suluhnusa.com-Role play, Sehari Menjadi Bupati Lembata di gelar 21 Oktober 2016.
Diawali karantina dan pembekalan tentang berbagai materi, para peserta yang masuk seleksi Plan International Area Kerja Lembata diminta untuk memaparkan program dan visi misi bila terpilih menjadi Bupati Lembata.
Tema yang disodorkan untuk dibahas adalah Yang Muda Berkarya Untuk Berdaya.
Sepuluh peserta calon Bupati Lembata versi Plan Internasional ini diberikan waktu untuk memaparkan visi misi berikut program yang akan dilaksanakan.
Salah satu peserya Maria Cindya Dai dari SMA N 1 Lewoleba, dalam paparannya berkomitmen merubah mental
Dukung program presiden Indonesia, Joko widodo. Revolusi mental.
Menurut Cinday-demikian remaja kelahiran Sabu ini disapa, kaum muda mesti berkarya. Berkarya demi peningkatan pemberdayaan diri dan daerah.
Sayangnya, kaum muda di Lembata kerapkali acuh tak acuh. Masa bodih dan tdak ingin terlibat dalam kegiatan yang berdaya guna bagi dirinya dan masyarakat Lembata.
Padahal, kaum muda Lembata memiliki potensi yang luar biasa bila diberdayakan dengan baik.
Ketika disinggung soal mental kaum muda Lembata yang kerap bebas sebebas bebasnya, Cinday menilai ada yang salah dalam metode pembinaan dalam keluarga.
Baginya, kaum muda Lembata harus didampingi dengan metode kasih sayang.
Artinya, orang tua bisa memberikan kasih sayang utuh kepada anak anak muda.
Hal lain yang disoroti, Cinday adalah keterlibatan kaum muda dalam program Kelompok Usaha Bersama juga juga petani kaum muda.
Sebab, menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Lembata yang didapat Cinday saat melakukan wawancara pemetaan potensi pertanian, dari 53 ribu lahan pertanian keterlibatan kaum muda tidak mencapai 10 persen, hanya 8 persen.saja.
Sementara itu soal perhatian pemerintah dalam pemberdayaan kaum muda masih pada tataran wacana. Apalagi kebijakan pemrintah dalam pemberdayaan kaum muda wanita.
Dirinya berharap agar pemerintah bisa konsen dalam merancang program pemberdayaan bagi remaja wanita dalam berusaha dan berkarya. (sandrowangak)
