LEMBATA, SULUH NUSA – MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, meminta PT. (Persero) Pertamina Parta Niaga dan BPH Migas untuk melakukan evaluasi terhadap pengelolah APMS dan SPBU di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Hal ini menanggapi laporan dan konsultasi rombongan Anggota DPR RI Fraksi Golkar Melchias Mekeng bersama, Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa, Ketua DPRD Lembata, Petrus Gero dan Penjabat Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi dan Sekda Lembata, Paskalis Ola Tapobali dalam pertemuan dengan Menteri ESDM dan BPH Migas.
Rombongan ini bertemu Menteri ESDM untuk mencari solusi mengurai masalah BBM di Lembata yang saban hari makin krodit.
Pertemuan berlangsung di Kantor BPH Migas di Jakarta Selatan,Kamis, 2 Maret 2023. Melchias Mekeng dan rombongan diterima anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman, dan Eko salah seorang pejabat PT Pertamina Patra Niaga. Hadir juga Wasekjen DPP Golkar Herman Hayong serta Staf Ahli Komisi XI DPR RI Alex Atawolo dan Fransiskus Xaverius Namang.
Permintaan Menteri ESDM kepada BPH Migas dan PT. Pertamina Parta Niaga ini disampaikan Ketua DPRD Lembata kepada wartawan di Gedung DPRD Lembata, 9 Maret 2023.
Hal ini sebagai respon cepat Menteri ESDM terhadap pengaduan dari Ketua DPRD Lembata dan Penjabat Bupati Lembata. Setidaknya ada tiga persoalan BBM yang disampaikan oleh Petrus Gero, yakni metode suplai BBM yang panjang dan lama dari Terminal. BBM maumere ke Lembata, Pamanfataan aset Pemda Lembata, Tangki Join Bersama (Jober) dan evaluasi terhadap transportir dan pengelolah baik APMS maupun SPBU.
Terhadap ketiga persoalan yang diutarakan ini, demikian Piter, Menteri ESDM langsung mendisposisikan kepada BPH Migas dan PT. Pertamina Partai Niaga menyelesaikan dengan melakukan kunjungan lapangan untuk melihat kondisi kapal yang selama ini menjadi transportir BBM, melihat proses suplai BBM dari Maumere ke Lembata dan juga melihat kondisi tangki Jober dan dermaga labuh sebagai fasilitas pendukung.
“Disposisi Menteri ESDM, pada kesempatan pertama kepada BPH Migas Pertamina untuk ke Lembata dan menyelesaikan persoalan ini. Dalam dua minggu Menteri ESDM meminta pihak BPH Migas untuk selesaikan. Mudah mudahan mereka ke Lembata dalam minggu ini”, ungkap Gero.
Terkait suplay BBM dalam rapat bersama BPH Migas, Ketua DPD II Partai Golkar Lembata ini menjelaskan metode Suplay BBM ke Lembata yang membutuhkan waktu lebih dari delapan jam dari Maumere ke Larantuka selanjutnya ke Lembata akan mempengaruhi kualitas BBM.
“Saya bersama pa Penjabat Bupati Lembata meminta agar metode suplai BBM yang lama ini harus dipangkas agar kualitas BBM tetap terjaga. Harus ada perubahan metode suplay. Kalau tidak, bisa dipastikan BBM yang beredar di Lembata berkualitas buruk atau rendah karena metode suplay yang memakan waktu lama itu”, ungkap Piter.
Terkait tangki penampung BBM, Piter mengungkapkan tim dari BPH. migad dan Pertamina dalam kunjugannya nanti juga melihat kondisi tangki jober.
“Jikapun tangki Jober tidak dapat dimanfaatkan lagi Pertamina sudah menjamin akan menghadirkan tangki portabel untuk menampung BBM”, tutur Gero.
Selain itu kuota BBM untuk Lembata dinaikkan serta dilakukan study lapangan terkait kondisi tangki Jober milik Pemda Lembata yang dibangun tahun 2010 tersebut.
Dari aspek pengendalian pihaknya meminta agar dilakukan evaluasi berkala terhadap kinerja para pemilik SPBU dan APMS di Lembata.
“Juga harus memasang CCTV pada setiap SPBU agar menjamin pasokan yang masuk itu benar-benar berdasarkan DO dari tempat pengangkutan semacam di Maumere saat ini, sampai ke SPBU itu benar-benar riil,” ujar dia.
Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 6 Maret 2023 mengaku kunjungan BPH Migas menindaklanjut pembahasan BBM bersama Penjabat Bupati, Ketua DPRD Lembata, dan anggota DPR RI, Melchias Mekeng.
“Kita tunggu kehadiran BPH Migas dan Pertamina di Lembata supaya mereka lihat keadaan sebenarnya di sini,” ungkapnya.
Baik Marsianus maupun Piter, mengucapkan terimakasih kepada Menteri ESDM, BPH Migas dan Melchias Mekeng yang sudah melakukan komunikasi bersama untuk mengurai persoalan BBM di Lembata yang sudah berulang tahun lebih dari satu dekade. +++sandrowangak
