suluhnusa.com_Untuk berprestasi tidak harus menjadi anak kota, tak perlu pula sekolah di kota. Di kampung ‘udik’ dengan segala keterbatasan sekalipun, tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi. Preatasi menulis.
Adalah Priska Lolita Prada Ruron siswa kelas VII B SMPN 1 Lewolema Kecamatan Lewolema Kabupaten Flores Timur (Flotim) memberikan bukti itu. Walau bersekolah di kampung, Lita sapaan Priska Lolita Prada Ruron berhasil masuk tiga besar dalam lomba menulis karya ilmiah dengan tema sanitasi di Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu yang lalu di Kupang.
Hasil ini, menghantar Lita bersama dua teman lainnya dari Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Manggarai Barat dinobatkan menjadi Duta Sanitasi NTT tahun 2016 dan akan diberangkatkan ke Jakarta dalam mengkuti kompetisi yang sama di tingkat nasional pada tanggal 1 Agustus 2016 yang akan datang.
Lita dalam tulisannya berjudul “Lingkungan Sehat Tanpa Sampah” berhasil menyingkirkan ratusan peserta dari Kabupaten lain dalam lomba menulis secara on the spot dan persentasi karya dihadapan penguji yang berlangsung di Hotel Aston Kupang tanggal 9 sampai 11 Mei 2016.
Lomba menulis karya ilmiah dilaksanakan di tingkat Provinsi, setelah seleksi berlangsung di masing – masing kabupaten se – NTT. Lomba ini diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Karya siswa diuji oleh tim penguji dari Media Pos Kupang, Balai Bahasa NTT, dan Dinas PK Provinsi NTT.
“Tulisan saya tentang lingkungan sehat tanpa sampah terinspirasi dari kondisi kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal saya. Dimana banyak warga yang belum memahami akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Di rumah – rumah tidak ditemukan tempat sampah, membuat warga begitu entengnya membuang sampah di halaman rumah. Membakar sepertinya sudah menjadi solusi tunggal dalam mengatasi sampah di lingkungan. Untuk menghindari pencemaran lingkungan sepertinya sulit, namun untuk mencegahnya, kita pasti bisa. Demikian sepenggal tulisan Lita yang juga menjadi bagian dari persentasinya dan berhasil mencuri perhatian tim penguji tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Putri kelahiran Larantuka 3 Maret 2003 ini tergolong cerdas sejak masih dibangku Sekolah Dasar (SD). Pernah di tahun 2013 waktu masih duduk di bangku kelas IV SDN Welo, Lita pernah mewakili Kabupaten Flotim sebagai Duta Anak dalam mempersentasikan karyanya di Jakarta Selatan tentang Penangulangan Becana Alam, kerja sama Pemerintah Indonesia dan Australia (Kemitraan Pendidikan Autralia Indonesia).
Siswa yang aktif dalam kegiatan Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Flotim dan kegiatan jurnalistik ditingkat sekolah ini memiliki banyak karya tulis berupa karya sastra, opini, dan artikel yang terekspos di majalah dinding sekolah dan juga di buletin sekolah. Tak hanya di bidang psikomotrik, dibidang akademikpun demikian, anak dari Bapa Lorens Ruron dan Mama Anye Tukan ini dikenal pintar. Ia selalu menjadi juara umum sejak masih berada di SD hingga saat ini di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Ditemui sehari setelah kembali dari Kupang Kamis (12/5/16), gadis berusia 13 tahun yang memiliki cita – cita menjadi dosen ini mengaku bangga dan senang bisa berprestasi di tingkat Provinsi dan siap ke tingkat nasional.
“Pertama saya bersyukur kepada Tuhan dan Bunda Maria yang selalu menyertai saya, Bapa Mama, para guru, terutama guru pembimbing saya, Kepala sekolah dan teman -teman saya di SMPN 1 Lewolema. Atas dukungan semua pihak ini, saya bisa juara dan dinobatkan menjadi Duta Sanitasi NTT tahun 2016. Saya mendapat kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pengalaman baru juga teman baru di tempat yang baru. He..he..he.. bisa naik pesawat lagi. Saya belajar banyak tentang sanitasi itu sendiri. Harapan saya, semoga dukungan dan bimbingan selalu saya dapatkan untuk bisa tampil lebih baik dikanca nasional. Saya masih terlalu muda untuk bisa menyiapkan diri sendiri, saya sangat mengharapkan bantuan dari segenap pihak untuk persiapan sebelum ke Jakarta nanti.
Menurut Anye Tukan Mama dari Lita yang sehari hari bekerja sebagai Guru di TKK St. Gabriel Welo, Lita memang dikenal sebagai anak yang kutu buku dari sejak kecil “ Membaca dan menulis memang sudah menjadi hobinya sejak kecil.
Dari SD Ia sudah memiliki buku harian, dan hampir setiap harinya selalu ada waktu untuk membaca dan menulis. Sebagai orang tua, kami merasa sangat bahagia, bangga dan beryukur kepada Tuhan atas anugerah yang didapat anak kami ini. “mama berharap, semoga Lita bisa sukses selalu dan senantiasa mendapat dukungan dari kita semua.
“Berharap pula, Lita bisa menjadi manusia yang berhati mulia dan membanggakan kita semua. Hanya doa mengiringi langkahnya dalam karya – karyanya ke depan,” kata Anye Tukan.
Memiliki hobi membaca dan menulis memudahkan Lita untuk berkompetisi dalam dunia tulis menulis. Gadis berparas manis dengan postur badan tidak terlalu ini dikalangan guru – guru terkenal aktif dalam setiap pembelajaran. Dalam setiap diskusi pembelajaran di kelas, Lita selalu menjadi juru bicara di kelompoknya saat mempersentasikan hasil diskusi kelompok. “Anaknya memang aktif di kelas.
Setiap pembelajaran dengan metode diskusi ia selalu aktif dan selalu tampil mempersentasikan hasil diskusi kelompok mereka. Ungkap Geradus Koten Guru IPS pada SMPN 1 Lewolema, Senin (16/5).
“Prestasi Lita menjadi kado terindah buat SMPN 1 Lewolema di Hari Ulang Tahun (HUT) perdanannya pada tangga 18 Mei 2016 ini. Sangat membanggakan prestasi ini. Ia telah mengharumkan nama sekolah nama kabupaten dan akan mengharumkan nama provinsi NTT.
Hasil ini menunjukan bahwa anak anak kampung hebat, dan kehebatan anak anak itu lahir dari dari guru –guru yang kreatif, disiplin dan profesional, serta didukung oleh kepeduliaan yang tinggi dari orang tua. Prestasi ini juga menjawabi misi sekolah yakni “Bersama Mewujudkan Sumber Daya Manusia Yang Berakhlak Mulia, Peduli Lingkungan, dan Kreatif Untuk Meraih Prestasi Terbaik. Kata Solirus Soda Kepala SMP Negeri 1 Lewolema.
Terpisah, pembimbing Lita dalam menulis karya ilmiah Maksimus Masan Kian Ketua Agupena Flotim yang juga guru pada SMPN 1 Lewolema dan Petrus Kia Kedang Guru Bahasa Indonesia pada SMPN 1 Lewolema mengaku bangga atas pretasi yang diraih Lita.
“Bimbingan yang kita lakukan sederhana dengan media dan fasilitas apa adanya di sekolah, namun didukung oleh niat dan kemampuan dasar anak yang bagus sehingga mampu menghantarnya meraih kejuaraan, kita berharap selang waktu beberapa bulan kami dapat mempersiapkannya lebih baik untuk bisa memenangkan kompetisi di tingkat nasional nanti” kata Piter Kedang.
Hingga saat ini, sudah dua kali kegiatan yang Lita laksanakan dalam program mendukung dan mengkampanyekan Gerakan Sanitasi yakni pembersihan lingkungan sekolah bersama teman – teman dengan mengelompokkan sampah organik dan anorganik pada Sabtu (13/5/16) dan Sosialisasi Tentang Kesehatan Lingkungan pada Rabu (18/5/16) dihadapkan Sekretaris Dinas PPO Flotim Diston Fernandez, Kepala Bidang SMP Dinas PPO Flotim Yohanes Kolin, Pengawas Sekolah Menengah, para guru SD dan SMP, Pemerintah Desa Painapang dan warga Desa Painapang di Aula SMPN 1 Lewolema bertepatan dengan HUT perdana SMPN 1 Lewolema. (masankian)
