana saja dalam melayani masyarakat,” pesan Sasongko mengingatkan.

Selain itu, Sasongko juga berpesan kepada panitia bahwa jika kondisi alam tidak memungkinkan untuk melanjutkan kegiatan tersebut, sebaiknya ditunda dan jangan dipaksakan. Mengingat kondisi alam yang kurang bersahabat belakangan ini.

Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Soleman Renda Bili, dalam arahannya berpesan agar perlu ditingkatkan keprofesionalitas keperawatan dalam menjalankan dan mengembangkan tugas yang diembannya.

Karena ke depannya, sambung lelaki asal Sumba Barat Daya, NTT ini adalah di mana saat ini dunia keperawatan terkhususnya kesehatan telah terkontaminasi dengan hal-hal yang bersifat merugikan masyarakat.

Sehingga diperlukan kerja keras dari seluruh akademisi dari jurusan kesehatan ini untuk mengangkat dan memperbaiki kembali citra kesehatan yang telah buruk itu.

“Jangan mengikuti contoh dan perilaku yang telah merugikan masyarakat itu. Sedapat mungkin, hindari hal-hal yang berbau negatif.

Sehingga tugas dan pelayanan Anda ke depan, benar-benar bercahaya dan dapat diterima oleh masyarakat. Karena jujur, dunia kesehatan Indonesia saat ini benar-benar hancur karena kepalsuan di dalamnya,” tegas lelaki berambut pendek ini.

Koordinator Wilayah V ILMIKI Unitri Desten Adu, dalam sambutannya mengatakan, dengan kegiatan Nursing Camp ini, setidaknya akan memberikan warna tersendiri bagi bangsa Indonesia dalam hal memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

“Untuk itu, sangat diharapkan kerjasamanya, agar kegiatan boleh berjalan sesuai harapan kita bersama. Kita semua tentunya akan belajar mengolah hidup ini menjadi lebih baik lagi.

Dalam pengolahan itu, kita akan bersentuhan dengan hal-hal unik yang ada di dalam masyarakat. Saya berpesan, bekali diri Anda dengan ilmu dan keterampilan yang memadai,” pesan Desten, begitu panggilan akrabnya.

Sementara itu, Dwi Nurasita selaku Ketua Panitia disela-sela kegiatan tersebut kepada media ini menuturkan, acara yang dihelat oleh ILMIKI ini sebenarnya untuk melahirkan calon-calon pemimpin yang berkualitas dengan dilandasi militansi, totalitas dan loyalitas dalam memberikan dirinya kepada masyarakat lewat pelayanan nanti.

“Ini bersifat melahirkan leadership-leadership ke depan yang tangguh. Tidak cuman sekedar ilmu, tetapi juga mental. Karena tidak semua perawat memiliki mental yang baik. Ya, tentunya akan membantu setiap mereka (peserta),” kata Dwi yang kini berusia 21 tahun.

Risna dan Menci, kedua peserta yang dimintai komentarnya mengatakan, tentunya Nursing Camp ini akan sangat bermanfaat dan membantu ke depannya. Sehingga keduanya telah bertekad untuk mengikutinya dengan sebaik mungkin. (Felix/ Asra B.J.J/ Nomasdedo)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *