suluhnusa.com – Orang Lamalera marah. Nelayan Lamalera yang dalam bahasa Lamalera disebut Leva Alap gusar. Mereka tersinggung atas tindakan kepolisian resort Lembata, dan LSM Wildlife Crime Unit yang melakukan penangkapan terhadap Goris D Krova, 22 Nopember 2016.
Mereka menilai ada skenario besar yang dimainkan oleh WCU untuk memancing para nelayan Lamalera keluar dari Levo dan menangkap tanpa surat perintah penangkapan.
Menurut Goris Geletan Hariona, salah satu perwakilan masyarakat Lamalera, kepada wartawan di Lewoleba, 23 Nopember 2016, menjelaskan ada skenario besar yang dimainkan oleh pihak LSM WCU untuk menjebak Nelayan Lamalera dalam hal ini Goris Dengekae Krova.
Hariona merasa heran karena penangkapan yang dilakukan dilakukan itu tdak ada surat penangkapan.
Hal lain yang dirasa ganjil adalah polisi dan WCU hanya menangkap Goris Krova srmentara dua orang yang diduga sebagai pembeli itu tidak ditangkap.
Saat kedua polisi melakukan penangkapan Irma dari WCU sibuk menhambil foto dan dua orang pria yang diduga sebagai pembeli itu hilang begitu saja.
Hariona lebih jauh menjelaskan, berdasarkan cerita Goris Krova bahwa beberapa hari sebelum terjadi penangkapan calon pembeli yang mengaku bernama Akang Mas Bandung bersama temannya sudah berkomunikasi melalui handphone untuk meminta agar Goris Krova membawa insang Pari Manta ke Leowoleba.
Bahkan beber Hariona, Akang Mas Bandung ini menurut informasi dari Goris Krova, sempat mengirim uang 1 juta rupiah sebagai uang transportasi ke nomor rekening Goris Krova.
“Sayangnya uang itu belum sempat di cek, Goris Krova keburu ditangkap”, ungkap Hariona.
Dan Hariona menilai penangkapan terhadap Leva Alap, Goris Krova merupakan cara WCU untuk meningkatkan prestasi sebagai LSM. Dan diduga ditunggapi pihak tertentu untuk menggolkan konservasi yang melarang nelayan Lamalera menangkap ikan paus dan pari sebagai budaya hidup Leva Alap.
Untuk itu Hariona mewakili seluruh Leva Alap, meminta kepolisian untuk tidak menahan Goris Krova atau meningkatkan statusnya sebagai tersangka.
“Kalau mau tahan Goris Krova, tahan kami semua. Kalau mau naikan statusnya maka kami semua juga harus menjadi tersangka”, tegas Hariona. (sandrowangak)
