suluhnusa.com_ Bupati Alor, Amon Djobo berasal dari Pureman.
Dia pun mengatakan, dari situasi yang sulit dan sukar Pureman mampu melahirkan putra terbaik.
“Jangan habiskan energi untuk berkonflik maupun hal yang tidak perlu lainnya, sebaliknya simpan energi yang ada untuk melakukan pembangunan” demikian uncap Wakil Ketua DPRD Alor, Denny Lalitan saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan kunjungan Bupati Alor di Kecamatan Mataru, Senin, 23 Juni 2014.
Lalitan pada kesempatan tersebut meminta masyarakat untuk mengawasi para kontraktor yang bekerja di wilayah Kecamatan Mataru. Kepada setiap Kontraktor, ia juga berharap agar bekerja dengan maksimal. “Hak rakyat harus diselesaikan.
Jangan sampai ada keluhan negatif masyarakat” ungkapnya. Selain itu ia juga berharap agar setiap Kepala Desa bisa menjembatani kepentingan pemerintah dan masyarakat.
Drs.Amon Djobo, selaku Bupati Alor, dalam arahannya kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun kecamatan Mataru yang diakuinya masih sangat terisolir.
Atas komitmen tersebut ia pun berjanji akan berupaya untuk memperhatikan infratstruktur jalan dari Kuifana – Kalunan untuk diaspal. Menurutnya, dengan hadirnya berbagai fasilitas pemerintah di kecamatan Mataru, seperti sekolah, pasar, maupun perkantoran pemerintah, dapat menjadi pemicu percepatan pembangunan di kecamatan Mataru.
Hal lain yang disampaikan oleh Djobo adalah ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. “Pembangunan akan berjalan dengan baik apabila adanya stabilitas keamanan pada masyarakat” ungkapnya.
Bagi setiap Pegawai Negeri Sipil yang ditempatkan di Kecamatan Mataru, Djobo menghimbau untuk terus mengabdi bagi masyarakat. Djobo dan rombongan selain bertatap muka dengan masyarakat Kecamatan Mataru, ia juga sempat meninjau lokasi pembangunan SMA Negeri Mataru.
Sehari sebelumny kunjungan juga dilkukan di Pureman. Lalitan saat itu, “Yang terkebelakang akan menjadi yang terdepan” ungkap Lalitan.
Lebih lanjut Lalitan mengatakan bahwa kecamatan Pureman saat ini masih dianggap sebagai tempat “pembuangan” bagi Pegawai Negeri Sipil diakibatkan karena dari segi demografi, letaknya sangat jauh dari kota serta tidak tersedianya sejumlah sarana, untuk itu menurutnya ini menjadi tugas berat bagi pemerintahan saat ini, untuk mengubah Pureman menjadi “surga” dan bukan “neraka”.
Untuk itu kepada seluruh masyarakat Pureman, Lalitan mengajak agar mereka juga mencintai dan membangun kampung halamannya sendiri sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Sementara itu dalam arahannya, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo mengatakan bahwa dari tempat yang sukar sulit ini telah menghasilkan putera terbaik Alor yang kini menjadi Bupati Alor, untuk itu menurutnya apapun akan dilakukan untuk bisa mengubah tanah kelahirannya menjadi “surga” dan bukan tempat buangan.
Sejumlah program telah disiapkan oleh pemerintah daerah, diantaranya ia berkomitmen untuk memprioritaskan pembangunan aspal hingga memasuki pusat kecamatan.
Hal lain yang ditekankan juga oleh Djobo bahwa walaupun pemerintah saat ini sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk membangun Pureman, masyarakat juga jangan diam saja, namun melakukan sesuatu.
“Masyarakat harus membangun kemandirian, dan jangan terlalu bergantung pada bantuan pemerintah baik Kabupaten, Provinsi maupun pusat” tegasnya.
Sekedar menjadi informasi bahwa sejumlah program kerja siap dikucurkan dalam upaya percepatan pembangunan Kecamatan Pureman.
Beberapa diantaranya adalah pada Dinas Pekerjaan Umum akan membangun jalan dalam kecamatan sepanjang 650 meter, Dinas Kesehatan akan menaikan status Pustu di beberapa desa secara bertahap akan ditingkatkan menjadi Puskesmas.
Juga Dinas Pertambangan dan Energi bekerja sama dengan pemerintah pusat mengalokasikan dana Rp 15 Miliar untuk pembangunan listrik di sejumlah desa, baik berupa PLTS terpusat maupun PLTS maupun lampu Sehen di hampir semua desa, serta berbagai pembangunan lainnya.(iwankamaleng)
