Bill Gates Ke Bali 2016

suluhnusa.com_Disponsori leh STIKOM Bali. Big bos Microsofts Bill Gates dipastikan akan datang ke Bali tahun 2016 untuk menghadiri pertemuan World ICT and Culture Forum yang digelar STIKOM Bali.

Hal itu dikatakan Prof. Dr. I Made Bandem, MA, pembina yayasan Widya Dharma Santhi, dan Dr. Dadang Hermawan, Ketua STIKOM Bali di sela-sela acara dies natalis ke-12 perguruan tingginya, Minggu (10 Agustus 2014) malam di hotel Aston Denpasar.

Menurut Made Bandem, Bill Gates sudah lama mengikuti perkembangan STIKOM Bali sebagai perguruan tinggi ICT yang konsen dengan soal seni dan budaya.

“Karenanya begitu kami mengundangnya datang ke STIKOM Bali, justru dia menantang kami untuk menggelar sebuah forum yang mempertemukan para pakar budaya dan ICT, barulah dia mau hadir. Kami menyanggupi dan Bill Gates sangat senang. Dia siap hadir sebagai keynotes speaker,” kata mantan rektor ISI Denpasar dan ISI Yogyakarta itu.

Dadang Hermawan menambahkan, pihaknya sudah membentuk tim inti yang bertugas menggodok pokok-pokok materi apa saja yang merupakan kolaborasi antara seni budaya dan ICT untuk dipresentasikan di dalam forum tersebut.

Dia mengatakan, event internasional ini akan menghadirkan para pakar seni budaya dan ICT dari dalam dan luar negeri.

“Forum ini akan membicarakan dampak perkembangan ilmu pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tanpa menggerus nila-nilai budaya yang sudah ada di masyarakat,” beber Dadang Hermawan.

“World ICT Forum ini gelar menyambut dies natalis ke-15 STIKOM Bali pad0 10 Agustus 2016,” ujar Dadang Hermawan.

Rencana kedatangan Bill Gates itu juga disambut gembira oleh I Made Dwi Suardiana, S.Kom, Ketua Ikatan Alumni STIKOM Bali.

Menurutnya, kehadiran Bill Gates yang sudah terkenal sebagai icon teknologi informasi akan meningkatkan citra semua stakeholder di STIKOM Bali.

“Sebagai alumni, tentu kami semua juga bangga seorang Bill Gates bisa datang di STIKOM Bali,” pungkasnya.

STIKOM Produksi Film Kuno Bali

Dilain pihak, kerinduan masyarakat Bali untuk mengetahui keindahan alam Pulau Dewata yang masih alamaih dan alunan musik gamelan di masa lalu akan segera terobati.

Sebab per Oktober 2014 nanti, STIKOM Bali akan meluncurkan hasil rekaman ulang CD dan DVD yang diolah dari berbagai koleksi rekaman audio dan film tentang gamelan dan tembang-tembang kuno Bali yang bersumber dari puluhan piringan hitam yang direkam oleh Odeon dan Becca dan film-film hitam putih karya Collin McPhee dan lain-lain selama periode 1928 – 1938.

Hal itu dikatakan Prof. Dr. I Made Bandem, MA dalam sambutannya sebagai pembina Yasayasa Widya Dharma Santhi – yayasan pengelola STIKOM Bali -dalam Dies Natalis ke-12 STIKOM Bali di hotel Aston Denpasar, Minggu (10 Agustus 2014) malam.

Menurut Made Badem, proyek itu terlaksana setelah STIKOM Bali memenangkan dana hibah CUNNY dan Mellon Foundation senilai USD 40.000 atau sekitar Rp 400 juta.

Dikatakan, proyek yang akan berlangsung sampai Mei tahun 2015 dan kolaborasi dengan Dr. Edward Herbst dari Amerika Serikat ini bertajuk “Restoration, Dissemination and Repatriation of the Earliest Music Recording And Films in Bali” yang secara khusus akan mengkompilasi dan memproduksi lima (5) keping CD dan DVD tentang Bali kuno.

Dikatakan, kerja sama semacam ini menegaskan peran STIKOM Bali sebagai kampus yang mengedepankan teknologi berbasis akar kultur sebagai upaya merawat pusaka dan tradisi budaya masa lalu dan merangsang laju kreativitas masa depan. “Ini pun telah nampak dari berbagai karya dosen dan tugas akhir mahasiswa STIKOM Bali yang menyatukan seni budaya dan teknologi,” tukas Made Bandem.

Pada bagian lain Made Bandem mengatakan, pada semester pertama 2015, STIKOM Bali akan menjadi “host” dan “co-partner” bagi 15 mahasiswa University of Connecticut dar Amerika Serikat dipimpin Dr. Roberts W. Stephens, seoranh ahli musik-musik dunia, yang juga akan memberikan serangkaian seminar dan pelatihan dalam bidang metodologi dan proses riset ethnografis.

Kata Bandem, kerja sama ini sebagai realisasi dari Bali Cross Culture Program yang digagas STIKOM Bali sejak 2010 lalu.

“Kami menawarkan suasana pembelajaran yang unik dimana para mahasiswa asing ditantang untuk bersentuhan langsung dengan alam dan masyarakat Bali, membuka wawasan, mempelejarai berbagai hal dari arsitektur tradisional Bali sampai pembuatan Ogoh-ogoh, dari melukis mural sampai membuat animasi, langsung dengan para ahlinya dalam suasana kelas tanpa dinding,” pungkas Prof. Made

Bandem yang juga adalah salah satu putra Indonesia penerima penghargaan “Red Carpet” dari pemerintah Amerika Serikat sebagai kemudahan mendapat visa masuk untuk tinggal di Amerika Serikat.(rahmansabonnama)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *