10 Langkah Bisnis, Wanita Pemilik Villa Taman Bali

suluhnusa.com_Sepuluh karakter itu adalah visioner , confident, positip thinking, genuine, goal oriented, persistent, ready to face, creative, healthy competitor, democratic leader.

Kaum perempuan saat ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Dalam beberapa periode terakhir ini, wanita memang sangat menunjukkan eksistensinya sebagai seorang professional di bidangnya yang bisa mengalahkan kaum pria.

Sejak era emansipasi, perbedaan gender memang sudah usang untuk dibicarakan dalam dunia professional. Wanita yang punya keahlian dan kemampuan layak dan berhak menduduki posisi tertentu dan teratas disebuah perusahaan, departemen atau bahkan di negara ini.

Sudah banyak contoh yang bisa dijadikan bukti bahwa wanita di negeri ini sudah bisa mencapai hal yang baik, sukses dan mentereng pada posisinya. Sebut saja beberapa menteri pada kabinet kerja Jokowi-JK, termasuk menteri konroversial Susi Pudjiastuti.

Atau sebut juga Sri Mulyani, menteri keuangan era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Satu nama lagi yang tidak bisa dilupakan yaitu presiden kelima republik ini yaitu Megawati Soekarno Putri.

Nah nama trakhir ini member inspirasi kemandirian kepada para kadernya. Kemandirian berpolitik juga dalam bidang lain. bisnis missalnya. Sebut saja, salah satu kadernya, Ari Wartini contohnya.

Selain berpolitik Wartini juga berbisnis. Kemandiriannya dalam berusaha ditempah dia masih kecil. Bapaknya yang menerapkan kedisiplianan dan ibunya yang tangguh dalam usaha membimbing keluarga memberikan pelajaran yang berharga bagi wanita pebisnis sekaligus politisi yan bernama lengkap Ni Ketut Ari Wartini ini.

Dia memang aktif didunia politik tetapi juga di dunia bisnis. Sekarang sudah bukan hal yang aneh jika dari beberapa CEO dan owner bisnis atau perusahaan sukses adalah seorang wanita.

Ni Ketut Ari Wartini, menggeluti dunia sejak beberapa tahun belakangan. Menggeluti bisnis property Villa di Bali. Namanya Villa Taman bali. Dia berprinsip Bisnis selayaknya menjadi lahan untuk memetik uang, politik bukan lahan untuk memetik uang. Politik merupakan lahan investasi perjuangan untuk rakyat. Beda bisnis, beda pula politik. Dan wanita yang satu ini tau benar apa yang harus dilakukan dalam menggeluti dua dunia ini.

Kesuksesannya mengelolah bisnis property dengan label Taman Bali, menjadikan wanita ini demikian sibuk. Tetapi cerdas membagi waktu buat keluargnya. Dia berbisnis sembari tidak melupakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Suami dan anak anak merupakan asset yang paling berharga dalam memberikan asupan semangat dalam berbisnis.

Namun, pemikiran tersebut sebaiknya digeser sedikit. Hal ini karena ternyata ada juga ibu rumah tangga yang bisa memasuki dunia bisnis namun tidak meninggalkan jati dirinya sebagai ibu rumah tangga.

Menurut Wartini, pada saat menjalankan bisnisnya untuk berkembang, rencana tidaklah harus selalu baku dan juga kaku. Yang terpenting baginya adalah sebuah tindakan.

Menurut alumnus S2 Universitas Pendidikan Nasional iini berpendapat bahwa jangan pernah menyerah dengan kegagalan. Baginya kegagalan adalah salah satu pijakan untuk mencapai kesuksesan.

“Orang yang besar bukan berarti tak pernah gagal bahkan mereka lebih banyak gagalnya daripada kita yang membedakan hanyalah kekuatan mereka untuk bangkit dan pantang menyerahnya lebih besar dari kita,” ungkapnya sembari menceritakan bahwa suka duka bisnis Villa Taman Bali dimulai dari angka nihil.

Akan tetapi berkat ketelatenannya bisnisnya kini merambah di hampir seluruh bali. Sebab dia senantiasa berpikir dan membuat rencana itu penting tetapi yang lebh penting adalah melaksanakannya.

Rencana yang dilakukan pun cukup sederhana. Tetapi dalam menjalankan rencana itu dirinya berusaha untuk melengkapi kekurangannya.

Kesuksesan Wartini ini tidak terlepas dari usaha dan keberaniannya menghadapi tantangan. Dan benar, menurutnya, seorang Pengusaha harus berani menghadapi tantangan.

Gagal dalam menjalankan sebuah bisnis bukan aib. Buka pula dosa. Menurut Suradnyana, saat dirinya sedang merintis usaha di mulai dari pergaulannya dengan para pedagang kecil.

“Saya belajar dari mereka. Saya belajar bagaimana managemen yang baik dari pedagang kecil. Dari para pedagang pasar loak. Para pedagang canang di pasar pasar tradisional. Dan dari mereka saya mulai melakukan kreativitas dan mengemabngkan bisnis saya. sampai saya memiliki usaha seperti ini. Taman Bali.

Wartini mengungkapkan dari hal hal kecil yang dia dapat dari para pedagang kecil kecilan itu lalu dia menyimpulkan paling tidak ada sepuluh langkah visioner dalam menjalan usaha.

Sepuluh karakter itu adalah visioner , confident, positip thinking, genuine, goal oriented, persistent, ready to face, creative, healthy competitor, democratic leader.

Menurut Wartini wanita Bali harus mampu menjadi pengusaha di tanahnya sendiri. Sebab menjadi wanita karir dalam berbisnis bukanlah aib.

Dan dunia bisnis Indonesia mengakuinya. Tidaklah berlebihan bila Ni Ketut Ari Wartini, disejajarkan dengan beberapa pebinsis wanita Indonesia. Pasalnya, tahun 2015, CEO Taman Bali Property ini mendapat dua penghargaan sekaligus yakni Indonesia Business Award kategori The best Property dan Favourite Award Winner kategori the best Uniquesness Concept. Luar biasa memng. (sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *