suluhnusa.com_ Ronny Samara, pria kelahiran Kabupaten Belu berani menantang usaha bisnis khususnya di barang barang rohani.
Dengan bermodalkan tekad, komitmen dan keyakinan yang begitu gigih, mengantarnya untuk berani membuka “jendela” dan menatap dunia usaha dengan ketenangan.
Sebab, menggeluti dunia usaha dengan berdagang barang barang rohani merupakan sesuatu hal yang tidak masuk akal sehat. Apalagi belum semuanya masyarakat ingin mempergunakannya.
Tetapi karena didorong niat tulus dan mau melayani dengan ikhlas, maka dunia itu tetap diambil sebagai “jalan” menuju kekudusan.
Ditemui di Toko Merlin yang merupakan tempat usahanya, yang berada di jalan Sudirman, pasar lama belum lama ini, Rony yang dengan kerendahan hati menjelaskan panjang lebar mengenai usahanya.

“Saya bersama saudara saudari diberikan warisan oleh orang tua, agar bersama meneruskan usaha dengan menjual barang barang rohani berupa Alkitab, buku buku, lilin, patung, rosario, tasbih, al quran, dan lain sebagainya. Lalu dalam perjalanan kami menjual buah buahan berupa mangga, nenas, durian, pisang, apel, ikan bandeng, salak dan lain sebagainya. Ya namanya juga usaha pasti ada tantangannya tersendiri. Tetapi kami tetap bekerja keras untuk terus memajukan usaha orang tua yang telah diwariskan kepada kami anak anak” kata Semara.
“Kami berusaha menjadikan Atambua sebagai kota pariwisata yang kaya akan ikan ikannya. Apalagi Atambua merupakan kota perbatasan yang seharusnya dijaga dan dimajukan sebagai kota yang dikenal dan terkenal dalam lagunya Koes Plus tentang kolam susuk,” ucap lelaki beristri yang kelihatan rendah hati dan ramah terhadap siapa saja.(Felixianus Ali)
