Ribuan Umat Hadiri Misa Kamis Putih di Baopukang, RD. Eman Ingatkan Dua Anamnesi Kristus

Yesus serupa manusia tetapi tidak mengambil jalan dosa. Ia menjadi penebus dosa manusia.

LEWOLEBA – Kristus memberikan Tubuh dan Darah-Nya sendiri dan mengingatkan manusia tentang kenangan akan persaudaraan dan pelayanan yang bertimpuh pada kerendahan hati.

Hal ini disampaikan RD. Emanuel Kwarat Kumanireng saat memimpin perayaan misa Kamis Putih di Stasi St. Mikhael Baopukang, Paroki Sta. Maria Bintang Laut Waipukang, Lembata, 2 April 2026 malam.

Dihadapan ribuan umat dari tiga Stasi RD. Emanuel Kumanireng mengungkapkan makna perayaan Kamis Putih ini merupakan kenangan perjamuan akhir Yesus bersama para murid-Nya.

“Ada dua anamnesi yang Tuhan ajarkan kepada kita sekalian pembasihan kaki dan perjamuan malam terakhir melalui persembahan tubuh dan darah Kristus” Ungkapnya.


Gereja St. Mikhael Baopukang – Paroki Waipukang

Pertama pembasuhan kaki. Malam perjamuan akhit, Yesus membasuh kaki para rasul membasuh memberi anamnesi pembasiluhan kaki kita sekalian dari debu jalanan. Artinya ketika kakinsudsh dibasuh jangan lagi melewati jalan keangkuhan, tidak membasuh kaki darinjalan ingat diri, membasuh kaki dari jalan kebencian dan membawa kita menghindari jalan kebinasaan.

“Yesus membasuh kaki kita dan memberikan kita kemerdekaan menempuh jalan baru dalam kerendahan hati dan pelayanan kasih tidak ada jalan naik menuju kepada kesempurnaan selain jalan kasih kepadamu semua kukatakan ada satu jalan yang paling indah dan harus dilalui oleh semua orang yang mengakui dirimu kristus sejak dia dibaptis jalan itu namanya jalan kasih. Pembasuhan kaki adalah tanda pelayanan yang rendah hati”, tegas RD. Eman.

Kedua, Yesus memberi diri melalui Roti dan Anggur, tubuh dan darah-Nya. Saat perjamuan terakhir Yesus mengambil roti laku memecahkan roti itu dan membagikan kepada para murid berarti Yesus mengambil  jalan kehidupan manusia dan berdiam tinggal dengan manusia.

Yesus serupa manusia tetapi tidak mengambil jalan dosa. Ia menjadi penebus dosa manusia.

Perayaan misa ini diikuti oleh ribuan umat dari Stasi St. Petrus Waiwaru, Stasi St. Wilhelmus Kimakamak dan umat Stasi St. Mikhael Baopukang.

Usai perayaan misa kudus Kamis Putih, dilanjutkan dengan doa adorasi dari umat tiga Stasi tersebut sebagai penghormatan terhadap Sakramen Maha Kudus. +++sandro.wangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *