Pilih Calon Pemimpin, OSIS Spentig Hewa Adakan Debat

Debat calon pemimpin OSIS ini bukan kegiatan untuk hura-hura.

LARANTUKA – Debat antar-calon pemimpin OSIS SMPN 3 Wulanggitang (Spentig Hewa) merupakan salah satu tahapan dalam proses pemilihan pemimpin OSIS Spentig Hewa tahun 2026.

Debat adalah kegiatan untuk mengelaborasi visi, misi, dan program kerja para paslon. Dalam debat, gagasan para paslon ini diuji dan kemampuan publik speaking mereka diasah.

Debat antarcalon pemimpin OSIS Spentig Hewa dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026 di aula SMPN 3 Wulanggitang. Hadir pada kesempatan ini Kepala SMPN 3 Wulanggitang, para guru dan pegawai, dan siswa SMPN 3 Wulanggitang.

Debat ini melibatkan lima pasangan calon pemimpin OSIS Spentig Hewa. Kelima paslon tersebut adalah Bintang – Hiro (paslon nomor 1; Beril – Sela (paslon nomor 2); Andini – Aril (paslon nomor 3); Nesta – Delon (paslon nomor 4); Wulan – Ratni (paslon nomor 5).

Kegiatan debat diawali dengan acara pembukaan. Peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Mars Spentig lalu memanjatkan doa pembukaan. Kepala SMPN 3 Wulanggitang, Kristina Sabu Punang, S.Pd kemudian membuka kegiatan debat ini secara resmi.

Dalam sambutannya, Kris Punang mengatakan Debat calon pemimpin OSIS ini bukan kegiatan untuk hura-hura.

“Tetapi moment ini harus dijadikan sebagai ruang untuk belajar berdemokrasi. Melalui proses ini diharapkan lahir pemimpin OSIS Spentig Hewa yang bertanggugjawab”, jelas Kris.

Debat yang dipandu Gerardus Kuma Apeutung ini dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama adalah pertanyaan dari panelis debat.



Debat ini menghadirkan tiga panelis yaitu Kepala SMPN 3 Wulanggitang, Kristina Sabu Punang, dan 2 guru SMPN 3 Wulanggitang yaitu Klara Gelur Mare, Seni Budaya, dan Marselina Hope Liwu, guru Matematika.

Pada sesi ini, para panelis mengajukan satu pertanyaan kepada setiap pasangan calon pemimpin OSIS Spentig Hewa. Ada lima pertanyaan yang disiapkan setiap panelis. Untuk menentukan nomor pertanyaan dari setiap panelis, para paslon harus menarik nomor undian.

Untuk pertanyaan panelis 1, jika paslon nomor 1 menarik nomor undian nomor lima, maka paslon tersebut akan menjawab pertanyaan nomor 5 dari panelis 1. Demikian pula pertanyaan dari panelis 2 dan panelis 3.

Sesi kedua adalah tanya jawab antarpaslon. Setiap pasangan calon mengajukan satu pertanyaan kepada satu pasangan calon lain. Di mana paslon nomor 1 mengajukan pertanyaan kepada paslon nomo 2; paslon nomor 2 mengajukan pertanyaan kepada paslon nomor 3; paslon nomor 3 mengajukan pertanyaan kepada paslon nomor 4; paslon nomor 4 mengajukan pertanyaan kepada paslon nomor 5; dan paslon nomor 5 mengajukan pertanyaan keapda paslon nomor 1.

Sesi ketiga adalah pertanyaan dari penonton debat. Pada sesi ini, ada tiga siswa: Lia Hera, Jesen, dan Amora yang mengajukan masing-masing satu pertanyaan kepada kelima pasangan calon pemimpin OSIS Spentig Hewa.

Para calon pemimpin OSIS Spentig Hewa tampil memukau dalam debat antarpaslon ini. Mereka menjawab pertanyaan dari para panelis debat, sesama pasangan calon, dan siswa – siswi Spentig Hewa dengan baik. Moment ini menjadi kesempatan belajar mengemukakan argumen dan mengasah melatih keberanian untuk tampil di depan umum.

Hironimus Kwuta, calon wakil ketua OSIS nomor 1 mengungkapkan bahwa debat ini adalah kesempatan pertama baginya. Siswa kelas 7A ini berkata

”Saya baru pertama kali ikut debat seperti ini. Awalnya saya rasa gugup. Tetapi dari sini saya belajar bagaimana berdiri dan berbicara di depan orang banyak”, ungkap Kwuta. +++


humas.spentig.hewa


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *