suluhnusa.com_Rerimbun pohon menebar lebar teduh memayungi kerumunan masyarakat dari anak-anak, orang dewasa hingga orang tua dan para undangan dalam hajatan Temu Akbar Petani Adonara bertepatan dengan pesta emas kelompok tani Berdikari Lewowerang, di Desa Tuwagatobi, Kecamatan Witihama, Adonara pada hari Rabu (25/5).
Wajah masyarakat dan undangan yang didominasi kaum petani memancarkan binar bahagia di tengah arsiran keriput ulah sang terik.
Kegiatan ini diawali dengan ibadat bersama syukur 50 tahun kelompok tani Berdikari Lewowerang disusul dengan acara seminar mini dengan mengusung tema, Gemohing Wadah Pemersatu Membangun Ekonomi Keluarga Dalam Nuansa Persaudaraan sebagai ajang berbagi pengalaman, menggemburkan semangat para petaniseantero Adonara.
Thomas yang menjadi moderator, mengawali acara dengan mengulas kisah asal muasal kelompok tani Berdikari.Kelompok tani Berdikari identik dengan Lewowerang. Lima puluh tahun silam, di bawah rindang pohon ini, Ama Petrus Rugi beserta teman-temannya yang berjumlah delapan belas (18) orang mencetus berdirinya kelompok tani Berdikari yangberlandaskan semangat Gemohing.
Roh Gemohing bukan uang. Gemohing dibentuk bersumber dari keikhlasan hati para anggota. Di era globalisasi, memilik kebun saja tidak memadai. Perlu ada organisasi kaum petani agar tengkulak tak belakak mata menggerogoti nasib para petani.
Ketua kelompok tani Lewowerang, Kamilus Tupen Jumat, Kepala Desa Tuwagatobi dan Yohanes Philipus menjadi pembicara. Philipus pada kesempatan ini mengatakan, nilai peradaban masyarakat harus dibangun dari gemohing.
Hal ini sudah dirintis oleh nenek moyang kita. Di tubuh gemohing, mereka meracik kebersamaan, memoles solidaritas, menemukan kebenaran hidup sebagai mahkluk sosial, mereka mesti saling membutuhkan. Hidup tidak semata-mata mencari keuntungan pribadi. Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur perlu membangun Flores Timur dari desa lewat gemohing, harapnya.
Kepala desa Tuwagatobi pada kesempatan ini menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pengurus dan anggota kelompok petani Berdikari Lewowerang yang masih eksis pada usia setengah abad. Ini prestasi luar biasa dan telah mengharumkan nama desa kita.
Oleh karena itu bagi masyarakat yang belum melebur diri dalam kelompok tani Berdikari agar boleh bergabung demi melanggengkan kelompok tani Berdikari di tengah gempuran globalisasi.
Di era globalisasi, kaum muda sangat alergi memegang perkakas kebun semisal, cangkul, tofa namun saya mengharapkan kepada kaum muda desa Tuwagatobi, calon pemegang estafet kelompok tani Berdikari untuk harus memiliki kebun. Bukankah dengan begitu, generasi desa Tuwagatobi adalah anak jaman bukan budak jaman?
Kamilus Tupen Jumat ketua kelompok tani Berdikari yang telah menerima penghargaan tingkat nasional menegaskanroh gemohing bukan untuk mendapatkan keuntungan berlimpah bukan pula persaingannamun roh gemohing adalah bahwa diri bisa berguna bagi orang lain.
Sesungguhnya masyarakat kita terlahir dari semangat gemohing yang sudah dimulai nenek moyang kita namun kini masyarakat kadung dikuliti material. Oleh karenanya kita mesti melucutinya agar gemohing tampil benderangmenerangi peradaban masyarakat.
Ola, salah seorang petani dari desa Horowura Lite, Kecamatan Adonara Tengah yang mewakili kelompok tani di desanya menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada kelompok tani berdikari atas undangan menghadiri acara yang terbilang liar di era globalisasi.
Di hadapan para undangan oleh meminta kesukarelaan para kelompok tani Berdikari Lewowerang untuk boleh bertandang ke Horowura, melakukan pendampingan berupa berbagi pengalaman dan kiat-kiat jitu bagi kelompok tani di wilayah kecamatan Adonara Tengah.
Acara pesta emas kelmpok tani Berdikari Lewowerang menyisahkan aneka warna unik. Tata lokasi yang bernuansa lokalitas dan kemasan acara yang berirama luwes semakin mengakrabkan suasana para undangan. Lokasi di bawah teduh pohon menawarkan sejuk di lubuk.
Dekorasi dan asesoris alami menyemarakan panggung dan stand konsumsi. Sajian makanan lokal dari rahim ladang kaum petani Lewowerang memanjakan selera ingin kembali bertandang di bawah naungan pohon inspirasi ini.
Amber Kebelen,
anggota Agupena Flotim
Email :berenglanan@yahoo.com
Nomor Handphone : 0823 0182 8022
