Guru Siap Salah

suluhnusa.com – Salah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda.

Salah memiliki arti dalam kelas adjektiva atau kata sifat sehingga salah dapat mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya lebih spesifik. Salah masuk dalam ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan.

Ketika mendengar kata salah akan memunculkan ragam penafsiran dan biasanya pada hal-hal yang tidak benar, keliru, menyimpang, cacat, luput dan gagal. Misalnya melakukan tindakan yang tidak benar, melakukan pelanggaran terhadap norma tertentu, melakukan kekeliruan.

Penafsiran seperti ini benar adanya karena kata “salah “ akan mengantar kita pada hal-hal yang negatif. Ada juga yang menafsirkan kata “salah” dalam konotasi yang positif, misalnya “meskipun suda tua tapi tidak ada Salahnya jika kita mau belajar”. Pada tulisan kali ini penulis memilih judul “Guru siap salah” dalam konteks yang lebih spesifik.

Menurut UUD RI NO 14 Tahun 2005 guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi, peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal,pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Berdasarkan pengertian ini maka tugas utama guru adalah sebagai berikut :
Mendidik,artinya mengajak peserta didik untuk melakukan tindakan positif sesuai dengan norma yang berlaku sehingga dengan kegiatan yang positif dapat bermanfaat bagi peserta didik.

Dalam mendidik seorang guru harus bisa menjadi panutan bagi peserta didik.
Mengajar, tindakan yang dilakukan oleh guru dengan cara mentransfer ilmu pengetahuan dari guru kepada peserta didik sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki oleh guru.

Membimbing, guru memberikan motivasi dan pembinaan dengan pendekatan tertentu yang sesuai dengan karakter peserta didik. Kegiatan membimbing membantu peserta didik agar menemukan potensi dan kapasitasnya.

Mengarahkan,kegiatan yang dilakukan guru kepada para peserta didik agar dapat mengikuti apa yang harus dilakukan agar tujuan dapat tercapai. Tujunya agar peserta didik tambah kreatif.

Melatih, tugas guru melatih peserta didik dengan menggunakan contoh dengan metode praktek kerja, simulasi, dan magang.

Menilai, tugas guru menilai peserta didik pada aspek keterampilan dan sikap, tujuanya untuk mengukur sejauhmana kompetensi siswa setelah proses belajar mengajar selesai dilaksanakan.
Mengevaluasi,tugas guru mengevalusi peserta didik dengan tujuan untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar peserta didik dan keefektifan pengajaran guru.

Dengan tugas utama guru tersebut,guru dalam menjalan tugasnya harus mampu mendesain, melaksanakan dan menilai agar tercapai kegiatan belajar mengajar yang bermutu.

Dengan cara menyusun perangkat pembelajaran,menyiapakan bahan ajar serta membuat format penilaian. Selain dengan tugas utama tersebut, guru masi diberikan tugas tambahan seperti wali kelas,bendahara,dan lain-lain yang melekat pada kegiatan pokok di satuan pendidikan masing-masing.

Selain tugas pokok dan utama di sekolah guru juga masih melakukan kegiatan-kegiatan di masyarakat sebagai bentuk pengabdian guru sebagai warga masyarakat.Masih banyak lagi kegiatan-kegiatan guru yang lain untuk menambah wawasan agar menjadi guru yang berkualitas dan profesional.

Dengan keprofesionalan guru mampu menciptakan suasana pendidikan yang bermakna,menyenangkan, kreatif dan dinamis. Guru mampu menjalankan semua kegiatan ini untuk menjaga nama baik lembaga,profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayan yang diberikan kepadanya.

Kesemuanya dijalankan untuk menjadikan pendidikan yang bermutu.
Melihat tugas utama dan tugas tambahan tersebut, muncul sebuah pertanyaan “ apakah seorang guru mampu menjalaninya?” jawabannya tentu bisa. Semuanya dapat dijalankan secara mandiri. Guru memiliki kemampuan untuk merancang pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan lain sebagainya karena guru memiliki kemampuan pedagogik.

Guru juga memiliki kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap,stabil, arif dan bijaksana. Namun guru masi mendapatkan kritikan-kritkan yang berkaitan dengan profesinya. Ketika peserta didik bertindak tidak sesuai dengan norma,gurulah yang disalahkan. Dalam mendidik peserta didik guru bertindak keras akan bertentangan dengan Undang-undang perlindungan anak. Ketika prestasi peserta didik di satuan pendidikan menurun gurulah yang akan mendapat hujatan.

Berbanding terbalik,jika peserta didik bertindak sesuai dengan norma, atau berprestasi misalnya, semua pihak akan bertanya siapa orang tuanya,berasal darimana dan lain sebagainya. Jarang muncul pertanyaan siapa gurunya. Namun semuanya diterima oleh guru dengan arif dan bijaksana. Artinya bahwa guru siap salah.

Seorang guru sangat menyadari bahwa kepribadian dan prestasi peserta didik berawal dari kelas. Ketika mendapatkan kritikan-kritikan tertentu guru akan merubah pola dalam mendidik dan mengajar. Semuanya dijalankan dengan misi yang sangat besar yaitu mencerdaskan anak bangsah.

Dalam menjalakan misi ini guru harus menerima semua kritikan dengan lapang dada (siap salah).
Perlu kita sadari, dalam meningkatkan mutu pendidikan,guru bukalah aktor tunggal yang memainkan perannya. Perlu dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah orang tua / wali murid. Korelasi antara guru / pihak sekolah dengan wali murid jika berlangsung dengan baik,maka akan melahirkan output yang berkualitas.

Guru bekerja sesuai dengan fungsih dan tanggung jawabnya,begitupun orang tua/ wali murid bekerja sesuai dengan peranannya. Peserta didik berhadapan dengan guru dibatasi oleh jam kerja,sedangkan orang tua / wali murud tidak dibatasi.Oleh karena itu orang tua / wali murid harus mendukung semua program yang dicanangkan oleh satuan pendidikan. Sehingga kualitas dan prestasi peserta didik bisa dicapai. Agar guru tidak selalu dijadikan kambing hitam,meskipun guru siap salah.
Guru siap salah,bukan berarti guru selalu melakukan hal-hal yang tidak benar.

Bukan berarti guru selalu gagal dalam menjalankan tugas. Dan juga guru selalu menyimpang dari norma yang berlaku. Namun guru siap salah karena siswa atau peserta didik tidak bisa disalahkan. Guru siap salah karena orang tua / wali murid tidak bisa disalahkan.

Guru tidak pernah melemparkan kesalahan pada orang lain. Guru dituntut untuk sabar dan ikhlas dalam menjalankan profesinya. Dengan kesabaran dan keiklhlasan pasti semua yang dicanangkan akan berhasil baik.

Meskipun guru merupakan tenaga kerja terdidik. Namun dalam menjalakan tugas harus siap untuk disalahkan. Karena guru merupakan ujung tombak keberhasilan generasi bangsa. Jadikan hujatan dan kritikan sebagai senjatah ampuh untuk merubah pola dalam mencerdaskan anak bangsa.

Jangan pernah berkecil hati,meskipun hal itu sangat manusiawi. Menjadi guru merupakan panggilan nurani. Mencerdaskan generasi muda merupakan pekerjaan mulia. Jadi guru jangan pernah pesimis,meski dipandang sinis.

Opick Pasandan
Guru MTs AL-Hidayah Wewit

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *