suluhnusa.com_ Tidak ingin megah di pelantikan namun suram pada aksi lapangan.
Pola baku itu kami ubah! Program dijalankan dan pada saat merasa bisa baru dikukuhkan. Pengukuhan secara formal itu gampang tetapi betap sulitnya ketika mencari jalan untuk mendapat pengakuan dan pengukuhan secara sosial.
Adalah Maksimus Masan Kian, seorang guru dikampung udik, yang merubah pola piker Guru Flores Timur. Bahwa untuk mendapatkan Secarik Kertas Surat Keputusan adalah muda. Gampang. Tetapi tidak gampang ketika berdarah darah dalam mencari pengakuan social kemasyarakatan atas apa yang dilakukan.
Maksi, demikian dia biasa dipanggil adalah seorang pria muda. Awalnya biasa saja. Tetapi karena kemauannya menulis dan ketekunan untuk menulis hingga dia didapuk menjadi Ketua Asosiasi Guru Penulis Flores Timur.
Bagaimana cerita awalnya, Maksi Masan Kian mulai menulis ? “Ada seorang sahabat yang tidak ingin disebut. Dia hanya berpesan. Teruslah menulis sampai engkau bernapas dengan kata kata. ceritanya terlalu panjang sampai agak bosan untuk diceritakan. Yang pasti sahabat itu, meminta saya tetap menulis. Sebab suatu ketika, saya bertemu dengan sahabat itu, dia hanya berpesan bahwa ketika saya menjadi terkenal jangan pernah bilang terimakasih atau meceritakan tentang dirinya, cukup dengan cara terus menulis, sudah cukup cerita itu dikisahkan,” kata Masan Kian.
Hari itu, Sabtu, 29 Oktober 2015 telah dilakukan pengukuhan pengurus Agupena Flores Timur. Seorang putera terbaik asal Desa Tuwagoetobi, Kecamatan Witihama, Adonara telah dikukuhkan menjadi ketua Agupena cabang Flores Timur periode 2015/2018. Dia adalah Maksimus Masan Kian, S.Pd.
Bertempat di Aula Lantai II, SMK Sura Dewa Larantuka, bersama 20 pengurus yang telah dibentuk sejak Maret 2013 lalu, Maksimus Masan Kian dikukuhkan secara resmi sebagai Ketua Agupena Cabang Flotim oleh Ketua Agupena wilayah NTT, Thomas Sogen, S.Pd, MBA.

Maksi Masan sosok muda yang syarat pengalaman dan prestasi dalam dunia organisasi. Kemandirian yang sudah terbentuk dalam dirinya sejak kecil tidak membuat dirinya cepat putus asa dalam menghadapi tantangan.
Kerja keras dan kerja cerdas yang tak kenal menyerah telah melahirkan ide-ide cemerlang. Keramahan dan keterbukaannya dalam bergaul dengan siapa saja telah menjadikan dikenal banyak orang.
Ditambah lagi dengan kecintaanya dalam dunia tulis menulis, telah menjadikannya sebagai sosok penulis muda yang potensial.
Maka tidak salah, sejak 1 Maret 2015, setelah beliau ditunjuk menjadi ketua Agupena cabang Flores Timur, beliau sudah melaksanakan ide-ide cemerlangnya.
Bukan hanya dalam rancangan saja tapi semuanya sudah dilaksanakan. Program kerja yang telah dilaksanakan diantaranya pelatihan menulis bagi guru, pelatihan dan pengoperasian blogspot, diskusi akhir pekan, dan kegiatan ilmiah lainya.
Dengan keuletannya, Maksi Masan tak henti-hentinya memperkenalkan eksistensi agupena Flotim di mata publik. Beliau juga terus mendorong anggota AGUPENA untuk terus mencintai dunia tulis menulis.
Tulisan-tulisannya yang tersebar di media cetak harian Pos Kupang dalam jurnalisme warga berhasil dibukukan dan telah diterbitkan. Buku ini diberi judul “Ujung Pena Guru Kampung”.
Beliau terus memotivasi anggota agupena Flotim dengan memberikan tip-tips menulis diantaranya dengan aktif membaca, membangun diskusi dengan banyak orang, peka dengan masalah, dan aktif mengakses informasi di internet. Beliau terus mengajak semua guru untuk terus menulis karena tulisan tetap bertahan tapi kata-kata akan berlalu.
Maksi Masan adalah sosok pekerja ulet yang butuh bukti. Dia tidak mau pelantikannya terjadi segera setelah dipilih.
“Kami tidak ingin megah di pelantikan namun suram pada action di lapangan. Pola baku itu kami ubah! Program kami jalankan, dan pada saatnya kami merasa bisa, barulah kami dilantik. Dan hari ini menjadi waktu yang pas dan berharga untuk kami berjanji gadaikan waktu kami, tenaga kami, pikiran, bahkan hingga materi kami untuk kemajuan Agupena Flotim, kemajuan guru – guru Flotim, dan kemajuan Anak- anak generasi muda Flotim”, ungkapnya dengan penuh haru.
Maksi Masan, yang adalah seorang guru PNS pada SMP Negeri I Lewolema ini sudah punya sejuta ide cemerlang dalam benaknya untuk memajukan agupena Flotim. Program urgen yang paling pertama dilakukan adalah melakukan pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk guru-guru di Kabupaten Flores Timur.
Program ini akan bekerja sama dengan agupena wilayah NTT. Maksi Masan, Selamat Bekerja! Terus tunjukkan pesonamu. Ide cemerlangmu harus terus menggaung. Jaga nama baik agupena. Tetap tegar menghadapi tantangan dalam kepemimpinanmu. Jangan terprovokasi karena konflik kepentingan. agupena tetap jaya.
Perjalanan panjang ini, sesungguhnya memiliki pesan terselubung bhwa momentum yang sangat membanggakan adalah ketika seseorang dipercaya menjadi pemimipin.
Kebanggaan ini tidak menjadi sebuah momentum untuk menyombongkan diri, tetapi menjadi sebuah momentum untuk belajar banyak hal untuk mengembangkan diri. Saat pengukuhan adalah awal seseorang dipertegas peran dan tanggungjawabnya dalam sebuah organisasi.
Akankah Agupena Flotim hanya mega dalam pelantikan tetapi suram dalam pelaksanaan ?tergantung niatan dan kepentingan. Bila kepentingan AGUPENA Flotim adalah hanya tentang ttek bengek menulis maka dia tidak akan menjadi suram.
Proficiat Kawan !
Stanislaus Lamapaha
Email: stanizlaussanikopong@yahoo.com,
No HP: 085238342686,
Anggota Agupena cabang Flores Timur
