Ulang Tahun, Pastika Berdoa Prabowo-Hatta Menang

suluhnusa.com_Sejumlah warga juga berebut baju Prabowo-Hatta yang diberikan secara gratis.

Minggu, 22 Juni 2013 Ketua pemenangan Prabowo-Hatta Bali, Made Mangku Pastika, mendapat kejutan dari warga Bali. Pastika yang juga gubernur Bali merayakan ulang tahunnya yang ke-63.

Usai meniup lilin, Pastika mengaku doanya sebelum ia meniup lilin adalah Prabowo-Hatta menang.

“Doa saya tadi adalah agar Prabowo-Hatta menang,” kata dia.

Ia menjelaskan, Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau. “Ada 300 suku bangsa dan lebih dari 250 bahasa. Hidup kita bervariasi. Ada yang sudah sangat maju, ada yang baru maju, ada yang hidup di zaman batu,” kata Pastika.

Ia melanjutkan, Indonesia memiliki kekayaan alam besar. Lantaran itu pula bangsa-bangsa lain mengincar kekayaan alam Indonesia.

“Kami perlu pemimpin patriotik, cinta Tanah Air. Kita harus mengelola kekayaan alam kita. Presiden itu harus pintar mengelola teknologi. Memiliki jaringan luas dan cerdas,” kata Pastika.

Ribuan orang ikut menikmati sarapan gratis yang digelar Sahabat Prabowo di Lapangan Renon, .

Sarapan gratis dan jalan sehat itu dihadiri sejumlah petinggi partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih.

Panitia mengajak serta sejumlah pedagang yang biasa menjajakan dagangannya di Lapangan Renon. Ada beberapa stan makanan seperti siomay, bakso, bubur dan sejumlah menu makanan lainnya.

Tak hanya relawan Prabowo, sejumlah warga yang sedang menikmati car free day pun ikut menikmati sarapan itu.

Bagi anak-anak, panitia bekerjasama dengan pedagang balon dan mainan untuk memberikan mainan gratis. Tak ayal, puluhan anak-anak menyerbu tempat mainan.

Dan Prabowo Menolak Uang Saku Itu

Komisaris Jenderal Polisi (Purn) I Made Mangku Pastika menceritakan pengalamannya bersama calon presiden Prabowo Subianto saat bertugas di Australia.

Saat itu TNI dan polisi masih dalam satu naungan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Pastika mengatakan, kala itu pasukan TNI akan mendapat uang saku dari Pemerintah Australia. Tapi Prabowo dengan tegas menolak.

“Waktu saya tanya, beliau bilang, ‘kita bukan tentara bayaran’,” tutur Pastika saat menggelar sarapan bersama Sahabat Prabowo di Lapangan Renon, Denpasar, 22 Juni 2014.

Pastika yang juga Gubernur Bali mengaku masih ingat betul peristiwa yang terjadi pada Januari 1974 itu.

Ia juga menjelaskan jika Prabowo merupakan sosok yang hingga kini tetap konsisten kecintaannya terhadap Tanah Air.

“Kalau ada yang menyanyikan lagu Indonesia Raya di televisi, beliau berdiri, hormat. Kalau sedang jalan melihat bendera merah putih, dia hormat. Itulah Prabowo yang masih konsisten sampai sekarang,” tutur Pastika.

Pagi ini, Sahabat Prabowo membagi-bagikan sarapan gratis dan jalan santai. Kegiatan ini dihadiri sejumlah petinggi partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih.

Pantauan di lapangan, panitia mengajak serta sejumlah pedagang yang biasa menjajakan dagangannya di Lapangan Renon.

Ada beberapa stan makanan seperti siomay, bakso, bubur dan sejumlah menu makanan lainnya. Tak hanya relawan Prabowo, sejumlah warga yang sedang menikmati car free day pun ikut menikmati gratis sarapan tersebut. (sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *