Mau Ke Pamakayo Tidak Bisa, Jalan Rusak Begitu

suluhnusa.com_ Jangan hanya jadikan jalan sebagai janji politik saja di Solor.

Lubang dimana-mana. Mana mau silih batukah, lubangkah, bingung jadinya.

Kalaupun ke Larantuka kami lebih memilih naik kapal kesana. Tolong bantu masyarakat.

Masyarakat Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur hingga kini sangat merindukan adanya perbaikan ruas jalan dari Desa Lamaole ke Desa Pamakayo.

Pasalnya ruas jalan tersebut kini sudah terlihat sangat parah akibatnya aktivitas berkendaraan masyarakatpun terganggu. Rudolfus Wai Hekin dan Bonefasius Bisa Kawuren, dua warga Dusun Lewolein, Desa Lamaole yang ditemui media ini Minggu 13 September 2015 mengaku kesulitan untuk melakukan perjalanannya melalui ruas jalan tersebut.

“Kalaupun ke Larantuka kami lebih memilih naik kapal kesana. Kami mau ikut Pamakayo tidak bisa lagi, Jalan rusak begitu,” kata Rudolfus.

Akibat jalan rusak tersebut, tutur Rudolfus, perjalanan menuju desa Pamakayo yang biasanya ditempuh hanya 1 jam perjalanan, kini sudah 2 jam perjalanan.

“Lubang dimana-mana. Mana mau silih batukah, lubangkah, bingung jadinya,” sesalnya.

Sementara itu, Bonefasius Bisa Kawuren mengatakan, rusaknya jalan di ruas jalan di wilayah Kecamatan Solor Barat tersebut bukanlah yang pertama, tapi sudah terjadi sejak dulu, tetapi dibiarkan begitu saja.

“Sepertinya Solor Barat ini anak tiri, tidak ada yang tulus membangun di sini. Baru bangun langsung rusak, padahal kalau mau omong yang lewat hanya kendaraan yang bermuatan kecil,” ungkap laki-laki muda ini penuh sesal.

Ia pun meminta, Pemerintah maupun Lembaga Legislatif dapat memberi perhatian serius terhadap situasi ini, dengan sesegera memperbaiki jalan yang ada untuk memudahkan masyarakat memasarkan komoditi desa di wilayah lain di Pulau Solor.

“Tolong bantu masyarakatlah, pak. Jangan hanya jadikan jalan sebagai janji politik saja di Solor, kasihan masyarakat terus berharap tapi jalan tidak tahu baik-baik ini,” katanya penuh harap.

Pantauan media ini ketika berkunjung ke Solor, ruas jalan dari desa lamaole menuju desa pamakayo yang melalui beberapa desa seperti Nusadani, Daniwato, Balaweling II dan Balaweling I telah masuk kategori memprihatinkan.

Selain lubang, ruas jalan tersebut kini telah dipenuhi batu-batu akibat mengelupasnya aspal jalan yang dapat menyebabkan kecelakaan. (bala keban)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *