Lembata Memberi Hormat Untuk Piter Manuk Dengan Merah Putih

Semuanya ini yang sangat mengena. Tak heran, bagi banyak masyarakat Lembata, meski hanya 9 bulan sebagai penjabat tetapi kenangan indah...

LEWOLEBA – Masyarakat Lembata bersama Pemerintah Kabupaten Lembata memberikan penghormnatan terakhir kepada Almarhum Sinun Petrus Manuk atas jasa dan pengabdiannya hidupnya. Petrus Manuk yang perna menjadi penjabat Bupati Lembata ini aka dimakamkan secara kedinasan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali kepada Suluhnbusa.com, 17 Augustus 2026 mehari sebelum rombongan pemda Lembata berangkat ke Kupang untuk mengurus penguburan secara kedinasan.

“Secara aturan beliau bukan sekedar ASN tetapi karena jabatan tertinggi terakhir Sinun Petrus Manuk adalah penjabat Bupati Lembata maka almarhum akan dikuburkan secara kedinasan oleh Pemda Lembata. Rombongan Bupati, Wakil Bupati bersama pimpinan DPRD berangkat ke Kupang untuk memberikan penghormatan terakhir. Selanjutnya dikuburkan secara kedinasan,” ungkap Tapobali.

Disaksikan para pelayat dan keluarga duka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata bersama pimpinan DPRD Lembata melayat ke rumah duka almarhum Drs. Sinun Petrus Manuk di Jalan Thamrin, Oepoi, Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, Selasa, 18 Agustus 2026 sore.

Rombongan Pemda Lembata dipimpin Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq dan Wakil Bupati Muhamad Nasir. Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapo Bali, Kepala Dinas Porabud Lembata Apolinaris Mayan, Ketua PKK dan Wakil Ketua PKK Lembata, serta tim protokoler Lembata.

Dari unsur DPRD Lembata, hadir Ketua DPRD Syafrudin Sira, Wakil Ketua I Fransiskus Xaverius B.N., dan Wakil Ketua II Gewura Fransiskus.

Mewakili Pemda Lembata, Kepala Dinas Porabud Lembata Apolonaris Mayan mengatakan, sejak menerima informasi mengenai kabar duka tersebut, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq langsung menginstruksikan agar jajaran pimpinan daerah hadir untuk melayat.

“Begitu mendengar berita, informasi kedukaan, Pa Bupati langsung menyampaikan kepada Bapa Sekda agar semua pimpinan daerah hadir meski di tengah bencana Flores,” ujar Kadis Apol Mayan dalam sambutannya di rumah duka.

Ia menuturkan, rombongan Pemda Lembata bersyukur dapat tiba di Kota Kupang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum, meskipun kondisi penerbangan dari Lembata menghadapi ketidakpastian akibat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

“Hari ini, puji Tuhan kami sekalian boleh tiba di sini kendati Ile Lewotolok sering erupsi dan ketidakpastian jadwal penerbangan. Kami hadir di sini untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum,” kata dia.

Apol Mayan juga menyampaikan bahwa Pemda Lembata telah berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait prosesi pemakaman almarhum yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Bupati Lembata, kata dia, akan bertindak sebagai inspektur upacara dalam prosesi pemakaman. Hal tersebut berkaitan dengan kiprah almarhum Drs. Sinun Petrus Manuk yang pernah menjabat sebagai Penjabat Bupati Lembata periode 2016–2017.

“Kita semua berdoa, kiranya Alm. Bapa Sinun Manuk mendapatkan sukacita di Kerajaan Surga serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar Apol Mayan.

Pada kesempatan tersebut, Apol Mayan juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua IKL Kupang, Dr. Hamza Huri Wulakada, atas respons dan koordinasi yang dilakukan sehingga rombongan Pemda Lembata dan pimpinan DPRD Lembata dapat bersama-sama melayat ke rumah duka.

“Kepergian almarhum meninggalkan duka bagi keluarga, masyarakat Lembata. Semoga jasa-jasa almarhum menjadi inspirasi dalam tugas, karya, pelayanan, dan pengabdian,” ucapnya.



Piter Manuk : “Saya Bahagia melihat orang lain bahagia Karena perbuatan saya”

Dilansir dari berbagai sumber sejak jadi PNS tahun 1988,  Piter membiarkan segala sesuatu mengalir seperti air. Selama 13 tahun di SMAN 1 sebagai guru BK, ia ditawari jadi Pengawas SMA. Beberapa saat kemudian menjadi Kasubdin Pendidikan Luar Sekolah. Dari sana jabatan sebagai Sekretaris Dinas Sosial kemudian Kadis 3 tahun lalu jadi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus Penjabat Bupati Lembata dilalui. Bila melihat ke belakang, semuanya akan sulit terbayangkan.

Bagi Piter yang sebelum pension masih dipercayakan sebagai Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, kuncinya ujian terakhir ketika diberikan wewenang begitu besar sebagai Penjabat Bupati Lembata.

Jabatan itu hanya diemban 9 bulan. Praktisnya, seseorang yang diberi tugas hanya sebagai ‘penjabat’ untuk periode pendek mestinya tidak terlalu peduli membuat gebrakan yang sudah pasti tidak akan mudah diselesaikan dalam jangka pendek.

Namun itu justru dilakukan Piter. Ia gulirkan program pengembangan ratusan hektar usaha garam rakyat dengan metode geomembrane. Dalam jangka pendek saat itu. Alhasil dari potensi 6,5 ha, 3,5 ha bisa dipanen saat Piter masih sebagai penjabat. Hal itu memberi banyak harapan bahwa potensi garam itu memenuhi kebutuhan garam Lembata dan juga untuk kesehatan dan peningkatan ekonomi.

Warga Lembata pun patut angkat topi. Dengan posisi sebagai penjabat ia melaksanakan perayaan Hari Nusantara pada Desember 2016 yang hanya 4 bulan setelah ia menjabat. Semuanya dilaksanakan dalam koordinasi yang akhirnya menghasilkan perayaan yang sukses.

Bagi Piter apapun yang dipercayakan dilaksanakan dengan maksimal.

“Menjadi seorang pemimpin, entah 5 tahun atau hanya 9 bulan bukan masalah. Yang terpenting, bagaimana seseorang menggunakan waktu yang ada semaksimal mungkin demi kebahagiaan orang lain. “Saya selalu bahagia ketika menyaksikan orang lain berbahagia Karena perbuatan saya ungkap Sinun sambil menerawang jauh,” dikutip dari tulisan Robert Bala yang dilansir tahun 2020.

Menurut Piter, di atas segala yang bisa dibuat, yang paling penting adalah menjaga hubungan kemausiaan.

“Hubungan kemanusiaan itu jauh lebih penting daripada hubungan birokratis yang sangat hirarkis. Dengan cleaning service  pun saya bertegur sapa. Kekompakkan tim harus kita bangun. Relasi bukan hanya atasan dan bawahan, tetapi juga menjadikan relasi atasan dan bawahan itu relasi antar kerabat dan sahabat.”

Semuanya ini yang sangat mengena. Tak heran, bagi banyak masyarakat Lembata, meski hanya 9 bulan sebagai penjabat tetapi kenangan indah telah dipaterikan Piter. Ia ibaratnya sebuah  ‘trailer’ sebuah film.  Dan Lembata memberi penghormatan terakhir kepada Sinun Petrus Manuk dengan Merah Putih. Selamat Jalan Penjabat Bupati Lembata. +++


sandro.wangak/berbagai.sumber


 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *