Dua Hari Meninggal Dalam Kandungan, Janin 6 Bulan Berhasil Dikeluarkan Tim Medis RSUD Lewoleba

SULUH NUSA, LEMBATA – MARIA ASEL, demikian Janin berusia 6 bulan itu di beri nama. Ia berhasil dilahirkan, Rabu 4 Oktober 2023 pukul 09.45 wita oleh tim dokter RSUD Lewoleba.

Janin malang ini dinyatakan meninggal dalam kandungan ibunda, Margareta Paulina Siba, 20 tahun, warga Desa Liwulagan, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Senin, 2 Oktober 2023 lalu.

https://www.youtube.com/live/177A6gXa8fc?feature=shared

Dua hari berselang, Rabu, 4 Oktober 2023 pukul 09.45 wita, Janin tersebut akhirnya berhasil dilahirkan, setelah tim dokter di RSUD Lewoleba memberikan obat perangsang kelahiran.

Ibu hamil Margareta Paulina Sabu sendiri dilarikan ke RSUD Lewoleba pada Senin 2 Oktober 2023 dari Desa Liwulagan.

Janin di dalam kandungan ibunya itu dinyatakan meninggal dunia. Sejak itu, tim medis dibawah pimpinan dokter ahli Jimi Sunur memberikan perangsang kelahiran, namun janin malang itu baru dapat di lahirkan dua hari sesudahnya, yakni pada Rabu 4 Oktober 2023 pukul 09.45 wita.

Sementara sang ibu dalam kondisi sehat dan kini dalam tahap pemulihan.

Gabriel Ali Buran, kerabat pasien kepada pers di Lewoleba, Rabu, 4 Oktober 2023, menyampaikan terimakasih kepada tim medis dan dokter ahli yang telah berhasil mengeluarkan janin dalam proses kalahiran dengan perangsang.

“Kondisi ibu dari janin ini baik baik saja dan dalam tahap pemulihan. Saya pribadi cemas karena dua hari janin cucu kami ini meninggal dan masih berada dalam kandungan, tetapi Puji Tuhan, proses kelahiran paksa berhasil. Terimakasih saya sampaikan ke tim medis RSUD Lewoleba serta semua pihak yang telah membantu proses ini,” ungkap Gabriel.

Permintaan Maaf

Keluarga pasien juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pihak yang merasa tersinggung.

“Mohon maaf kepada Pemdes Liwulagan, bidan desa dan para pihak yang tersinggung dalam pernyataan pers saya beberapa hari ini. Semata mata karena kami panik. Semoga ke depan lebih baik lagi dan cucu kami ini dilapangkan jalan menuju Sang Pencipta,” ujar Gabriel.

Kematian janin malang ini menjadi refleksi akan adanya pembenahan bagi semua pihak guna menekan angka kematian ibu hamil dan balita di Kabupaten Lembata. +++hosea/sandro.wangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *