LEWOLEBA – SMAS PGRI Swasthika Lewoleba resmi ditetapkan sebagai Sekolah Model yang konsisten menerapkan Pembelajaran Mendalam (PM) serta mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Predikat ini menjadikan sekolah tersebut sebagai laboratorium inovasi sekaligus pusat rujukan bagi sekolah lain di sekitarnya dalam menyiapkan siswa menghadapi era digital.
Acara sosialisasi sekolah model yang digelar di aula SMAS PGRI Swasthika Lewoleba dihadiri oleh seluruh bapak ibu guru. Kegiatan dibuka oleh Pengawas Pembina SMA, Ibu Erni Johan, S.Pd, yang menegaskan bahwa predikat sekolah model bukanlah beban, melainkan panggung pembuktian diri.
“Predikat Sekolah Model bukan sebuah beban, mari kita ubah cara pandang untuk menjadikannya panggung pembuktian diri,” ujarnya dalam sambutan.
Selain itu, Kepala Sekolah Symson Reynold’s Franeyseo, S.Sos menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam menghadapi tantangan pendidikan modern.
“Jangan batasi diri dengan pola pikir lama. Mindset berkembang membawa kita pada peluang baru,” katanya penuh semangat.
Kegiatan ini juga menghadirkan Vinsensius Koi, S.Pd sebagai fasilitator yang memberikan materi tentang strategi implementasi PM dan KKA di kelas. Para guru tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari teori hingga praktik pembelajaran berbasis teknologi.
Dengan ditetapkannya SMAS PGRI Swasthika Lewoleba sebagai sekolah model, diharapkan sekolah ini mampu menjadi pionir dalam mengintegrasikan pembelajaran mendalam dengan literasi digital, sehingga siswa tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan di era kecerdasan artifisial.+++
hypol.making
