KALABAHI — Persoalan permodalan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan usaha. Menjawab persoalan tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Alor menggandeng Bank NTT untuk membuka akses informasi pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya para pelaku UMKM yang telah menjalankan usaha, tetapi juga masyarakat yang baru memiliki keinginan untuk memulai usaha produktif.
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Alor, Aksa Yuniorita Blegur atau Nita Blegur, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama seluruh DPD II Partai Golkar di 22 kabupaten/kota.
Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab politik Partai Golkar untuk ikut mendorong penguatan ekonomi masyarakat, khususnya melalui sektor UMKM.
“Program ini merupakan program DPD I Partai Golkar bersama seluruh DPD Kabupaten/Kota se-NTT sebagai bentuk tanggung jawab Partai Golkar untuk mendukung penguatan dan peningkatan usaha bagi pelaku UMKM di NTT, khususnya di Kabupaten Alor,” ujar Nita kepada wartawan, Senin, 10 Agustus 2026.
Nita menilai akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu faktor penting agar pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas.
Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang utuh mengenai skema pembiayaan KUR, termasuk persyaratan, mekanisme pengajuan, plafon pembiayaan hingga kewajiban penerima kredit.
“Dengan sosialisasi ini targetnya adalah para pelaku UMKM bisa mendapatkan informasi lengkap tentang pendanaan KUR untuk penguatan usaha. Dan tidak hanya bagi pelaku UMKM yang sudah berjalan, namun juga bagi masyarakat yang baru berminat untuk menjadi pelaku UMKM,” katanya.

KUR Bank NTT dalam kegiatan tersebut diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pembiayaan bagi usaha produktif dengan sejumlah fasilitas, antara lain bunga yang relatif rendah, proses pengajuan yang mudah dan cepat, plafon hingga Rp500 juta serta tenor yang fleksibel.
Namun, Nita mengingatkan masyarakat agar pembiayaan usaha tidak dipandang semata-mata sebagai pinjaman, melainkan harus dimanfaatkan secara produktif dan bertanggung jawab.
Menurut dia, tambahan modal seharusnya benar-benar diarahkan untuk memperbesar kapasitas usaha, meningkatkan produksi, memperluas pemasaran, maupun menciptakan sumber pendapatan baru.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari program serentak DPD I Partai Golkar Provinsi NTT bersama seluruh DPD II Partai Golkar di 22 kabupaten/kota dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dengan mengusung tema “Bersama Mendorong UMKM Naik Kelas, Ekonomi Masyarakat Tumbuh dan Mandiri.”
Sosialisasi dijadwalkan dibuka secara daring oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman serta dijadwalkan dihadiri Gubernur NTT Melki Laka Lena.
Bagi Nita, keterlibatan berbagai pihak dalam program tersebut penting agar persoalan akses pembiayaan UMKM tidak berhenti pada wacana. Ia berharap informasi mengenai KUR dapat benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan modal usaha, terutama pelaku usaha kecil yang selama ini mengalami keterbatasan akses pembiayaan formal.
“Sosialisasi ini targetnya adalah para pelaku UMKM bisa mendapatkan informasi lengkap tentang pendanaan KUR untuk penguatan usaha,” ujarnya.
Ia menyebut sektor usaha yang dapat dikembangkan masyarakat cukup luas, mulai dari perdagangan, jasa, pertanian, peternakan hingga berbagai usaha produktif lainnya.
Untuk itu, Nita mengajak masyarakat Alor tidak pasif menunggu peluang, tetapi mulai memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan resmi yang tersedia untuk mengembangkan usaha.
“Mari manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” kata Nita.
Menurut dia, penguatan UMKM tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan omzet pelaku usaha, tetapi juga menyangkut penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan keluarga dan penguatan ekonomi daerah.
Karena itu, akses permodalan harus diikuti dengan kemampuan mengelola usaha secara baik. Masyarakat juga perlu memahami bahwa pembiayaan harus digunakan sesuai kebutuhan usaha dan disertai kemampuan mengembalikan pinjaman.
Dengan demikian, KUR diharapkan tidak sekadar menjadi sumber utang baru, tetapi menjadi instrumen untuk mendorong usaha produktif tumbuh lebih kuat dan mandiri.
DPD Golkar Alor menyatakan akan terus mendorong penguatan UMKM sebagai salah satu sektor strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Sosialisasi KUR Bank NTT tersebut akan digelar Kamis (13/8/2026) pukul 09.00 WITA di Aula Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Alor.
Pendaftaran kegiatan sosialisasi KUR Bank NTT tersebut gratis dengan kuota terbatas. Pelaku UMKM maupun masyarakat umum yang berminat mengembangkan usaha dapat mendaftarkan diri melalui kontak person: Oket: 081353913802, Frengki: 082191784526.+++
j.k
