suluhnusa.com_Pertanian adalah bidang yang sangat strategis karena menyangkut berbagai sendi kehidupan manusia.
Pertanian mempunyai makna yang sangat penting kebutuhan dasar manusia terutama pangan dan sandang berasal dari bidang pertanian. Goncangan terhadap sektor pertanian dapat berimbas pada sektor ekonomi, dan politik bahkan sosial budaya.
Oleh kerena itu pemerintah kabupaten Lembata mengarahkan pandangan pada dunia pertanian dalam program Melati Mekar (Menbangun lahan tidur menujuh masyarakat sejahtera ). Lahan tidur merupakan Lahan marginal dan kurang nutrisi sehingga sulit ditanami. Lahan yang memiliki lapisan permukaan yang kurang dari 30 cm.
Dalam upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan Pemda Kabupaten Lembata melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lembata mengemas sebuah program yang bernama Melati Mekar (Membangun lahan tidur menujuh masyarakat sejahtera). Melati mekar sebuah nama yang indah terdengar telinga. lahan tidur di Kabupaten Lembata seluas 55,731 ha.
Luas lahan ini sesunggunnya sebagai suatu media untuk berusaha dan menggairakan dalam menatap lahan tidur sebagai suatu sarana guna mendatangkan sejumlah uang (bernilai ekonomis). Dengan mengolah lahan tidur menjadi lahan potensial diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat petani di Lembata . Peningkatan ekomoni kerakyatan memiliki peluang yang signifikan pada bidang pertanian.
Dalam upaya membangun lahan tidur dibutuhkan suatu teknologi sederhana yang dapat dilakukan oleh petani. Hal ini dibutuhkan keterampilan petani. Keterampilan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan sekitar. Keterampilan menata lahan tidur menjadi tempat yang bergairah. Tempat yang menggairahkan petani dalam bekerja.
Sebab kebanyakan orang beranggapan mengelolah lahan tidur harus menggunakan teknologi, alat dan mesin pertanian modern. Boleh jadi dengan menggunakan teknologi, alat mesin pertanian (alsintan) modern petani menjadi kesulitan menerima dan beradaptasi. Pegolahan lahan tidur melalui system Intensifikasi, rehabilitasi, ekstensifikasi, disertifikasi. Program melati mekar menjadi program primadona pada dinas pertanian kabupaten Lembata .
Menjadi hal yang sangat mengembirahkan jika lahan tidur akan diolah menjadi lahan yang produktif. Namun, menjadi hal yang menantang bila mental petani tidak di siapkan untuk bekerja keras. Ini tugas dinas terkait dengan menempatkan penyuluh h pertanian yang handal.
Hal utama yang harus dilakukan oleh seorang penyuluh h adalah mengubah pola pikir dan pola pandang masyarakat tentang lahan tidur. Sebab bagi kebanyakan orang lahan tidur merupakan lahan yang kurang potensial. Pertanyaan akan muncul, bagaimana agar lahan yang kurang ptensial itu menjadi bermanfaat ekonomis?
Lahan yang kurang potensial itu menjadi lahan bermanfaat dengan menerapkan pertanian berkelanjutan. Pertanian berkelanjutan boleh ditawarkan saat ini dalam pelaksaan program melati mekar. Pertanian berkelanjutan merupakan solusi yang memiliki nilai positif. Dalam sistem pertanian rama lingkungan, dengan penerapan system pertanian berkelanjutan maka perlu diperhatikan adalah pertama menerapkan teknologi pertanian sederhana dan tepat guna.
Kedua dengan menerapkan metode input eksternal rendah dan pemupukan berimbang, ketiga sistem pengolahan pertanian dan sumber daya terpadu.
Keempat menerapkan pertanian organik rama lingkungan dan terintegrasi. Dan tidak kalah pentingnya adalah seorang petani harus mampu melihat potensi yang ada di lahan tidur seperti tanaman mana yang cocok di tanami (tanaman hortikultura, tanaman pangan atau tanaman perkebunan dan kehutanan) daerah seperti apa untuk peternakan atau gembalaan ternak semuanya itu diperlukan kemampuan petani dalam membagi lahan tidur sesuai kelas kemampuan lahan.
Dengan menggunakan teknologi yang tepat dan keterampilan dalam mengolah lahan tidur diharapkan petani memenuhi kebutuhan hidupnya dari tanahnya sendiri. Petani tidak perlu lagi membeli bawang, cabai dan kentang yang di impor dari daerah lain. Dan pastinya kerena diimpor harga di pasaran pun menjadi sangat mahal.
Fokus pembangunan pertanian adalah pemberdayaan petani, daya saing produk, dan kelestarian lingkungan. Mengenai daya saing produk susungguhnya harus ada sentra-sentra produksi dengan kualitas dan kuantitas yang mampu bersaing di pasaran nasional dan dunia. Seandainya daerah menargetkan hal itu.
Mengenai kelestarian lingkungan sudah saatnya pemerintah memberikan penghargaan kepada petani-petani yang mempraktekan system pertanian ramah lingkungan. Pemanfaatan pupuk organik dan pengurangan penggunaan pestisida.
Nah yang menjadi problem terbesar adalah sekarang justru, para lulusan pertanian yang enggan terlibat langsung turun ke sawa dan ladang untuk menerapkan apa yang mereka peroleh dibangku kuliah. Mereka lebih tertarik menjadi pegawai.
Bagaimana pertanian dapat berkembang jika mereka yang diembani tugas enggan menyingsingkan lengan dan bergulat dengan tanah dan lumpur. Mereka para pengambil kebijakan hanya mampu melontarkan ide-ide yang boleh dianggap ide gila dalam sebuah akronim Melati Mekar.
Dengan ide-ide gila itu mereka mengharapkan hasil dari melati mekar pun menggila (fantastik).Mereka bisa saja saat melontarkan ide melati mekar sedang bermimpi tentang melati yang sedang mekar sehingga terpesona dengan keharuman kembangnya. Namun sayang, melati sekarang belum lagi mekar.
Mengapa dikatakan Melati belum lagi Mekar sebab selama lima tahun pelaksanaan program melati mekar tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian rakyat dan kehidupan petani. Tidak adanya sentra-sentra produksi pertanian yang menyolok yang diberikan oleh program melati mekar.
Problem yang juga tak kalah pentingnya dan bisa saja terlupakan oleh pengambil kebijakan adalah kesejahtera an para penyuluh h. Kesejahteran para penyuluh pertanian lapangan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program melati mekar.
Bagaimana mungkin petani dapat hidup sejahtera jika para pendamping/ pennyuluhnya tidak sejahtera . Jika penyuluh h tidak sejahtera boleh jadi ia bekerja semau gue. Jika penyuluh pertanian lapangan bekerja semau gue, yang akan berdampak pada kegagalan program melati mekar, dengan hasil asal bapak senang. Jika hal ini terjadi maka perlu dikoreksi dan refleksi mendalam.
Ketika penyuluh h sejahtera maka ia akan terdorong dan memiliki ide-ide cemerlang dalam membimbing para petani untuk dapat hidup sejahtera. Penyuluh h akan memberikan semangat dan keterampilannya dalam bidang pertanian dengan suatu harapan petani dampingannnya memiliki kemampuan, keterampilan dan sumberdaya manusia yang memadai.
Dengan sumberdaya yang mumpuni petani mampu mengolah lahan tidur menjadi lahan potensial. Hidup petani menjadih lebih baik dan berkecukupan. Dengan berkecukupan hasil pertanian (pangan) selebihnya akan dirahkan pada pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga.
Oleh karena itu ciptakan kemakmuran melalui sektor pertanian sebab sudah saatnya para pelaku pertanian hidup sejahtera dengan tidak melupakan hal-hal urgen yang turut membantu keberhasilan program melati mekar.
Yoseph Y. M. Wuwur
Penyuluh pertanian
Tinggal di Lembata
