Ada-mu,
jemari yang enggan menyinggahi mimpi,
memasung rembulan, menghadirkan penah bersayap menyentuh ruang batin kelana, dan narasi berjalan diantara fatamorgana, tentang bening gemuruhnya jiwa
Ada-mu, mata yang enggan menatap gelap
Memeluk matahari, melabuhkan kata pada kaca
Bilik jiwa kembara dan cerita berlari diantara semu
tentang hening khusutnya atma
Terjawab
;seperti laritan ombak menyentuh bibir pantai, bergairah.
lekukan tiada simpul, goyah diantara tangan menopang
Ada-mu,
jemari yang enggan menyinggahi mimpi, mata yang enggan menatap gelap
berliku cahaya..
Marcelo Udak
(Lewoleba September 2012)