Pater Kirchberger, Misionaris dan Dosen Eropa Terakhir di Ledalero

ENDE, SULUH NUSA – JUDUL asli dari tulisan ini adalah Penulis Buku Allah Menggugat Telah Tiada.


Saya mengenal beliau ketika saya masuk biara 1984. Mengenalnya lebih dekat dengan beliau ketika saya bekerja di kantor Pusat Penelitian Agama dan Kebudayaan “Candraditya” Ledalero sejak tahun 1988.

Kami satu komunitas sejak tahun 1988 – 2008. Saya mengenalnya sebagai seorang teolog besar. Namanya terkenal dan disegani, tapi dia seorang konfrater yang rendah hati dan selalu membantu orang-orang yang datang meminta bantuannya.

Dia bersedia membantu kapan saja. Dia menjadi inspirasi dalam penghayatan hidup saya sebagai biarawan misionaris bruder SVD. Dia aadalah P. Kirchberger Georg, SVD atau biasa disapa P. Kirch.

P. Kirch, SVD, lahir di kota Kastl, Jerman 27 Mei 1947. Dia masuk Novisiat SVD tahun 1967 di St. Gabriel Modling, Austria. Tahun 1968-1975, Kemudian studi filsafat dan Teologi juga di St. Gabriel, Modling, Austria. Lalu beliau ditahbiskan menjadi imam 11 Mei 1975.

Setelah ditahbiskan P. Kirch dikirim ke Indonesia dan tiba pada tanggal 10 Nopember 1975 di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Indonesia.

Mulai tahun 1976, beliau menjadi dosen di STFK Ledalero. Dari tahun 1983-1986 melanjutkan studinya di St. Augustine, Jerman.

Setelah menyelesaikan Pendidikan doktoratnya dalam bidang Teologi, P. Kirch Kembali ke Indonesia.

Dia kembali menjadi dosen di STFK Ledalero dan formator di Seminari Tinggi St. Paulus – Ledalero.

P. Kirch adalah seorang WNA pertama yang menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana Magister Teologi di lingkup STFK Ledalero.

Para misionaris asal Eropa memainkan peranan penting di Lembaga STFK Ledalero sejak berdiri 1932 sampai sekarang dan P. Kirch adalah dosen asal Eropa terakhir yang mengabdikan hidupnya di lembaga calon imam ini.

Selain pengabdiannya di STFK Ledalero, beliau juga dipercayakan oleh Pimpinan Provinsi SVD Ende untuk beberapa tugas penting dalam serikat, seperti menjadi Anggota Dewan Provinsi SVD Ende, Anggota Dewan Rumah Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Staf Lembaga Pembentukan Berlanjut Arnoldus Janssen, Direktur Penerbit Ledalero dan beberapa tugas lainnya.

Sebagai seorang doktor teologi, ide dan pemikirannya selalu disumbangkan untuk Gereja Lokal maupun Gereja universal lewat kuliah dan ceramah-ceramah di tempat lain.

Karena itu P. Aurelius Pati, SVD menyampaikan “Kita kehilangan satu tokoh besar, tidak hanya di kalangan SVD tapi juga di kalangan teolog dan akademis Gereja Indonesia”.

Sementara P. Yohanes Porsi Nusa de Deo, SVD, seorang anak didiknya menulis: Teolog “Allah Menggugat” ….Selamat Jalan.

Refleksi imanmu tak’kan tergerus oleh arus zaman, karena membuat kami selalu tergugah dalam kesibukan rutinitas. Ujung refleksimu mengajak kami untuk selalu bertobat dan setia berjalan di jalan Allah, tidak melewati batas kerapuhan dan kesombongan.

Refleksi teologismu adalah kritik atas diri dan hidup manusia, mengajak setiap insan untuk rendah hati, bercermin pada inspirasi Roh.

“Allah menggugat” adalah titipan kekayaan rohanimu, sebuah cara meretas jalan bersatu dengan karya keselamatan.

Gustavo Gutierrez, Leonardo Boff, cs mewartakan “Allah yang membebaskan” dengan cara khas, George Kirchberger dengan murid-muridnya mewartakan “Allah yang menyentuh hati orang beriman, lewat dialog kasih (menggugat dengan kasih). RIP MAESTRO!

P. Kirch bukan hanya seorang teolog di mimbar saja, tetapi selalu dekat dengan orang-orang kecil. Rela membantu mahasiswa dan umat yang membutuhkan. P. Kirch seorang yang suka mendengarkan, berkata jujur dan bertanggungjawab.

Dia juga seorang pelopor dan penasihat Koperasi Pintu Air.

Lewat pesanan WhatsApp yang dikirim kepada saya, P. Paulus Budi Kleden, Superior General SVD di Roma menulis “Saya sangat sedih, mendapat berita meninggalnya P. Georg. Bersamamu semua anggota SVD Provinsi Ende, saya kehilangan seorang sahabat yanh suka mendengar, memberanikan kita untuk jadi diri sendiri secara jujur dan bertanggungjawab. P. Georg adalah seorang misionaris yang amat mencintai semua yg dilayaninya. Dia seorang formator yang menekankan kebebasan dan tanggungjawab. Seorang teolog yang amat kreatif dan produktif. Tapi juga dekat dengan orang-orang kecil. P. Georg mengambil beberapa inisiatif untuk mendorong perbaikan ekonomi keluarga-keluarga miskin dan turut promosikan koperasi kredit. Contoh seorang SVD yang setia pada Sang Sabda dan menyatu dengan umat. RIP

 

P. Kirch, engkau pergi selamanya, tetapi jasa dan kebaikanmu yang telah ditaburkan tetap hidup di tengah para konfratermu dan umat yang pernah Pater layani.

Terima kasih banyak untuk semua pengorbanan dan pelayanan untuk Serikat, Gereja dan umat Allah.

Saudaramu,
Gaby Wangak, SVD

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *