PNS Jadi Teroris, Tertangkap di Sumbawa

suluhnusa.com_ Kedua terduga anggota teroris itu adalah Adham Halik alias Rafi alias Memet.

Adham berasal dari Dusun Mpunda, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Adham juga tercatat sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Bima-NTB. Seorang lagi, Agus Salim alias Agus Abdulah bin Ibrahim alias Jaho. Agus adalah warga Desa Seteluk Atas, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

Detasemen Khusus 88 Antiterot Polri meringkus dua teroris di Sumbawa Besar. Keduanya merupakan anggota jaringan Abu Roban.

“Sabtu, 19 Juli 2014 pukul 10.30 WIB, Densus 88 AT telah lakukan penangkapan di Lintas Tano Sumbawa, km 74 Alas Barat, terhadap tersangka teroris kelompok Abu Roban,” ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) AKBP Muhammad Suryo, Minggu 20 Juli 2014.

Menurut dia, keduanya diringkus ketika mengendarai sepeda motor di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Alas Kabupaten Sumba.

Salah satu orang itu adalah Adham Halid alias Rafi alias Memet yang lahir di Hidirasa, Bima, 6 Desember 1972. Dia adalah seorang pegawai negeri sipil. Lainnya, Agussalaim alias Agus Abdullah bin Ibrahim/Jaho.

Mereka menyuplai sejumlah orang ke Santoso untuk ikut tadrib militer. Seperti diketahui, Abu Roban yang ditembak mati di Batang, Jawa Tengah, memang berafiliasi dengan Santoso.

Mereka mengirim beberapa orang untuk ikut tadrib di Poso bersama Santoso. Keduanya juga terlibat dalam sejumlah perampokan bank di sejumlah daerah untuk fa’i.

Perampokan dalam rangka fa’i di Kantor Pos Parung bersama Abu Roban pada Februari 2013 dengan kerugian Rp80 juta, di BRI Jeketro Grobogan bersama abu Roban Maret 2013 kerugian Rp300 juta, menerima hasil fai kelompok Abu Roban yang telah ditangkap.

Selain itu, keduanya membawa amunusi dan peluru ke Makasar dengan Jodi dan memberikannya kepada Nudin Poso.

Sebelumnya, kelompok teroris yang dipimpin oleh Abu Roban merupakan sel baru dari Abu Omar. Abu Omar memiliki keterkaitan dengan kelompok Mujahid Indonesia Timur pimpinan Santoso yang merupakan teroris yang lama diburu kepolisian. Abu Roban pun diketahui mengirimkan dana hasil rampokan ke Poso.

Masih Ada Teroris Yang bersembunyi di Sumbawa

Saat ini Detasemen Khusus 88 memburu sejumlah anggota terduga teroris yang diperkirakan bersembunyi di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Densus saat ini masih memburu para terduga teroris yang bersembunyi.

“Betul, tim Densus sekarang masih di lapangan. Cuma tidak berada di lokasi kejadian penangkapan yang terjadi kemarin (Sabtu, 19/7). Diduga terduga teroris lainnya lari ke lokasi lain,” kata Suryo.

Keduanya ditangkap ketika mengisi bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Alas Barat. Ketika tim Densus 88 hendak melakukan penangkapan kedua terduga teroris itu melakukan perlawanan dengan mengeluarkan senjata api jenis revolver, akibatnya aparat mengambil tindakan tegas dengan dengan melakukan penembakan.

Kapolda NTB, kata Suryo, belum berani memastikan berapa jumlah rekan dari dua terduga teroris yang sudah diamankan tersebut karena anggota masih melakukan pengejaran.

“Kami belum berani memastikan berapa orang yang masih diburu, yang jelas anggota sedang melakukan pendalaman di lapangan. Mudahan dalam waktu tidak terlalu lama semuanya terungkap,” katanya.

“Keduanya masuk dalam TO Mabes Polri karena terlibat sejumlah kasus perampokan di sejumlah wilayah dalam rangka menghimpun fa’i,” ujarnya.

Dalam pemahaman Islam, fa’i adalah segala harta kekayaan orang-orang kafir yang dikuasai oleh kaum muslimin tanpa peperangan. Mengenai lokasi penahanan dua terduga teroris yang sudah ditangkap, Suryo, mengaku belum bisa memastikan apakah dibawa langsung ke Mabes Polri atau ke Polda lainnya.

“Tidak ada di Polda NTB, mungkin dibawa ke Mabes atau bisa juga ke Polda lainnya karena terkait dengan beberapa kasus perampokan yang melibatkan kedua tersangka,” katanya.(sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *