LEWOLEBA – MUSYAWARAH Daerah Partai Golkar Lembata mempertemukan dua politisi yang dikenal dekat dengan Melchias Marcus Mekeng, Ketua Bapilu Wilayah Bali Nusra DPP Partai Golkar.
Suskesi Ketua Partai Golkar Lembata dalam musyawarah daerah (Muscab) yang akan digelar 12 Juni 2026 menjadi pertarungan politik Petrus Gero dan Alexander Atawolo yang sama kader garis keras Melchias Marcus Mekeng.
Baik Alexander maupun Petrus berpeluang sama dalam menduduki kursi politik Partai Golkar Lembata. Saat ini keduanya adalah anggota DPRD Lembata periode 2024-2029.
Petrus adalah petahana Ketua Golkar Lembata, juga mantan Ketua DPRD Lembata periode 2019-2024 bahkan memberikan pernyataan cukup hati hati. Ia memang yakin menang, tetapi tidak bisa mengklaim mendapat dukungan mayoritas suara dukungan.
“Dari total empat belas pemilik suara, tujuh di antaranya sudah pasti dukung saya,” ujar Petrus Gero, 11 Juni 2026 usai mendaftarkan diri di Sekretariat Partau Golkar Lembata.
Petrus tetap optimis kembali menduduki Kursi 01 Partai Golkar Lembata lantaran memiliki relasi politik sampai ke tingkat akar rumput.
Tak sekedar itu, dalam berbagai kesempatan, Petrus mengaku dirinya adalah kader Melchias Marcus Mekeng yang setiap periode hajatan politik bekerja all out untuk kemenangan Mekeng.
Soal kedekatan, Alexander Atawolo adalah “tangan kanan” Mekeng selama beberapa tahun. Ia bersama Fransiskus Xaverius Namang yang saat ini menjadi Wakil Ketua DPRD Lembata periode 2024-2029 dan Herman Hayong.
Bahkan saat suksesi Caleg 2024, Mekeng memberikan dukungan full kepada Alexander Atawolo untuk bertarung di Dapil II Lembata. Dan hasilnya Menang.
Itu artinya Mekeng sungguh sungguh menaruh kepercayaan politik dan membuka jalan bagi Alexnader.
Sekalipun dianggap pendatang baru di Golkar Lembata, Alexander tidak bisa dianggap sekecil upil. Kabarnya dibelakang Alexander ada kekuatan akar rumput yang mengalir deras berkat kerja terukur beberapa pentolan Golkar.
Wakil Ketua DPRD Lembata, Fransiskus Xaverius Namang ketika dimintai pendapatnya, singkat menjawab, semua tergantung mekanisme partai dalam musyawarah mufakat.
Ada hal yang menarik pengurus pusat yang hadir dalam musda sekaligus membawa pesan Melchias Marcus Mekeng adalah Herman Hayong. Siapa yang disetujui Mekeng menjadi Ketua Golkar Lembata?
Herman hadir didampingi Ketua DPD I PartainGplkar NTT, Fransiskus Xaverius Alain Niti Susanto dan Sekretaris DPD I Libi Sinlaeloe.
Musda Golkar Lembata digelar pkl. 15.00 di Ballroom Olympic. Sebelum digelar musda ada kegiatan Pra Musda di Hotel Olympic pada hari yang sama.
Kehadiran Herman Hayong mewakili Ketua Bapilu Wilayah Bali Nusra Melchias Mekeng ini dibenarkan Sekretaris Panitia Musda Golkar Lembata, Muhamad Nur Rayabelen kepada SuluhNusa.com, 11 Juni 2026.
Golkar Punya Tradisi Aklamasi Untuk Hindari Perpecahan Internal
Musyawarah mufakat untik menentukan secara aklamasi Ketua Partai Golkar baik di tingkat Kota/Kabupaten dan Provinsi sudah menjadi tradisi.
Aklamasi adalah jalan untuk menghindari perpecahan.
Ada kekhawatiran suara akar rumput Golkar bisa tergerus akibat pemilihan ketua dilakukan dengan cara pemungutan suara.
Keputusan Golkar menjaga tradisi Aklamasi dalam musyawarah mufakat, merupakan langkah strategis untuk menjaga soliditas internal partai Golkar jelang 2029 termasuk Golkar Lembata.
Itu artinya, Fransiskus dan Petrus harus tunduk mengikuti mekanisme internal Partai. Pun tunduk terhadap pesan keramat Melchianus Marcus Mekeng melalui Herman Hayong, nama siapa yang disebut Mekeng menjadi Ketua Golkar Lembata melalui mekanisme internal, musyawarah mufakat.+++
sandro.wangak
