LEWOLEBA — Untuk pertama kali Dealer resmi Suzuki Mobil Lembata menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan bagi 50 anak yatim di showroom perusahaan di Jalan Trans Lembata, Lamahora, Lewoleba, Sabtu, 14 Maret 2026.
Satu satunya dealer resmi mobil yang memiliki showroom di Lembata ini tidak sekedar mengejar profit tetapi memberikan santunan kepada anak yatim piatu.
Acara yang dihadiri Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir, Kapolres Lembata Nanang Wahyudi, serta Kepala KUA Nubatukan Assadullah Abdullah ini dikemas sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap peran dunia usaha, kegiatan semacam ini menjadi cara perusahaan menunjukkan bahwa aktivitas bisnis tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga menyentuh dimensi sosial masyarakat.
Kepala Cabang Suzuki Mobil Lembata Furqan Yakup Maran mengatakan santunan tersebut diberikan kepada 50 anak yatim yang berasal dari wilayah Kecamatan Nubatukan, mulai dari Desa Waijarang hingga pusat Kota Lewoleba.
Paket bantuan yang dibagikan berupa perlengkapan alat tulis, perlengkapan mandi, dan camilan anak-anak. “Kami mencoba untuk berbagi kepada sesama anak-anak yatim yang ada di daerah ini,” ujar Furqan kepada media.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar.
Menurut Furqan, kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial Ramadan, melainkan direncanakan menjadi program sosial rutin tahunan perusahaan.
Suzuki Mobil Lembata, kata dia, berupaya memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lembata dan para pemangku kepentingan di daerah.
Pendekatan semacam ini semakin sering ditempuh pelaku usaha di daerah, di mana program CSR menjadi instrumen untuk memperkuat legitimasi sosial perusahaan di tengah masyarakat.
Wakil Bupati Muhamad Nasir dalam sapaannya menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Suzuki Mobil Lembata.
Ia menilai momentum buka puasa bersama itu menghadirkan dua dimensi sekaligus: energi spiritual dan energi kolaboratif antara pemerintah dan dunia usaha.
Menurut Wabup Nasir, perusahaan yang mampu memadukan orientasi bisnis dengan kepedulian sosial akan lebih mudah membangun kepercayaan publik.
Ia juga mengingatkan bahwa kepedulian sosial merupakan nilai dasar kehidupan, sehingga seluruh pemangku kepentingan di Lembata diharapkan terus memperkuat perhatian terhadap kelompok masyarakat yang selama ini berada pada lapisan ekonomi paling rentan. +++sandro.wangak
