suluhnusa.com_Satu sekolah lagi hadir di Kabupaten Alor, khususnya di Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU) yakni SMA Negeri Likuwatang. Sekolah ini secara langsung diresmikan oleh Bupati Alor, Drs. Amon Djobo bersamaan dengan kunjungan perdananya di Kecamatan ATU, Sabtu 7 Juni 2014.
Sebelumnya, ketika menyampaikan sambutan, Anggota DPRD Alor, Martinus Alopada memberikan apresiasi kepada Djobo atas dibukanya sekolah tersebut.
Menurutnya apa yang dilakukan oleh pemerintah melalui dibukanya unit sekolah baru merupakan salah satu upaya yang cerdas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tingkat kesejahteraan sebuah wilayah ditentukan oleh tiga hal, yakni pertama, aspek pendidikan; dalam hal ini terdiri dari presentase angka melek huruf dan lama seseorang belajar. Hal kedua, aspek kesehatan, yang di dalamnya terdapat faktor angka harapan hidup, serta hal ketiga adalah aspek ekonomi melalui kemampuan daya beli masyarakat” ungkapnya.
Dia memaparkan sejumlah data, Alopada mengatakan bahwa selama tiga tahun belakangan ini angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Alor memiliki tren yang positif. Disampaikan bahwa sejak tahun 2009 angka IPM Alor 68,13%, dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 69,60%. “Bahkan angka ini lebih tinggi dari IPM rata – rata Provinsi NTT sebesar 67,56 %” ungkap Alopada.
Sementara itu Bupati Alor, Drs. Amon Djobo dalam arahannya berharap agar sekolah yang ada dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
“Saya berharap tidak boleh ada konflik sosial yang terjadi ketika sekolah ini dibuka” tegas Djobo.
Ia pada kesempatan tersebut mendorong masyarakat agar menyekolahkan anak – anak mereka yang lulus SMP di SMAN Likuwatang. Terkait dengan belum adanya gedung serta tenaga pengajar, Djobo berjanji akan memperhatikan hal tersebut. Ia juga pada kesempatan tersebut mendorong masyarakat agar membangun budaya menabung agar bisa kelak menyekolahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi.
Sementara itu, Amon Djobo membantah sekaligus menjelaskan bahwa dirinya tidak berada di belakang kasus Lembur.
“Kemaren kemaren persoalan itu terjadi orang bilang ini Amon Djobo ada di belakang. Saya ini orang Alor dan saya ini tokoh dan juga sesepuh. Saya satu manusia yang tidak menjerumuskan diri dengan hal – hal kecil yang tidak laku seperti itu” tegas Bupati Alor, Drs. Amon Djobo ketika melakukan safari kunjungannya ke Kecamatan Lembur, Selasa, 10 Juni 2014.
Terkait adanya persoalan batas wilayah yang pernah muncul beberapa saat lalu antara Kecamatan Lembur dan Kecamatan Alor Timur Laut, Djobo menegaskan kepada masyarakat Lembur agar segera menyudahi konflik yang ada dan jangan mengaitkan dengan pihak manapun juga.
“Tetapi saya bersyukur, sekalipun orang libatkan nama saya seperti itu, tetapi saya yang dapat berkat, karena memang saya hati bersih” tutur Djobo.
Lebih jauh ia juga mengatakan bahwa tidak ada seorang tokoh bahkan pemerintah manapun yang mau menghasut dan merusak kehidupan masyarakatnya, karena memang tujuan pemerintah adalah mensejahterakan masyarakat dan bukan menyengsarakannya.
Untuk itu dalam arahannya Djobo berharap agar masyarakat mulai membangun budaya damai. Budaya damai menurut Djobo merupakan ciri khas rakyat Alor yang sudah diwariskan dari nenek moyang, sehingga harus terus dijaga kelestariannya.
“Hiduplah dalam perdamaian dan persahabatan antara satu dengan yang lain, karena persoalan hanya akan mendatangkan kesengsaraan rakyat” himbaunya.
Selain membahas soal konflik, ia juga pada kesempatan tersebut menyampaikan sejumlah besar kebijakan yang terangkum dalam program Gemma Mandiri melalui Spirit Tancap Gas.
Tampak hadir juga sejumlah Kepala Dinas untuk memaparkan berbagai program pembangunan yang nantinya akan dilakukan di Kecamatan Lembur.(iwan kamaleng)
