suluhnusa.com-Sebanyak 56 anak remaja potensial di Lembata, masuk dalam seleksi bakal calon bupati Lembata 2017.
Mereka mendaftarkan diri sejak beberapa bulan lalu dengan mengirim data diri juga video pendek tentang isu perempuan dan anak anak.
Dari bakal calon yang diseleksi ternyata menyisahkan 10 orang anak yang masuk calon bupati Lembata.
“Dari 56 yg daftar, kita sudah seleksi melalui video yg mereka kirim
Ada 10 yg terpilih sebagai calon bupati
Saat ini mereka sedang dipersiapkan dan dibekali dg materi2 perlindungan anak, isu2 terkait anak muda dan public speaking,” ungkap Tari Pujiwati, Communication Specialist Plan International program area Lembata, kepada suluhnusa.com, 19 Oktober 2016.
Tari menjelaskan, kesepuluh calon bupati Lembata ini, diberikan pembekalan selama 3 hari, dan akan dikarantina selama dua hari yakni 19 dan 20 Oktober 2016.
Materi pembekalan yang didapat misalnya, menolak nikah muda, bijak menggunakan internet, indonesia bebas pekerja muda, yang muda berkarya dan berdaya.
“Mereka sudah menentukan tema yang muda, berkarya untuk berdaya yang akan mereka bahas saat melakukan rapat kerja di kantor bupati, 21 Oktober 2016”, jelas Tari.
Selain pembekalan, para peserta kegiatan juga diberikan kesempatan untuk mengunjungi dan melakukan wawancara dengan beberapa SKPD lingkup pemkab Lembata.
Pada saat rundown sebagai Bupati Lembata, para Calon bupati ini akan dijemput dengan mobil Patwal dan iringan menuju ke Kantor Bupati Lembata di Batas Kota dari Hotel Palm Indah.
Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan BIAAG Movement yang sejalan dengan misi pemerintah, yang mendorong anak perempuan untuk tampil dan berprestasi di berbagai bidang.
“Kita harus buka kesempatan seluas-luasnya bagi anak perempuan untuk belajar, memimpin, mengambil keputusan, dan berkembang dengan potensi maksimalnya. Hal ini membantu kita mempersiapkan, baik anak laki-laki maupun perempuan, untuk menjadi pemimpin yang kelak akan memimpin bangsa ini,” kata Tari.
Menurutnya, Hari Anak Perempuan Internasional bisa dijadikan momentum untuk menunjukkan komitmen semua pihak, terkait upaya pemberdayaan dan perlindungan anak perempuan di Indonesia.
Pada kegiatan sebelumnya sehari menjadi menteri KPPS salah saru utusan dari Lembata didaulat menjadi staf ahli Hubungan Antar Lembaga pada kementrian KPPA yaitu Vinsensia Mariana Ongan.
“Anak-anak yang termarjinalkan, tak terkecuali anak berkebutuhan khusus juga didorong untuk ikut kompetisi ini. Mereka yang terpilih mendapat kesempatan kunjungan belajar ke luar negeri”, tegas Tari menambahkan.
Di tingkat global, demikian Tari, Plan International menjadikan Hari Anak Perempuan Internasional untuk memulai gerakan pemberdayaan anak perempuan, yang diistilahkan sebagai ‘Because I Am A Girl (BIAAG) Movement’.
Gerakan ini mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan juga dunia usaha untuk memberikan kesempatan bagi anak perempuan untuk belajar, memimpin, mengambil keputusan, serta mengembangkan potensi maksimalnya, guna meningkatkan kualitas hidup anak perempuan di seluruh dunia.
Sudah banyak upaya yang dilakukan untuk mengakhiri berbagai bentuk ketidakadilan, diskriminasi dan kekerasan terhadap anak perempuan. Meskipun demikian, perjuangan untuk menciptakan situasi yang ideal harus terus dilakukan
Sekedar informasi, Plan International adalah organisasi hak anak dan kemanusiaan independen yang berkomiten agar anak hidup terbebas dari kemiskinan, kekerasan dan ketidakadilan. Sudah lebih dari 75 tahun organisasi ini menjalankan komitmen dan kemitraan yang kuat untuk membantu anak dan kaum muda.
Tujuannya sederhana agar anak anak dan kaum muda memiliki keterampilan, pengetahuan dan kepercayaan diri untuk meraih hak mereka demi kehidupan yang utuh di masa kini dan masa depan. Khususnya anak perempuan dan perempuan, yang paling terpinggirkan. Plan bekerja di lebih dari 70 negara.
“Di Indonesia, Plan International memulai kerjanya pada 1969 berdasarkan nota kesepahaman dengan Pemerintah Indonesia. Saat ini kami bekerja di 4 propinsi: DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dan mensponsori lebih dari 40.000 anak”, tutup Tari. (sandrowangak)
