Ketika SMP Baipito Mulai Belajar Kurikulum 2013

suluhnusa.com_Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta Baipito Watowiti Kecamatan Ile Mandiri Kabupaten Flores Timur, Pada hari Kamis 19 hingga Sabtu 21 Juni 2014, menggelar Workshop Kurikulum 2013.

Kegiatan ini, melibatkan kepala Sekolah dan seluruh guru serta Pegawai pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta Baipito Watowiti, yang berjumlah 18 (delapan belas) orang.

Workshop kurikulum 2013, merupakan agenda Dinas PPO (Pendidikan Pemuda dan Olaraga) Kabupaten Flores Timur bagian Pengawas Sekolah Menengah dalam upaya melatih guru di sekolah sekolah yang tersebar di Kabupaten Flores Timur, untuk bisa menerapkan Kurikulum 2013 pada Tahan ajaran 2014/ 2015.

Kegiatan Workshop kurikulum 2013 yang bertempat dialua SMP Baipito ini, dibuka langsung oleh Kepala SMP Swasta Baipito Watowiti Yustina Ema Leton.

Dalam sambutan Pembukaannya, Ia menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga Kabupaten Flores Timur, dalam hal ini para pengawas sekolah Menengah yang sudah meluangkan waktu mengagendakan Kegiatan Workshop Kurikulum 2013 di SMP Baipito selama tiga hari.

Sebagai pimpinan di Lembaga ini, saya menyampaikan ucapan terimahkasih atas terselenggaranya kegiatan Workshop kurikulum 2013, kiranya dengan adanya kegiatan ini kami guru bisa mendapatkan pengetahuan dan masukan masukan terkait kurikulum 2013, sehingga bisa membantu kami dalam penerapannya nanti.

“Kami berharap semoga kegiatan ini bisa terlaksana sesuai dengan jadwal yang direncanakan”, ujarnya.

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut diantaranya, Drs. Yohanes Emi Kein, Drs. Agustinus D. Kumanireng, M.Si dan Karolus Sele Tukan yang merupakan pengawas Sekolah Menengah pada Dinas PPO Kabupaten Flores Timur.

Tampil sebagai narasumber pertama, Karolus Sele Tukan membawakan materi tentang Elemen Perubahan Kurikulum 2013, Perbedaaan esensial Kurikulum 2013, dan perubahan Kurikulum lama dan baru untuk semua Mata Pelajaran.

Peserta Kegiatan sedang latihan menyusun RPP (Foto: masankian)
Peserta Kegiatan sedang latihan menyusun RPP (Foto: masankian)

Drs. Agustinus Kumanireng sebagai pemateri kedua membawakan Materi tentang Sistem penilaian Kurikulum 2013. Sementara Drs. Yohanes Emi Kein sebagai Pemateri ketiga membawakan materi tentang Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaraan (RPP) dan penilaian Autentik dalam Implementasi Kurikulum 2013.

Pantauan suluhnusa.com, peserta sangat antusias mengikuti Workshop Kurikulum 2013. Pada Hari pertama narasumber focus pada pemaparan materi secara teoritis sambil memberikan gambaran gambaran teknis mengenai Implementasi Kurikulum 2013.

Baru dihari kedua, peserta yang sudah dikelompokan dalam rumpun MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) didampingi oleh pengawas (Baca: Narasumber) melakukan latihan latihan penyusunan Perangkat Pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013.

Hasilnya pada hari terakhir, dihari sabtu guru guru sebagai peserta Pelatihan sudah bisa mempersentasikan hasil pekerjaan mereka diantaranya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Agnetis Da Noa, S.Pd Guru mata pelajaran bahasa Inggris yang merupakan salah satu peserta Workshop Kurikulum 2013 di SMPS Baipito Watowiti saat dikonfirmasi, menilai bahwa kegiatan yang terlaksana sangat bermanfaat untuk Guru.

“Mengapa, karena disaat banyak guru yang belum paham tentang kurikulum 2013, kami mendapat pelatihan khusus hingga tiga (3) hari. Saya, sebelum mengikuti pelatihan ini belum paham baik tentang kurikulum 2013. Tapi syukur dan Terimahkasih kepada Pengawas, setelah mengikuti Workshop saya sudah bisa menyusun perangkat pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013,” tegas Dia.

“Harapan saya, semoga tetap selalu ada pendampingan dari Pengawas Sekolah menengah dari Dinas PPO kabupaten Flores Timur kepada kami, karena mulai tahun ajaran 2014/ 2015 ini kami sudah menerapkan kurikulum 2013,” ungkapnya.

Dalam buku rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2013, dinyatakan bahwa Secara Nasional, kurikulum 2013 pada tahun Pelajaran 2014/ 2015 diimplementasikan untuk SD kelas I, II, IV dan V, Pada SMP kelas VII dan VIII, sementara pada SMA dan SMK kelas X dan XI. (Maksimus Masan Kian)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *