Nenek Ima dan Sepetak Mushola Jabbal Nur

Suluh Nusa, Lewoleba – Naima Abu Bakar (66) selama tiga tahun terakhir membersamai 40 santri dan santriwati belajar mengaji di Dusun Leu Toher, Desa Hingalamamengi, Kec. Omesuri. Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Setiap sore ia berjalan kaki dari rumahnya menuju musholah Jabbal Nur Leu Toher untuk mengajar santri dan santriwati. Jarak yang harus ditempuh sekitar 500 meter, dalam kondisi yang sudah renta, ia harus berjalan kaki dengan jalan yang menanjak menuju musholah.

Selama 30 tahun ia telah mengajar santri dan santriwati membaca Al-Quran, semula mengajar di rumah kemudian pindah ke Musholah dalam tiga tahun terakhir.

Motivasi terhadap terbesar nya adalah untuk mengisi hari tua dengan amal kebaikan untuk bekalnya di akhirat

Nenek Ima adalah istri dari Kakek Kahrudin (68). Imam besar Mmasjid Ar-Rahama Leuwehe di. Sejak tahun 2018, ia mulai sakit- sakit sampai pada tahap pikun di usia yang belum terlalu tua, sehingga ia harus beristirahat di rumah.

Setiap hari selepas mengurus segala kebutuhan kakek barulah nenek Ima berangkat ke Musholah. Dari mengajar, ia diupah Rp. 250.000 per bulan dan digunakan untuk membeli obat obatan kakek. Untuk menambah pengahasilan, Nenek juga menjadi petani jagung.



Melihat kondisi kakek yang lemah di tempat tidur, ia tetap merawatnya dengan penuh cinta. Sambil berkaca kaca, ia bercerita bahwa musholah tempat ia mengajar saat ini adalah hasil dari ide kakek bersama warga untuk mewadahi tempat ibadah dan belajar Qur’an generasi penerus mereka di dusun.

Musholah Jabbal Nur hanya berukuran 6×6 meter, dengan setengah tembok dari bambu. Atap bocor dimana mana. Sesekali santri harus duduk sempit sempitan ketika cuaca sedang tidak bersahabat. Ketika hujan, air akan masuk dari atap juga merembes dari dinding dinding musholah. Karpet juga ikut basah.

Sebelumnya musholah ini adalah rumah adat masayarakat Leu Toher, kemudian sejak tahun 2018 diubah menjadi tempat ibadah. Dengan fasilitas terbatas, tidak ada tempat berwudhu hanya ada ember seadanya, masyarakat dan anak anak tetap semangat menggunakannya

Komitment untuk membersamai anak anak belajar Al Quran di Jabbal Nur juga adalah bagian dari dukungannya terhadap dakwah suaminya di desa ini. Nenek Ima berharap, Musholah Jabal Nuur segera bisa direnovasi agar anak anak dapat belajar Al Quran dengan Nyaman dan masyarakat dapat menggunakannya untuk sholat lima waktu dengan layak.***

Andy Pureklolon SPTL

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *