suluhnusa.com_Ada yang pesimis dengan rasa nasionalisme warga RI di garis batas RDTL.
Rasa pesimisme sungguh beralasan, karena apabila Gerbang Negara di Motaain, Turiskain, Motamasin dan Wini tidak segera dibenahi dengan baik berikut kehidupan warga desa di sana maka tidak salah bila hal itu terjadi.
Rasa nasionalisme menjadi hilang. Pudar. Mereka bisa tidak lagi mencintai Indonesia sebagai sebuah Negara Kesatuan.
Akan tetapi, beberapa ribuan warga dari dua belas desa yang berbatasan langsung dengan RI-RDTL menjawab rasa nasionalisme mereka kepada NKRI dengan mengucapkan ikrar.
Kami warga Negara Indonesia yang ada di perbatasan siap dan rela mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai titik darah penghabisan.
Inilah bunyi ikrar mereka. Disampaikan di hadapan Komandan Korem 161 Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Heri Wiranto. Hadir saat itu Kabinda NTT, Brigjen TNI, Edison Naipitpulu.
Ikar ini disampaikan sebagai bentuk pernyataan kesetiaan mereka terhadap NKRI, sebagai tanah dan darah mereka.
Masyarakat yang menyatakan ikrar kesetiaan mereka ini lebih dari 2000 orang, berpusat di desa Silawan, Tasifeto Timur, kabupaten Belu bersama warga Salore dan 12 desa lainnya.
Ikrar dinyatakan dengan lantang penuh semangat, pada momentum Hari Kemerdekaan RI ke 70. Hadir pula saat itu, Perwakilan UPF Timor Leste. (sandrowangak)
