suluhnusa.com_Adanya dugaan kasus penyelewengan bansos. Bukannya tidak tepat sasaran, tetapi memang bansos itu tidak sampai ke masyarakat.
Adalah desa Jerigo, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa tenggara Barat. Dalam laporan dinas terkait, desa Jerigo masuk menjadi salah satu desa sasaran bantuan sosial. Ternyata setelah ditelusuri bantuan sosial itu tidak sampai.
Bansos tersebut berupa, berupa sapi, sayangnya di lapangan tidak da kandang sapi.
Irah salah satu tokoh masyarakat di desa Jerigo kecamatan Suela, Lombok Timur, NTB, 14 Oktober 2015, kepada media ini menjelaskan, bantuan Sapi dari pemerinta Lombok Timur itu disalurkan melalui yayasan NW Pancoran. Akan tetapi sampai dengan saat ini bantuan tersebut tidak sampai ke desa Jerigoh.
“Megenai bantuan sapi itu kami tidak tahu, karena tidak melalui desa dan dusun, itu melalui yayasan NW Pancor. Sampai sekarang bantuan itu tidak sampai ke desa Jerigoh,” ungkap Irah.
Lebih jauh Irah mengungkapkan bantuan ini sudah dimulai tahun 2011 sampai 2014 berjumlah 400 ekor Sapi, akan tetapi bantuan itu tidak tahu kejelasannya.
H. Daeng Hamja, anggota DPRD Provinsi NTB, menceritakan, bantuan Sapi unuk desa Jerigoh itu sudah disalurkan akan tetapi dipinjamkan oleh pengurus. Dan itu salah. Sebab itu, dirinya meminta agar pengurus yang menggunakan bansos itu, agar segera mengembalikan.
Hamja juga menyesalkan, tindakan pemerintah daerah yang terkesan masa bodoh. Ha ini menghambat peningkatan kesejahteran masyarakat.
“Seharusnya dengan adanya kejadian ini baik pemerintah maupun aparat bertindak tegas dan diproses secara hukum,” tutupnya Hamja. (habib)
