LEWOLEBA – Kabupaten Lembata yang bergelar Kabupaten Literasi benar benar menunjukan kualitas literasinya. Bukan sekedar membaca, menulis dan berhitung tetapi Kabupaten Lembata melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menggagas literasi yang lebih luas.
Gagasan untuk menghidupkan literasi yang berkualitas ini dilakukan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata melalui branding Felita – Festival Literasi Lembata tahun 2026 selama tiga hari sejak tanggal 10-12 Mei 2026.
Menariknya, selain dihadiri oleh lebih dari 500 peserta kegiatan ini juga digagas untuk peserta yang datang menginap selama tiga hari tanpa Handphone dan bersih dari sampah plastik. Keren.
Felita 2026 kali ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik sambil memperkenalkan peserta dengan berbagai pengetahuan tentang Budaya dan Ekologi.
Selain itu ada perlombaan menulis setidaknya 50 resensi buku oleh masing masing perwakilan sekolah dan juga setidaknya ada 50 judul cerita dalam lomba bertutur.
Dalam rundown yang diterima media, FELITA 2026 juga menghadirkan praktek titi jagung, literasi tentang pengetahuan energi baru terbarukan sinar matahari dari dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadyah Malang.
Kepala DKP Lembata, Anselmus Asan Ola menjelaskan secara manajemen dan teknis pelaksanaan kegiaatn Festival Literasi 2026 dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Lembata berkat dukungan anggaran dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 2026.

Kebanjiran Peserta
Ketua Panitia Felita 2026, Fransiskus Sababaleku, mengungkapkan ajang Festival Literasi Lembata (Felita) 2026 kebanjiran peserta sebab sejak pertama kali digelar (Felita I) tahun 2023 oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Lembata, animo peserta terbanyak adalah di tahun 2026 hingga 41 sekolah pendaftar.
Sebelumnya tahun 2025, hanya 21 sekolah/madrasah di Kabupaten Lembata yang terlibat sebagai peserta. Dari total 41 sekolah pendaftar, 18 diantaranya dari Sekolah Dasar (SD), 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 11 SMA/SMK.
Panitia Felita 2026 mengaku bangga dengan peningkatan jumlah peserta hingga 100 persen. Meski demikian, peningkatan jumlah peserta jadi tantangan bagi panitia untuk tata kelolah kegiatan yang akan berlangsung mulai Minggu 10 hingga Selasa 12 Mei 2026 mendatang.
“Kami memutuskan untuk menutup pendaftaran lebih cepat dari jadwal karena terpenuhinya jumlah pendaftar. Tapi kita bangga karena semakin banyak sekolah yang mendaftar. Tinggal panitia yang harus kerja ekstra untuk mengelola kegiatan,” pungkas Ketua Panitia Felita 2026, Frans Sabaleku.
Kepala DKP Lembata Anselmus Asan Ola, menjelaskan Felita Kabupaten Lembata 2026 yang digelar DKP Lembata mendapat dukungan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Ini merupakan dukungan tahun kedua dari Perpusnas RI, setelah dukungan serupa sebelumnya pada tahun 2025.
Selain peningkatan jumlah peserta, Felita 2026 juga ditandai dengan keterlibatan lebih banyak komunitas literasi mandiri. Dua diantaranya digawangi oleh anak muda yakni Komunitas Bai Breun dan Forum Pinggir Jalan.
Peningkatan partisipasi pegiat literasi terutama dari kalangan anak muda ini menjadi indikasi kesadaran kolektif tentang pentingnya literasi.
“Ini indikasi positif. Tahun ini tidak hanya jumlah peserta tapi juga partisipasi para pegiat. Kalau tahun lalu, panitia yang terlibat mayoritasnya datang dari para guru yang punya concern urusan literasi. Banyaknya itu para guru yang berminat urusa literasi dan suka menulis. Perpustakaan menginisiasi, memfasilitasi dan animo pegiat literasi cukup positif,” tandas Anselmus Asan Ola, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Lembata, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumad, 7 Mei 2026.
Ansel secara khusus mengapresiasi inisiatif pegiat literasi anak muda seperti Breun Senaren dan Forum Pinggir Jalan yang terlibat mendukung kegiatan.
“Kami bangga, kali ini anak muda pegiat literasi antusias terlibat. Terima kasih untuk komunitas Breun Senaren dan Forum Pinggir Jalan. Mereka anak muda, banyak bergiat literasi dengan anak-anak dan mau ambil bagian. Tim makin beragam dan semoga festival kali ini jadi lebih beragam kreasi kegiatannya,” terang Anselmus Asan Ola.

Literasi Ekologi dan Budaya
Hampir mirip tahun sebelumnya, Felita 2026 masih fokus pada isu-isu lokal literasi yang mulai terabaikan. Ekologi dan budaya jadi fokus literasi.
Untuk Ekologi, ada tiga sub topik yang jadi materi pembelajaran interaktif literasi yakni terkait keterampilan menanam air dan ketangguhan bencana.
Sementara literasi budaya akan memperkenalkan keterampilan titi jagung dan menenun khas Lembata serta mengembalikan literasi berbasis permainan rakyat bekerjasama dengan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“ Ekologi dan budaya jadi concern kita lagi. Melanjutkan yang sudah dimulai tahun lalu. Untuk ekologi, kebencanaan dan konservasi air jadi yang harus terus diperkenalkan kepada anak-anak. Lembata daerah bencana. Kekeringan mendominasi tapi praktik menyimpan air masih rendah. Air di musim hujan lebih banyak terbuang ke laut, kita ingin kampanyekan ini agar dengan penguatan literasi, anak-anak memulainya sebagai budaya dan kebiasaan, ” tambah Ansel.
Selain itu, Ansel menambahkan masyarakat Lembata saat ini sudah melek dan familiar terhadap literasi akan tetapi harus terus dikampanye-nyatakan dalam kegiatan positip agar Felita 2026 bisa berdampak positip untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Felita 2026 ini juga ada bazar buku dari Erlangga dan Nusa Indah. Masyarakat silakan datang jika ingin mendapatkan buku yang berkualitas denga harga terjangkau”, ajak Ansel. +++
sandro.wangak
