AMA Jakarta dan Paket Pulang Kampung

suluhnusa.com-Organisasi Angkatan Muda Adonara ( AMA ) Jakarta dalam rangkaian “Paket Pulang Kampung” menggelar Seminar Pendidikan.

Kegiatan ini bertempat di Aula Sekolah Dasar Inpres (SDI) Epubele Dusun Epubele Desa Horowura, Kecamatan Adonara Tengah, Flores Timur (Flotim) Sabtu sore (27/8/16).

Seminar Pendidikan dengan tema “Pendidikan Sebagai Modal Dasar Pembangunan” menghadirkan 3 narasumber diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga (PPO) Flotim Bernadus Beda Keda, Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia ( Agupena) Cabang Flotim Maksimus Masan Kian dan Hendrikus Hali Atagoran, aktivis organisasi juga adalah salah satu pendiri Organisasi AMA – Jakarta.

Ketiga narasumber masing – masing dengan materi, kebijakan dan Terobosan Dinas PPO dalam bingkai Visi dan Misi Dinas PPO Flotim, pendekatan pendidikan berbasis visi kerakyatan, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Flotim dan potensi konflik kebutuhan masyarakat Kecamatan Adonara Tengah dan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

Ketua Panitia Ignasius Pati Ola dalam laporannya menyampaikan tujuan kegiatan seminar diantaranya adalah membangun kesadaran kalangan masyarakat Kecamatan Adonara Tengah akan pentingnya pendidikan serta proses untuk mencapainya, meningkatkan pemahaman tentang pendidikan dikalangan pendidik, akademisi dan pelajar, menyamakan presepsi dari semua elemen masyarakat dan respon terhadap kondisi pendidikan dalam sebuah proses di Kecamatan Adonara Tengah, serta membangun komitmen bersama dalam menyikapi kondisi pendidikan di Adonara Tengah.

“Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah menjadi tanggungjawab kita bersama dan AMA Jakarta ingin memberikan kontribusi itu dengan menyelenggarakn kegiatan seminar pendidikan hari ini, kata Ignasius.

Ketua Umum AMA – Jakarta Michael Agustinus Atakelan dalam sambutannya mengatakan AMA Jakarta sebagai sebuah organisasi kepemudaan yang bersifat independen, mandiri dan bergerak dibidang sosial merasa terpanggil untuk menyumbangkan konsep, ide dan juga aksi dalam membantu upaya pembangunan di daerah.

“Kami generasi muda Adonara di Jakarta merasa terpanggil dan memiliki beban moril untuk berkontribusi dalam upaya pembangunan di daerah. Gelaran seminar pendidikan hari ini, sesungguhnya berangkat dari fenomena kekinian, dimana kita menemukan ada loncatan budaya yang jauh, ketika masyarakat dalam kondisi ekonomi “masih terbilang miskin” harus berhadapan dengan gempuran teknologi digital yang cukup fenomenal.

Munculnya bisnis televisi digital berbayar yang menawarkan hiburan terutama sinetron pada waktu yang pas untuk belajar anak di luar jam sekolah memberi dampak yang buruk terhadap perkembangan kognitif, dan afektif siswa.

Momentum hari ini kiranya bisa bermanfaat dalam membangun komitmen bersama segenap komponen untuk mendampingi anak dalam belajar meraih cita –citanya,” kata Atakelan.

Penjabat Bupati Flotim dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas PPO Flotim Bernadus Beda Keda mengatakan sudah saatnya segala potensi yang ada di daerah dikembangkan untuk sebuah perubahan.

“Segala potensi yang ada didaerah saatnya dikembangkan untuk menciptakan perubahan. Dan potensi itu ada pada generasi muda. Kreativitas, inovasi dan semangat itu ada pada kaum muda. Efektifkan untuk perubahan.

Perlu ada upaya terorganisir, sistematis dan berkelanjutan dalam memberi ruang kepada generasi muda untuk berekspresi.

Seminar pendidikan menjadi momentum kita melihat bagaimana kualitas pendidikan di Flores Timur sejauh ini. Bagaimana dengan proses pembelajaran, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasrana, dan juga akses informasi dan komunikasi. Kita berharap, dari hari ke hari ada upaya perbaikan dan peningkatan kualitas dari setiap komponen itu untuk membawah pendidikan Flores Timur yang lebih berkualitas ke depannya,”demikian disampaikan Bernad Beda saat membaca sambutan Penjabat Bupati Flotim.

Peserta yang hadir kurang lebih 200 orang, terdiri dari unsur Kepala Sekolah dan perwakilan guru SD, SMP, dan SMA se – Kecamatan Adonara Tengah, Kepala Desa dan BPD se- Kecamatan Adonara Tengah, perwakilan organisasi kepemudaan tingkat desa se- Kecamatan Adonara Tengah, utusan siswa, dan warga Kecamatan Adonara Tengah.

Peserta seminar nampak antusias mengikuti seminar ini. Bernad Beda Kepala Dinas PPO Flotim dalam paparan materinya menyampaikan ada 8 standar pendidikan dalam pelayanan pendidikan di Flores Timur diantaranya standar isi, proses, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Kompetensi Lulusan, Sarana Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan dan Standar Penilaian.

“Dinas PPO Flotim bersama komponen terkait, terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Flotim. Pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, sedikitnya ada 400 guru di Kabupaten Flotim yang belum berjazah sarjana difasilitasi untuk mengkuti program perkulian cepat, dan saat ini sebagian sudah diwisuda menjadi sarjana (S1). Sisanya dalam proses persiapan untuk diwisuda.

Ini dilakukan menangapi regulasi secara nasional bahwa akan ada pemberhentian guru yang bukan sarjana untuk tidak lagi mengajar. Selain itu untuk menyelamatkan guru yang sudah mendapat tunjangan sertifikasi karena jika guru tidak sarjana, tunjangan sertifikasi bisa terhapus.

Pada standar sarana dan prasarana, untuk mendekatkan pelayanan pendidikan bagi anak – anak di pelosok kita bangun sekolah negeri baru, mulai dari TKK, SD, SMP dan SMA selain menegerikan puluhan sekolah swasta untuk mengurangi beban biaya pendidikan dari orang tua. Kita berharap, terobosan yang dilakukan dapat memberi dampak positif untuk pendidikan di Flotim,” kata Bernad.

Hendrikus Hali Atagoran dalam paparannya mengatakan hakikat pendidikan adalah mencerdaskan bangsa. Dan sejauh ini, pendidikan diyakini sebagai alat ampuh yang mampu memberika identitas dan membentuk karakter setiap individu dalam kehidupan berbangsa. “Miris memang, orang tua dan juga anak – anak (pelajar) kita saat ini belum bisa memetahkan kebutuhan yang diperlukan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Kita tidak dapat memungikiri bahwa saat ini ada pergeseran nilai dalam pendampingan anak. Jarang memang, kita temukan orang tua mendampingi anak dalam belajar. Justru yang terjadi adalah anak dan orang tua “berebutan remot” untuk memenuhi kebutuhan menonton sinetron kesukaannya yang saat ini menjamur disekian chanel TV.

Ini tantangan bersama dan momentum seminar hari semoga dapat menggugah sekalian kita dalam upaya mendampingi anak, memenuhi kebutuhannya yang bersifat educatif,” kata Hali Atagoran.

Sementara Maksimus Masan Kian Ketua Agupena Flotim dalam paparan materinya mengatakan, teori tentang pendidikan itu sendiri sangat banyak. Tentang pendidikan, secara teori sangat limpah. namun jika tidak direalisasikan maka sama saja dengan kita belum bergerak apa – apa dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Jika sebatas teori tentang pendidikan, maka orang hanya melafalkan itu.

Dan kita belum bergerak selangkahpun untuk berubah. Sekian banyak teori tentang bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan harus direalisasikan, jika kita ingin berbicara tentang perubahan. Bersama teman – teman Agupena Flotim kami ingin berbagi aksi dan contoh, bukan teori – teori tentang pendidikan, dalam kontribusi kami meningkatkan kualitas pendidikan di Flotim.

Ada gerakan katakan dengan buku, gerakan katakan dengan Majalah Dinding ( Mading), gerakan cinta almamater dengan membagikan majalah pendidikan, pendampingan siswa dalam pelatihan menulis, pelatihan guru dalam menulis karya ilmiah adalah bagian dari upaya – upaya meningkatkan kualitas pendidikan,”kata Maksi Masan.

Maksi sapaan Maksimus Masan dalam kesempatan itu mengajak orang tua untuk menjadi rumah yang ramah buku.” Sudah saatnya kita mulai memberi hadiah atau apresiasi kepada anak dengan buku. Kurangi, dan bila perlu hilangkan hadiah kepada anak dengan uang. Anak ulang tahun, juara kelas, sambut baru, atau momen lain berikan hadiah buku. Ciptakan rumah yang ramah buku. Ada lemari menyimpan buku, ada taman yang nyaman untuk membaca, dan pun ada waktu yang disiapkan orang tua untuk anak membaca di rumah. Upaya ini sederhana, namun penting dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa untuk meraih prestasi,” kata Maksi.

Ia juga membeberkan prestasi yang diraih Priska Lolita Prada Ruron siswa Kelas VIII SMPN 1 Lewolema yang dinobatkan menjadi Duta Sanitasi NTT dan Duta Sanitasi Nasional 2016 adalah hasil dari ketekunannya dalam menulis yang ia mulai dari buku harian, “kata Maksi.

Seminar ditutup dengan pembacaan puisi dari Amber Kabelen ( Pengurus Agupena Flotim) dan perwakilan siswa dari SMAN 1 Adonara Tengah, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada narasumber, perwakilan organisasi kepemudaan, dan Pemerintah Desa.

Puncak acara diisi malam itu dengan pemutaran vedio pendidikan dan pembagian 1.000 eksmplar buku sebagai bahan bacaan untuk anak – anak sekolah se- Kecamatan Adonara Tengah, sumbangan dari Agupena Flotim. (masan kian)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *