LEWOLEBA – Kehadiran kantor PT. Pelni di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur berkat kemauan dan dukungan pemerintah setempat. Kemauan dan komitmen untuk maju.
Karena itu proses membangun kantor PT. Pelni di Lembata diproses sejak tahun 2023 silam saat Marsianus Jawa menjadi penjabat Bupati Lembata.
Pembangunan kantor ini tidak hadir secara tiba-tiba, tetapi merupakan bagian dari proses panjang sinergi antara PT PELNI dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata.
Berawal dari komitmen bersama untuk meningkatkan pelayanan transportasi laut di wilayah ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata pada tahun 2023 memberikan dukungan berupa lahan seluas kurang lebih 754 meter persegi untuk pembangunan kantor operasional PELNI di Lewoleba.
Hal ini disampaikan Heri Purnomo, Direktur SDM dan Umum PT. Pelni saat memberikan sambutan peresmian kantor terminal Pont PT. Pelni Lembata, 10 Maret 2026.
“Dukungan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap pentingnya penguatan konektivitas transportasi laut bagi masyarakat kepulauan seperti Lembata. Kita memahami bahwa transportasi laut bukan sekadar sarana mobilitas, tetapi juga menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi, distribusi logistik, serta penghubung antar wilayah di Indonesia. Oleh karena itu, pada akhir tahun 2024 yang lalu telah dilaksanakan groundbreaking pembangunan kantor Terminal Point PELNI Lewoleba sebagai langkah awal menghadirkan pusat layanan yang lebih representatif bagi masyarakat”, ungkap Heri.
Terminal Point Segera menjadi Kantor Cabang
Peresmian terminal point PT. Pelni Lembata ini menjadi titik awal peningkatan status menjadi kantor Cabang PT. Pelni Lewoleba.
Kantor Terminal Point Lewoleba ini diresmikan secara langsung oleh Direktur SDM dan Umum PELNI Heri Purnomo, yang didampingi oleh Vice President Umum PELNI Yustinus Donny Pratomo dan Kepala Cabang PELNI Larantuka Yulianto. Hadir juga Bupati Lewoleba P. Kanisius Tuaq, PJ Bupati Lewoleba Periode 2022/2023 Drs. Marsianus Jawa, Kepala Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Lembata Yance Andrianus Talan dan sejumlah kepala instansi setempat.
Heri turut menambahkan bahwa kantor terminal point ini menjadi simbol komitmen PELNI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur dan kawasan timur Indonesia secara umum. Dan berdasarkan evaluasi kantor terminal point Lewoleba sudah layak menjadi kantor cabang.
“Kami berharap kantor ini dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam mengakses layanan transportasi laut, mendukung distribusi logistik, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui konektivitas antar pulau yang lebih baik,” tambah Heri.
Kepala Cabang PELNI Larantuka Yulianto juga menyampaikan bahwa dengan diresmikannya Kantor Terminal Point Lewoleba ini, Cabang Larantuka semakin optimis dapat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata dan masyarakat sekitar.
“Kantor Terminal Point Lewoleba yang berada di bawah naungan Cabang Larantuka ini akan semakin memudahkan koordinasi operasional dan pelayanan langsung kepada masyarakat setempat. Kami siap memberikan layanan yang lebih cepat, aman dan responsif. Dalam waktu dekat akan ditingkatkan statusnya menjadi kantor cabang,” tegas Yulianto.
Terimakasih PT. Pelni Karena Mendukung Niat Lembata yang berkomitmen untuk maju
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq dalam sambutannya memberi gambaran tentang kesulitan tranportasi di daerah kepulauan NTT dan kehadiran PT. Pelni menjadi solusi tepat.
Sebab menurut Bupati Kanis, kehadiran PT. Pelni berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi di daerah 3T.
Ia menggambarkan ada empat pulau yang menjadi kabupaten sendiri di NTT yang menggantungkan nasibnya pada transportasi laut salah satunya adalah aramda milik PT. Pelni.
“Pulau Rote-Ndao yang menjadi Kabupaten Rote, Pulau Sabu-Raijua yang menjadi Kabupaten Sabu, Pulau Alor-Pantar yang menjadi Kabupaten Alor dab Pulau Lembata yang menjadi Kabupaten Lembata. Kehadiran PT. Pelni memberi solusi tepat sebagai penghubung arus ekonomi dan penumpang keluar masuk pulau. Terimaksih PT. Pelni”, ungkap Bupati Kanis.
Saat ini sudah ada empat kapal Pelni yang melakukan pelayanan ke Lembata dengan data pada tahun 2025 jumlah penumpang yang naik kapal Pelni sebanyak 50 ribu penumpang sementara yang turun sebanyak 51 ribu.
Secara keseluruhan untuk tahun 2026 ini PT Pelni memproyeksikan di sekitar 5,7 juta penumpang, eningkat kurang lebih 11,76 persen bila dibandingkan dengan realisasi jumlah penumpang yang telah menggunakan layanan kapal angkutan penumpang Pelni tahun 2025 yakni sebanyak 5,15 juta orang.
Berdasarkan data resmi yang dibagikan PT. Pelni sebanyak 5.154.080 penumpang telah berlayar dengan kapal Pelni di seluruh rute sepanjang tahun 2025, termasuk perkuatan dalam konektivitas wilayah tertinggal, terdepan, terluar dan perbatasan (3TP).
Data yang diterima suluhnusa. com realisasi jumlah penumpang pada 2025 itu naik sebesar 101,15 persen bila dibandingkan tahun 2024 sebanyak 5.095.483 penumpang.
Tentang PELNI
PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.
Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dimana kapal perintis menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak.+++sandro.wangak
